Kritik Gatot, Intelektual NU: Yang Layak Angkat Isu PKI Mestinya Warga NU

Rifan Aditya

Rabu, 30 September 2020 | 14:56 WIB
Kritik Gatot, Intelektual NU: Yang Layak Angkat Isu PKI Mestinya Warga NU
Mantan panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. (Suara.com/Yosea Arga)

Suara.com - Intelektual Nahdlatul Ulama (NU) Ulil Abshar Abdalla mengaku menyesal dengan cara berpolitik yang ditunjukkan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Ia merasa isu PKI seharusnya tidak dijadikan tunggangan politik.

Ungkapan kekecewaan itu disampaikan Ulil dalam cuitan yang diunggah melalui akun Twitter @ulil pada Rabu (30/9/2020). Dalam cuitan itu Ulil pun menegaskan bahwa pihak yang layak mengangkat isu PKI adalah warga NU.

"Yang layak ngangkat isu PKI itu mestinya warga NU, sebab kalangan santri mengalami sejarah ketegangan dan konflik yang riil pada tahun-tahun 60an vis-a-vis PKI. Tetapi berkat sikap Gus Dur yang berdamai dengan mantan aktivis PKI ketika jadi presiden dulu, warga nahdliyyin berubah sikap," tulis Ulil dalam cuitan yang dikutip Suara.com.

Meskipun begitu, Ulil yakin sejak awal warga NU tidak pernah menjadikan isu PKI sebagai bahan bakar untuk kepentingan politik tertentu. Walaupun trauma dan memori kelam peristiwa itu tidak pernah hilang sepenuhnya di benak warga NU.

"Tetapi sejak awal pun warga nahdliyyin tidak pernah menjadikan PKI ini sebagai dagangan politik," ujar Ulil menegaskan.

Ia menjelaskan, sikap Gus Dur yang telah berdamai dengan PKI membuat warga nahdliyyin makin teguh untuk tidak mengungkit masa lalu yang kelam ini.

"Tentu saja warga NU tidak melupakan apa yang dilakukan PKI pada tahun2 60an. Ada hubungan yang traumatis antara dua kelompok ini pada masa lampau. Saya mendengar sendiri dari kisah-kisah keluarga mengenai sejarah yang traumatis ini," tuturnya.

Hingga saat ini, Ulil yakin tokoh-tokoh NU tidak menjadikan isu PKI sebagai "tunggangan politik". Maka dari itu, ia sangat menyesal dengan tindakan yang diperlihatkan oleh Gatot Nurmantyo.

"Tetapi setahu saya, hingga dulu sampai sekarang tidak ada, atau jarang tokoh-tokoh NU yang menjadikan isu PKI ini sebagai 'tunggangan politik' seperti yang dilakukan oleh Gatot Nurmantyo hari-hari ini," kata Ulil.

baca juga

Ia menambahkan, "Saya amat menyesalkan atas cara berpolitik ala Pak Gatot seperti ini".

Cuitan Ulil Abshar Abdalla yang mengkritik sikap Gatot Nurmantyo karena mengangkat isu PKI. (Twitter @ulil)
Cuitan Ulil Abshar Abdalla yang mengkritik sikap Gatot Nurmantyo karena mengangkat isu PKI. (Twitter @ulil)

Untuk diketahui, isu PKI kembali mencuat setelah Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berkoar-koar mengungkap alasan dirinya dicopot dari jabatan Panglima TNI.

Gatot mengklaim, dirinya dicopot dari jabatan panglima TNI karena menginstruksikan jajarannya memutar kembali film Pengkhianatan G30SPKI yang kontroversial. Mantan Panglima TNI ini mengaku telah mencium gelagat bangkitnya gerakan PKI sejak 2008 silam.

Menurut Gatot, hal tersbut ditandai dengan dihapuskannya sejarah tentang G30S PKI di seluruh sekolah dan di semua strata tingkatan pendidikan.

"Saya mengamati tentang kemungkinan-kemungkinan bangkitnya gerakan PKI gaya baru ini diawali sejak 2008. Dan terbukti pada 2017 sebanyak 90 persen lebih generasi muda tidak percaya adanya PKI," kata Gatot dalam saluran akun Yotube Hersubeno Poin, Senin (21/09/2020).

Tidak hanya itu saja, Gatot juga mengatakan bahwa mendapat sejumlah data dan informasi terkait dengan bangkitnya PKI gaya baru. Ia yang waktu itu masih menjadi TNI langsung memilih membungkusnya dengan proxy war.

Dengan data dan informasi yang telah dihimpunnya, pada 10 Maret 2014 untuk kali pertama Gatot memberikan kuliah umum tentang proxy war di Universitas Indonesia.

"Tanggal 10 Maret 2014, saya masih menjabat Pangkostrad TNI dan saya beranikan untuk memberikan kuliah umum tentang proxy war di Universitas Indonesia. Ini terus saya lakukan dan saat saya jadi panglima TNI sudah 59 universitas saya berikan kuliah umum yang fokus pada proxy war," tuturnya.

Lebih lanjut lagi, Gatot mengatakan semakin menguatnya gerakan kebangkitan PKI kala itu membuatnya memutuskan untuk memerintahkan jajaran menyaksikan kembali kekejaman komunis dalam film G30S PKI.

Pada waktu itu, salah seorang sahabat Gatot dari PDIP memperingatkan agar dia menghentikan perintah tersebut. Sebab, kalau tidak, Gatot pasti akan dicopot dari jabatan.

Namun, Gatot kala itu tetap teguh dan melanjutkan intruksi yang telah dibuat. "Pada saat itu saya punya sahabat dari salah satu partai PDIP menyampaikan, Pak Gatot hentikan itu, kalau tidak Pak Gatot pasti diganti," ujarnya.

"Dan memang benar-benar saya diganti," ujar Gatot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FUI Gelar Nobar G30S/PKI di Medan, Peserta Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

FUI Gelar Nobar G30S/PKI di Medan, Peserta Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Sumut | Rabu, 30 September 2020 | 14:48 WIB

Polri Melarang, FUI Bakal Nobar Film G30 S PKI di Masjid

Polri Melarang, FUI Bakal Nobar Film G30 S PKI di Masjid

Jatim | Rabu, 30 September 2020 | 14:27 WIB

Cerita Pengangkat Jenazah Jenderal Korban G30SPKI: Kondisinya Mengenaskan

Cerita Pengangkat Jenazah Jenderal Korban G30SPKI: Kondisinya Mengenaskan

Jogja | Rabu, 30 September 2020 | 14:18 WIB

Terkini

33 Negara Kompak Anjurkan Warganya Siapkan Logistik Darurat, Ada Apa?

33 Negara Kompak Anjurkan Warganya Siapkan Logistik Darurat, Ada Apa?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 19:44 WIB

Kemenperin Ancam Ketok Palu, Impor Bahan Baku Kimia Bakal Dibatasi Lagi

Kemenperin Ancam Ketok Palu, Impor Bahan Baku Kimia Bakal Dibatasi Lagi

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:44 WIB

Tutup Pertamuda Seed and Scale 2026, Pertamina Umumkan Sembilan Inovator Muda Terbaik

Tutup Pertamuda Seed and Scale 2026, Pertamina Umumkan Sembilan Inovator Muda Terbaik

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:44 WIB

Cara Menurunkan Desil Lewat Aplikasi Cek Bansos, Penuhi Syarat Ini

Cara Menurunkan Desil Lewat Aplikasi Cek Bansos, Penuhi Syarat Ini

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:40 WIB

Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!

Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 19:39 WIB

Isu Terseret Kasus Karhutla Kalimantan, NCKL Buka Suara

Isu Terseret Kasus Karhutla Kalimantan, NCKL Buka Suara

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:37 WIB

Warga Tewas Ditembak Saat Maulid di Aceh, KontraS Duga Terjadi Pembunuhan di Luar Hukum

Warga Tewas Ditembak Saat Maulid di Aceh, KontraS Duga Terjadi Pembunuhan di Luar Hukum

News | Jum'at, 06 November 2026 | 19:34 WIB

Dari Jalanan ke Piala Wali Kota, Anak-anak Liga Aspal Siap Unjuk Gigi

Dari Jalanan ke Piala Wali Kota, Anak-anak Liga Aspal Siap Unjuk Gigi

News | Jum'at, 06 November 2026 | 19:31 WIB

Gandeng Kader Posyandu, Taj Yasin Genjot Pendataan Perlinsos Digital di Jateng

Gandeng Kader Posyandu, Taj Yasin Genjot Pendataan Perlinsos Digital di Jateng

News | Jum'at, 06 November 2026 | 19:30 WIB

Wagub Taj Yasin Minta Baznas-Lazismu Sinergi Ikut Entaskan Kemiskinan

Wagub Taj Yasin Minta Baznas-Lazismu Sinergi Ikut Entaskan Kemiskinan

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 19:24 WIB

×