Sampah Luar Angkasa Rusia dan China Tidak Jadi Tabrakan

Siswanto, BBC

Jum'at, 16 Oktober 2020 | 15:28 WIB
Sampah Luar Angkasa Rusia dan China Tidak Jadi Tabrakan
Sampah luar angkasa [BBC]

Suara.com - Dua unit sampah luar angkasa yang diperkirakan dapat bertabrakan telah lewat dengan aman.

Mereka terhindar dari tabrakan, kata sebuah perusahaan rintisan Silicon Valley yang menggunakan radar untuk melacak obyek di orbit.

Sebelumnya diperkirakan satelit Rusia yang mati dan segmen roket China yang dibuang kemungkinan datang dalam jarak 25 meter satu sama lain, demikian kata LeoLabs.

Namun pada Jumat pagi tidak ada tanda-tanda puing di atas Antartika, demikian pernyataan terbaru.

Pakar lain memperkirakan Kosmos-2004 dan bagian roket ChangZheng akan lewat dengan jarak yang jauh lebih besar.

Dengan mempertimbangkan benda-benda yang memiliki massa gabungan lebih dari 2,5 ton dan kecepatan relatif 14,66 km/detik (32.800 mph), setiap tabrakan akan menjadi bencana besar dan menghasilkan puing-puing.

Dan mengingat ketinggian hampir 1.000 km, fragmen yang dihasilkan akan bertahan untuk waktu yang sangat lama, menimbulkan ancaman bagi satelit yang beroperasi.

https://twitter.com/LeoLabs_Space/status/1316919600160903168

Dr Moriba Jah, seorang ahli astrodinamik dari University of Texas di Austin, AS, memperkirakan selisih jarak benda luar angkasa itu menjadi sekitar 70 meter.

baca juga

Dan Aerospace Corporation, sebuah konsultan yang sangat dihormati, memiliki kesimpulan yang sama.

Dengan semakin banyaknya satelit yang diluncurkan, kekhawatiran makin menguat tentang potensi tabrakan.

Menjadi kekhawatiran yang besar adalah populasi perangkat keras yang berlebihan di orbit - sekitar 900.000 obyek lebih besar dari 1cm menurut beberapa perhitungan - dan semua itu mampu membuat kerusakan besar atau bahkan menghancurkan pesawat ruang angkasa operasional dalam pertemuan berkecepatan tinggi.

Minggu ini, Badan Antariksa Eropa merilis laporan tahunan 'State of the Space Environment', yang menyoroti masalah peristiwa fragmentasi yang sedang terjadi.

Ini termasuk ledakan di orbit yang disebabkan oleh sisa energi dalam bahan bakar dan baterai di pesawat ruang angkasa dan roket tua.

Rata-rata selama dua dekade terakhir, terjadi 12 fragmentasi tidak disengaja di luar angkasa setiap tahun- "dan sayangnya tren ini terus meningkat", kata badan tersebut.

Pada pekan ini juga, dalam International Astronautical Congress yang diadakan secara online, sekelompok ahli mendaftar apa yang mereka anggap sebagai 50 obyek telantar yang paling mengkhawatirkan di orbit.

Sebagian besar dari mereka adalah bagian roket Zenit dari era Rusia kuno alias era Soviet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Astronom Sebut Ribuan Satelit Elon Musk Mengorbit, Bisa Menabrak Pesawat

Astronom Sebut Ribuan Satelit Elon Musk Mengorbit, Bisa Menabrak Pesawat

Tekno | Rabu, 19 Oktober 2022 | 14:36 WIB

Seberapa Besar Risiko Kita Kejatuhan Sampah Luar Angkasa?

Seberapa Besar Risiko Kita Kejatuhan Sampah Luar Angkasa?

Tekno | Senin, 10 Oktober 2022 | 19:16 WIB

Lagi-lagi Ditemukan Sampah Luar Angkasa dari SpaceX

Lagi-lagi Ditemukan Sampah Luar Angkasa dari SpaceX

News | Selasa, 30 Agustus 2022 | 19:06 WIB

Sampah Luar Angkasa SpaceX Ditemukan di Australia

Sampah Luar Angkasa SpaceX Ditemukan di Australia

Tekno | Kamis, 04 Agustus 2022 | 09:01 WIB

Terkini

BRI Peduli Buka Peluang Bagi Penyandang Disabilitas di Makassar Dengan Pembekalan Kewirausahaan

BRI Peduli Buka Peluang Bagi Penyandang Disabilitas di Makassar Dengan Pembekalan Kewirausahaan

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Emana Wedari Ubud, Vila Privat untuk Menikmati Sisi Tenang Pulau Dewata

Emana Wedari Ubud, Vila Privat untuk Menikmati Sisi Tenang Pulau Dewata

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Belanja di Delipark Pakai BRI Berhadiah BMW 218i Gran Coupe

Belanja di Delipark Pakai BRI Berhadiah BMW 218i Gran Coupe

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:09 WIB

BRI Peduli Dorong Keterampilan dan Kemandirian Disabilitas  Dengan Bekali 90 Peserta di Makassar

BRI Peduli Dorong Keterampilan dan Kemandirian Disabilitas Dengan Bekali 90 Peserta di Makassar

Bogor | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Indonesia Menang 9-2, Mitchell Baker Samai Rekor Dua Legenda Gareng dan Iswadi Idris

Indonesia Menang 9-2, Mitchell Baker Samai Rekor Dua Legenda Gareng dan Iswadi Idris

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06 WIB

FMLK Dukung Perampasan Aset, tapi Minta Kewenangan Negara Dibatasi dan Diawasi

FMLK Dukung Perampasan Aset, tapi Minta Kewenangan Negara Dibatasi dan Diawasi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Dukung Kewirausahaan, BRI Peduli Latih 90 Penyandang Disabilitas di Makassar

Dukung Kewirausahaan, BRI Peduli Latih 90 Penyandang Disabilitas di Makassar

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:03 WIB

RUU Perampasan Aset Dibahas, PERMAHI Dorong Penilaian Aset Objektif dan Proporsional

RUU Perampasan Aset Dibahas, PERMAHI Dorong Penilaian Aset Objektif dan Proporsional

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:00 WIB

BRI KPR Solusi Buka Akses Hunian Terjangkau Lewat Platform Digital

BRI KPR Solusi Buka Akses Hunian Terjangkau Lewat Platform Digital

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Mahasiswa Minta RUU Perampasan Aset Lindungi Pihak Ketiga yang Beritikad Baik

Mahasiswa Minta RUU Perampasan Aset Lindungi Pihak Ketiga yang Beritikad Baik

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×