Pandemi Covid-19 Paksa Siswi Sekolah Banting Setir Jadi PSK

Rendy Adrikni Sadikin, Arief Apriadi

Rabu, 21 Oktober 2020 | 11:40 WIB
Pandemi Covid-19 Paksa Siswi Sekolah Banting Setir Jadi PSK
Wanita pekerja seks komersial (PSK) yang menjajakan diri secara online diamankan Satpol PP Kota Tangerang - (Alwan/BantenNews.co.id)

Suara.com - Pandemi virus Corona memaksa para remaja putri di Kenya terjun ke dunia malam. Mereka rela menjadi pekerja seks komersial (PSK) demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menyadur New York Post, Rabu (21/10/2020), pandemi Covid-19 telah meningkatkan jumlah PSK dari kalangan anak-anak di bawah umur.

Mary Mugure, mantan pekerja seks, kini meluncurkan Night Nurse untuk menyelamatkan gadis-gadis yang mengikuti jalan gelap yang pernah dia lalui.

Sejak sekolah di Kenya tutup pada Maret, dia mengatakan sekitar 1.000 siswi telah beralih profesi menjadi PSK di tiga lingkungan Nairobi yang dia pantau.

Sebagian besar berusaha membantu orang tua mereka dengan tagihan rumah tangga. PSK anak itu bahkan ada yang masih berusia 11 tahun, kata Mugure.

Dari kamar sewaan di ibu kota Kenya, Narobi, tiga remaja putri Kenya menghitung uang hasil dari menjajakan tubuhnya kepada pelanggan.

Para remaja itu mengatakan tak terlalu taktut dengan risiko terinfeksi virus Corona atau HIV. Bagi mereka, yang terpenting adalah mencari uang ntuk kelangsungan hidup.

“Jika Anda mendapatkan $ 5 di jalan-jalan ini, itu adalah emas,” kata seorang anak berusia 16 tahun, duduk di tempat tidur kecil bersama kedua sahabatnya yang berusia 17 dan 18 tahun.

Mereka membagi uang sewa $ 20 di sebuah gedung yang setiap kamarnya adalah rumah bagi sesama pekerja seks.

baca juga

Masing-masing dari tiga gadis yang berbagi kamar itu dibesarkan dengan beberapa saudara kandung oleh seorang ibu tunggal.

Mereka melihat sumber pendapatan ibu mereka lenyap ketika pemerintah Kenya melakukan tindakan keras untuk mencegah penyebaran virus.

Dua ibu mereka adalah kuli cuci pakaian untuk orang-orang yang tinggal di dekat lingkungan berpenghasilan rendah di Dandora.

Kini, mereka tak memiliki pekerjaan dan penghasilan karena para pelanggan tak lagi melirik jasa mereka sebagai respon menghindari infeksi virus Corona.

Sebagai anak tertua, para gadis mengatakan bahwa mereka mengambil tanggung jawab untuk membantu ibu mereka memberi makan keluarga.

"Sekrang saya bisa membantu ibu saya setiap hari dan itu [uang dari menjadi PSK] bisa membantunya memberi makan anak-anak yang lain," kata salah satu gadis.

Menurut UNICEF, badan anak-anak PBB, pandemi virus Corona telah menyulitkan mereka dalam memerangi praktik mempekerjakan anak-anak.

PBB memperingatkan bahwa jutaan anak mungkin dipaksa melakukan pekerjaan yang eksploitatif dan berbahaya, dan penutupan sekolah memperburuk masalah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

290 Ribu Warga Depok akan Vaksinasi Virus Corona November Besok

290 Ribu Warga Depok akan Vaksinasi Virus Corona November Besok

Jakarta | Rabu, 21 Oktober 2020 | 10:24 WIB

Mengenal Post Covid-19 Syndrome, Dampak yang Muncul Setelah Sembuh

Mengenal Post Covid-19 Syndrome, Dampak yang Muncul Setelah Sembuh

Health | Rabu, 21 Oktober 2020 | 10:18 WIB

Peneliti Sebut Masker dan Jaga Jarak Tak Cukup untuk Cegah Virus Corona

Peneliti Sebut Masker dan Jaga Jarak Tak Cukup untuk Cegah Virus Corona

Health | Rabu, 21 Oktober 2020 | 10:24 WIB

Dear Warga, Pol PP Sumsel Gelar Razia Prokes Covid 19 Libatkan Tokoh Adat

Dear Warga, Pol PP Sumsel Gelar Razia Prokes Covid 19 Libatkan Tokoh Adat

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:24 WIB

Ahli Spanish Sebut Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Diabetes

Ahli Spanish Sebut Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Diabetes

Health | Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:31 WIB

Terkini

Review My Chef in Crime: Ketika Dapur Menjadi Ruang Forensik Misteri

Review My Chef in Crime: Ketika Dapur Menjadi Ruang Forensik Misteri

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Anggota DPRD Madina Ditikam Usai Reses, Pelaku Ditangkap

Anggota DPRD Madina Ditikam Usai Reses, Pelaku Ditangkap

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:50 WIB

KKP Sebut Nilai Jual Ikan di Lampung Selatan Naik 20 Kali Lipat, Ini Penyebabnya

KKP Sebut Nilai Jual Ikan di Lampung Selatan Naik 20 Kali Lipat, Ini Penyebabnya

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:50 WIB

5 Skin Tint Ringan Sesuai Review Pengguna: Nyaman Dipakai Seharian, Mulai Rp49 Ribuan

5 Skin Tint Ringan Sesuai Review Pengguna: Nyaman Dipakai Seharian, Mulai Rp49 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Urutan Zodiak dari yang Paling Jutek dan Galak sampai yang Paling Ramah

Urutan Zodiak dari yang Paling Jutek dan Galak sampai yang Paling Ramah

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:35 WIB

The Blue Road Tayang 20 November, Son Suk Ku dan Nagayama Eita Jadi Detektif

The Blue Road Tayang 20 November, Son Suk Ku dan Nagayama Eita Jadi Detektif

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Sepatu Kanky Story Honjo untuk Apa? Ini Fitur dan Kelebihannya

Sepatu Kanky Story Honjo untuk Apa? Ini Fitur dan Kelebihannya

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Bulan Oktober Bisa Jadi Waktu Paling Hoki Borong Emas, Ini Datanya

Bulan Oktober Bisa Jadi Waktu Paling Hoki Borong Emas, Ini Datanya

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:23 WIB

Jerat Perpeloncoan Kampus: Saat Regulasi Dikecoh Modus PKKMB dan Kaderisasi

Jerat Perpeloncoan Kampus: Saat Regulasi Dikecoh Modus PKKMB dan Kaderisasi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Ketum GEKRAFT Salatiga, Dyah Ayu Pitaloka Dorong Ekosistem Inklusif dan Akses Global

Ketum GEKRAFT Salatiga, Dyah Ayu Pitaloka Dorong Ekosistem Inklusif dan Akses Global

Jawa Tengah | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:11 WIB

×