Babak Baru Setelah Pembunuhan Jurnalis Jamal Khashoggi

Siswanto, BBC

Rabu, 21 Oktober 2020 | 12:30 WIB
Babak Baru Setelah Pembunuhan Jurnalis Jamal Khashoggi
BBC

Suara.com - Tunangan mendiang jurnalis Jamal Khashoggi mengajukan gugatan terhadap putra mahkota Arab Saudi atas tuduhan memerintahkan pembunuhan.

Hatice Cengiz dan kelompok hak asasi yang dibentuk Khashoggi menggugat Mohammed bin Salman dan lebih dari 20 orang lainnya. Mereka meminta kompensasi yang besarannya tidak disebutkan.

Khashoggi dibunuh oleh tim agen Saudi saat mendatangi Konsulat Kerajaan Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2018.

Putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, membantah memerintahkan pembunuhan itu.

Khashoggi adalah seorang kritikus pemerintah Saudi terkemuka yang hidup dalam pengasingan di AS. Ia sering menulis untuk Washington Post.

Dalam gugatan perdata yang diajukan di Washington DC pada hari Selasa, warga negara Turki, Cengiz mengklaim telah terjadi kerugian secara fisik maupun finansial atas kematian Khashoggi.

Kelompok hak asasi manusia yang dibuat Khashoggi, Democracy for the Arab World Now (Dawn) mengatakan operasinya terhambat karena kematian itu.

Gugatan tersebut mengklaim bahwa Khashoggi dibunuh "berdasarkan arahan terdakwa Mohammed bin Salman".

"Tujuan dari pembunuhan itu jelas - untuk menghentikan advokasi Khashoggi di Amerika Serikat ... untuk reformasi demokrasi di dunia Arab," kata gugatan tersebut.

baca juga

Dalam konferensi video pada hari Selasa, pengacara Cengiz dan Dawn mengatakan fokus dari gugatan tersebut adalah agar pengadilan AS membuat putra mahkota bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut dan untuk mendapatkan dokumen yang mengungkapkan kebenaran, demikian dilaporkan surat kabar Washington Post.

"Jamal yakin segala sesuatu mungkin terjadi di Amerika dan saya menaruh kepercayaan saya pada sistem peradilan sipil Amerika untuk mendapatkan ukuran keadilan dan akuntabilitas," kata Cengiz dalam sebuah pernyataan.

Siapakah Jamal Khashoggi?

Khasoggi adalah jurnalis Saudi terkemuka, yang meliput cerita-cerita besar, termasuk invasi Soviet ke Afghanistan dan kebangkitan pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden, untuk berbagai media berita Saudi.

Selama beberapa dekade, pria berusia 59 tahun itu dekat dengan keluarga kerajaan Saudi dan juga menjabat sebagai penasihat pemerintah.

Tapi lama kelamaan dia tidak disukai dan dia mengasingkan diri di AS pada 2017.

Dari sana, dia menulis kolom bulanan di Washington Post yang mengkritik kebijakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, putra Raja Salman dan penguasa de facto Arab Saudi.

Dalam kolom pertamanya untuk Post pada September 2017, Khashoggi mengatakan dia takut ditangkap dalam serangkaian tindakan keras terhadap orang-orang yang berbeda pendapat, operasi yang diawasi oleh pangeran.

Bagaimana Jamal Khashoggi meninggal?

Dia terakhir terlihat memasuki konsulat Saudi pada 2 Oktober 2018 untuk mendapatkan surat-surat yang dibutuhkannya untuk menikahi Cengiz.

Setelah mendengarkan rekaman audio percakapan di dalam konsulat yang dibuat oleh intelijen Turki, pelapor khusus PBB Agnes Callamard menyimpulkan bahwa Khashoggi "dibunuh secara brutal" hari itu.

Jaksa penuntun publik Saudi menyimpulkan bahwa pembunuhan itu tidak direncanakan sebelumnya.

Dikatakan pembunuhan itu diperintahkan oleh kepala sebuah "tim negosiasi" yang dikirim ke Istanbul untuk membawa Khashoggi kembali ke Saudi "dengan cara persuasi" atau, jika gagal, "dengan paksa."

Wartawan itu ditahan secara paksa setelah berupaya melepaskan diri dan disuntik dengan obat dalam dosis tinggi yang mengakibatkan overdosis dan menyebabkan kematiannya, menurut jaksa penutut Saudi.

Tubuhnya kemudian dipotong-potong dan diserahkan ke "kolaborator" lokal di luar konsulat. Sisa-sisa tubuhnya tidak pernah ditemukan.

Jaksa Turki menyimpulkan bahwa Khashoggi mati lemas segera setelah dia memasuki konsulat, dan tubuhnya dihancurkan.

Pada Desember 2019, Pengadilan Pidana Riyadh menjatuhkan hukuman mati kepada lima orang karena "melakukan dan berpartisipasi langsung dalam pembunuhan korban."

Sebanyak tiga orang lainnya dijatuhi hukuman penjara total 24 tahun karena "menutupi kejahatan ini dan melanggar hukum."

Tiga orang dinyatakan tidak bersalah, termasuk mantan wakil kepala intelijen Arab Saudi, Ahmad Asiri.

Saud al-Qahtani, mantan penasihat senior Putra Mahkota Mohammed bin Salman, diselidiki oleh penuntut umum Saudi tetapi tidak dituntut.

Bulan lalu, media pemerintah melaporkan bahwa lima hukuman mati diubah menjadi hukuman penjara 20 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Putra Mahkota Arab Saudi Siapkan Tawaran Fantastis Rp195 T Akuisisi Raksasa Eropa

Putra Mahkota Arab Saudi Siapkan Tawaran Fantastis Rp195 T Akuisisi Raksasa Eropa

Bola | Senin, 15 Desember 2025 | 16:56 WIB

Putra Mahkota Arab Saudi Janjikan Hadiah Mewah Rolls Royce Bagi Para Pemain

Putra Mahkota Arab Saudi Janjikan Hadiah Mewah Rolls Royce Bagi Para Pemain

Your Say | Sabtu, 26 November 2022 | 11:55 WIB

Jabatan Baru Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

Jabatan Baru Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

News | Kamis, 29 September 2022 | 09:54 WIB

Biden Konfrontasi Putra Mahkota Saudi Soal Pembunuhan Khashoggi

Biden Konfrontasi Putra Mahkota Saudi Soal Pembunuhan Khashoggi

News | Sabtu, 16 Juli 2022 | 10:21 WIB

Terkini

Shin Oishinbo Resmi Diproduksi, Anime Kuliner Legendaris Kembali

Shin Oishinbo Resmi Diproduksi, Anime Kuliner Legendaris Kembali

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 08:30 WIB

Raih Juara II MTQ Nasional 2026, Bocah asal Siak Dapat Hadiah Umrah

Raih Juara II MTQ Nasional 2026, Bocah asal Siak Dapat Hadiah Umrah

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 08:26 WIB

Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen

Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 08:20 WIB

Game Battle Makin Kompetitif, Format VGC 202627 Resmi Digelar di Asia

Game Battle Makin Kompetitif, Format VGC 202627 Resmi Digelar di Asia

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 08:20 WIB

4 Low pH Cleanser Lokal Berbahan Aloe Vera Buat Kulit Sensitif Tetap Lembap

4 Low pH Cleanser Lokal Berbahan Aloe Vera Buat Kulit Sensitif Tetap Lembap

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 08:10 WIB

Gelar RUPSLB, Direksi Bursa Masih Rahasiakan Pembahasan Demutualisasi

Gelar RUPSLB, Direksi Bursa Masih Rahasiakan Pembahasan Demutualisasi

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 08:05 WIB

Kebakaran di Kebayoran Lama: 18 Rumah Ludes, 150 Jiwa Terdampak, Kerugian Rp1,2 Miliar!

Kebakaran di Kebayoran Lama: 18 Rumah Ludes, 150 Jiwa Terdampak, Kerugian Rp1,2 Miliar!

News | Rabu, 23 September 2026 | 08:04 WIB

Alasan Kuota Haji 50:50 Terungkap di Persidangan, Saksi: Ini Tepat Sesuai Praktik di Saudi!

Alasan Kuota Haji 50:50 Terungkap di Persidangan, Saksi: Ini Tepat Sesuai Praktik di Saudi!

News | Rabu, 23 September 2026 | 07:52 WIB

Mimpi Pensiun Dini Gen Z: Antara Ambisi FIRE dan Realita Gaji UMR

Mimpi Pensiun Dini Gen Z: Antara Ambisi FIRE dan Realita Gaji UMR

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 07:45 WIB

Penerima Bansos Terlibat Judol dan Pinjol di Pekanbaru Langsung Dicoret

Penerima Bansos Terlibat Judol dan Pinjol di Pekanbaru Langsung Dicoret

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 07:36 WIB

×