Bagaimana Video Game Digunakan untuk Kampanye Pilpres AS?

Siswanto, Deutsche Welle

Rabu, 21 Oktober 2020 | 15:55 WIB
Bagaimana Video Game Digunakan untuk Kampanye Pilpres AS?
DW

Suara.com - Permainan video "Animal Crossing: New Horizons" yang digemari berbagai kalangan menjadi wadah baru bagi para politisi untuk mendapat keuntungan dalam kampanye pilpres AS.

Bagaimana video game digunakan untuk berkampanye? Ketika presiden Amerika Serikat terpilih pada 3 November mendatang, kampanye pilpres yang sengit akan berakhir.

Kampanye kali ini berbeda, karena pandemi telah mengubah situasi ekonomi dan kehidupan sosial. Namun, seperti yang selalu terjadi dalam situasi krisis, ada yang kalah dan yang menang.

Dalam situasi pandemi, industri video game mendapat keuntungan karena banyak orang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah. Penjualan konsol game, langganan game, dan game perorangan telah meningkat tajam selama pandemi virus corona menghantam dunia.

Permainan video ''Animal Crossing: New Horizons'' yang rilis pada Maret lalu termasuk dalam tren ini. Dalam permainan ini, pemain dapat melakukan perjalanan ke pulau-pulau virtual tempat mereka bisa memancing, menggoyangkan pohon agar buahnya jatuh, membangun rumah, dan berbicara dengan hewan.

Sampai saat ini, Animal Crossing telah terjual sekitar 22,4 juta kopi di seluruh dunia. Tapi, ada yang lebih menarik dari itu. Platform untuk pesan politik aktivis politik dan politisi memanfaatkan permainan video untuk menciptakan kesadaran di masyarakat atas isu-isu sosial politik.

Aktivis Black Lives Matter, misalnya, membuat sebuah monumen di salah satu pulau di Animal Crossing yang menampilkan potret George Floyd, Breonna Taylor, dan warga kulit hitam korban kebrutalan polisi lainnya. Protes Black Lives Matter secara virtual juga berlangsung di permainan video popular, termasuk The Sims, Grand Theft Auto dan World of Warcraft.

Contoh lainnya, anggota Kongres AS Alexandria Ocasio-Cortez (AOC) menjalankan tur kampanye pemilu lewat karakter virtual di Animal Crossing. Di sana, AOC menyampaikan pesan pribadi kepada penduduk pulau.

Pemain game juga berkesempatan memasang poster kampanye yang mendukung kandidat capres AS dari Partai Demokrat Joe Biden dan pasangannya Kamala Harris di halaman depan virtual mereka. Namun, tidak ada poster resmi Presiden AS Donald Trump di dalam permainan tersebut.

baca juga

Seorang juru bicara Presiden AS mengatakan kampanye Trump akan terus menggunakan sumber dayanya untuk berkampanye di dunia nyata, "dengan orang Amerika yang sebenarnya."

Iklan di video game kampanye pemilu sebenarnya telah sejak lama menggunakan video game. Ini bukanlah fenomena baru.

Dulu, permainan video diprogram hanya untuk tujuan itu, mengiklankan suatu partai atau kandidat dengan jangkauan terbatas. Tetapi iklan dalam video game hanya menjadi semacam aksesori dan bukan tujuan utama permainan video tersebut, sama halnya seperti iklan di media sosial.

"Iklan komersial dalam video game tidak pernah mencapai level seperti yang diprediksi 10 tahun lalu – bahkan (levelnya) lebih rendah lagi dalam iklan politik," ujar pakar komunikasi Christoph Klimmt kepada DW.

Dia mengatakan bahwa kendala teknologi tetap menjadi masalah utama dalam menciptakan jangkauan yang lebih luas.

"Mengintegrasikan iklan relatif rumit karena ini adalah produk perangkat lunak interaktif, dan karenanya butuh banyak ruang,” tambahnya.

Itulah mengapa ahli strategi kampanye berpikir dua kali apakah upaya mendapat keuntungan di video game bisa bermanfaat atau tidak.

Barack Obama yang pertama gunakan iklan dalam game

Mantan Presiden AS Barack Obama adalah yang pertama yang menggunakan iklan dalam video game saat kampanye pilpres AS tahun 2008.

Baliho virtual potret dirinya muncul di 18 video game populer, termasuk game bola basket NBA Live 08 dan Burnout Paradise, hingga game balapan.

"Kami memiliki tim kampanye yang sangat pintar. Dan kami mendapat dana yang sangat banyak pada kampanye pilpres 2008 sehingga kami memiliki kebebasan finansial dan kapasitas untuk mencoba hal-hal seperti itu," kata van der Laar, ilmuwan komunikasi sekaligus manajer kampanye untuk Obama kala itu, kepada DW.

Tapi, para pemain juga agak sensitif saat memainkan game mereka. Mereka cepat mengeluh bila penggambaran pahlawan mereka tidak sesuai ekspektasi.

Saat bermain game berlatar Abad Pertengahan Eropa, sebagian besar pemain memilih cerita tanpa karakter LGBT+ dan tanpa karakter Kulit Hitam.

Mereka juga lebih suka game yang secara umum tidak politis. 'Game memiliki potensi politik yang sangat besar' Komplikasi politik terhadap konten cenderung dianggap mengganggu, sehingga pengembang game akan mengabaikannya.

"Saya tidak tahu apakah ini cara terbaik untuk melayani audiens, tetapi faktanya adalah orang yang menghabiskan banyak waktu dan uang untuk permainan video, tertarik pada pengalaman bermain game yang intensif dan tidak ingin diganggu oleh kompleksitas politik dan bagaimana membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik," kata Klimmt.

Tapi politik dan permainan video tidak berarti harus terpisah satu sama lain, menurut Klimmt. Dia yakin ada "potensi politik yang sangat besar dalam kombinasi canggih antara pesan politik atau sosial dengan nilai hiburan dari sebuah permainan," katanya. (pkp/gtp)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Netflix Dikabarkan Garap Serial Live-Action Persona, RPG Legendaris Atlus

Netflix Dikabarkan Garap Serial Live-Action Persona, RPG Legendaris Atlus

Your Say | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:20 WIB

Modal Cerita Kosong, Mortal Kombat II Bukti Hollywood Salah Arah

Modal Cerita Kosong, Mortal Kombat II Bukti Hollywood Salah Arah

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:45 WIB

Bom di Sekolah, Game Jadi Sasaran: Ketika Kebijakan Pemerintah Salah Fokus

Bom di Sekolah, Game Jadi Sasaran: Ketika Kebijakan Pemerintah Salah Fokus

Your Say | Kamis, 27 November 2025 | 14:15 WIB

8 Film Adaptasi Video Game Terbaik, Silent Hill hingga Mario Bros

8 Film Adaptasi Video Game Terbaik, Silent Hill hingga Mario Bros

Entertainment | Selasa, 11 November 2025 | 21:30 WIB

Wibu Wajib Hadir! Temui Waifu Impianmu di Cosplay Expo 2025

Wibu Wajib Hadir! Temui Waifu Impianmu di Cosplay Expo 2025

Foto | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 18:19 WIB

10 Game Open World Terbaik di PS5 yang Wajib Dicoba Para Gamer

10 Game Open World Terbaik di PS5 yang Wajib Dicoba Para Gamer

Tekno | Rabu, 30 Juli 2025 | 10:05 WIB

Lagu ZEN Milik Jennie Terpilih sebagai OST Trailer Summer Game Fest 2025

Lagu ZEN Milik Jennie Terpilih sebagai OST Trailer Summer Game Fest 2025

Your Say | Kamis, 05 Juni 2025 | 13:05 WIB

Apa Itu Cloud Gaming? Bagaimana Cara Kerjanya?

Apa Itu Cloud Gaming? Bagaimana Cara Kerjanya?

Tekno | Selasa, 18 Maret 2025 | 12:23 WIB

Addie MS Sukses Bawa Pecinta Game Bernostalgia di Video Game Concert Volume II

Addie MS Sukses Bawa Pecinta Game Bernostalgia di Video Game Concert Volume II

Entertainment | Selasa, 25 Februari 2025 | 15:06 WIB

Sonic the Hedgehog 3 Duduki Posisi Kedua Film Adaptasi Video Game Terlaris

Sonic the Hedgehog 3 Duduki Posisi Kedua Film Adaptasi Video Game Terlaris

Your Say | Senin, 03 Februari 2025 | 10:35 WIB

Terkini

Metamorfosis: Menilik Proses Gregor Samsa 'Menghilang' dari Dunia

Metamorfosis: Menilik Proses Gregor Samsa 'Menghilang' dari Dunia

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:33 WIB

Cara Klaim Diskon Erha Ultimate hingga Rp200 Ribu dari BRI

Cara Klaim Diskon Erha Ultimate hingga Rp200 Ribu dari BRI

Bri | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:33 WIB

Airlangga Ungkap Program Dedieselisasi, Pembangkit Diesel Pulau Kecil Dialihkan ke Tenaga Surya

Airlangga Ungkap Program Dedieselisasi, Pembangkit Diesel Pulau Kecil Dialihkan ke Tenaga Surya

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:31 WIB

Airlangga Ungkap Rp4.460 Triliun Emas Warga RI Masih Di Bawah Bantal

Airlangga Ungkap Rp4.460 Triliun Emas Warga RI Masih Di Bawah Bantal

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Emiten Kontruksi PPRE Raup Kontrak Baru Rp1,5 T Hingga Kuartal II-2026

Emiten Kontruksi PPRE Raup Kontrak Baru Rp1,5 T Hingga Kuartal II-2026

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Jika 1984 Adalah Dunia yang Dikendalikan, Lalu Apa Itu Dunia dalam IQ84?

Jika 1984 Adalah Dunia yang Dikendalikan, Lalu Apa Itu Dunia dalam IQ84?

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Kecewa Kabareskrim Absen, KPA Minta Komisi III DPR Langsung Panggil Kapolri Jelaskan Konflik Agraria

Kecewa Kabareskrim Absen, KPA Minta Komisi III DPR Langsung Panggil Kapolri Jelaskan Konflik Agraria

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:28 WIB

'Jangan Jadi Kebiasaan!' DPR Tunda Rapat Konflik Agraria Karena Kabareskrim Tak Hadir

'Jangan Jadi Kebiasaan!' DPR Tunda Rapat Konflik Agraria Karena Kabareskrim Tak Hadir

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:28 WIB

Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah, Ahli Sebut Sprindik Tanpa Tanda Tangan Dirdik Cacat Hukum

Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah, Ahli Sebut Sprindik Tanpa Tanda Tangan Dirdik Cacat Hukum

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:26 WIB

LGI Cetak Rekor, Pendapatan Tembus Rp2,3 Triliun di Semester I 2026

LGI Cetak Rekor, Pendapatan Tembus Rp2,3 Triliun di Semester I 2026

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:24 WIB

×