alexametrics

Pembuang Sampah di Kalimalang Menyerah, Marzuki Alie Puas

Siswanto
Pembuang Sampah di Kalimalang Menyerah, Marzuki Alie Puas
Marzuki Alie [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Hendra Gunawan mengatakan pelaku menyerahkan diri guna memberikan keterangan kepada petugas.

Suara.com - Setelah perbuatan mereka membuang sampah ke Kalimalang, Bekasi, terekam video dan viral di media sosial, pemakai mobil warna putih B 9338 FCC menyerahkan diri ke Polres Metro Bekasi.

Perbuatan mereka yang seenaknya membuang sampah ke sungai dari tepi jalan raya dikecam banyak orang karena tidak bertanggungjawab. Video tersebut diviralkan netizen terus supaya menjadi perhatian aparat dan menangkap mereka.

Bahkan mantan Ketua DPR Marzuki Alie juga melaporkan peristiwa itu ke Gubernur Jakarta Anie Baswedan melalui akun media sosial.

Setelah pelaku menyerahkan diri, Marzuki Alie bersyukur. Dia mengatakan korban akibat sampah dibuang sembarangan sudah banyak sekali.

Baca Juga: Marzuki Alie Lapor Anies Ada Pengguna Mobil Buang Karung Sampah ke Sungai

"Alhamdulillah sudah ditindaklanjut. Dengan demikian akan ada efek jera bagi masyarakat yang tidak bertanggung jawab untuk membuang sampah di sembarang tempat, karena korban akibat sampah itu banyak sekali, kemungkinan banjir, berkembangnya bakteri," katanya yang dikutip Suara.com.

Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Hendra Gunawan mengatakan pelaku menyerahkan diri guna memberikan keterangan kepada petugas.

"Pelaku atas nama Abun Gunawan selaku pemilik, Rahmat Apandi sopir, dan Agung sebagai kenek," kata Kapolres Hendra.

Ketiga pelaku melanggar Pasal 20 huruf (b) juncto Pasal 46 Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Ketertiban Umum.

Isinya, setiap orang atau badan dilarang membuang dan menumpuk sampah di jalan, jalur hijau, taman, sungai, dan tempat-tempat lain yang dapat merusak keindahan dan kebersihan lingkungan.

Baca Juga: Siapa Pemakai Mobil Boks B 9338 FCC yang Buang Karung ke Kalimalang?

"Pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana diatur dalam peraturan daerah tersebut adalah pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak lima puluh juta rupiah," katanya.

Komentar