Presiden Turki Serukan Boikot Produk-produk Prancis

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Selasa, 27 Oktober 2020 | 13:54 WIB
Presiden Turki Serukan Boikot Produk-produk Prancis
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Anadolu Agency/Turkish Presidency)

Suara.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan warganya untuk memboikot produk-produk dari Prancis, buntut dari komentar Presiden Prancis Emmanuel Macron tentang Islam.

Menyadur Anadolu Agency, Selasa (27/10/2020), ketegangan antara Turki dan Prancis belakangan terkait insiden penggunaan kartun Nabi Muhammad dalam diskusi kelas tentang kebebasan berbicara.

"Saya menyerukan kepada warga saya, jangan pernah memuji merek Prancis, jangan membelinya," ujar Erdogan, Senin (26/10).

Erdogan menyebut, seperti yang dikatakan beberapa orang di Prancis, "jangan membeli barang bermerek Turki," orang Turki juga harus menghindari produk Prancis.

Menurut Erdogan, Islamofobia telah meningkat di Eropa, di mana permusuhan terhadap Islam dan Muslim telah menjadi kebijakan di beberapa negara Eropa.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron. [Ian LANGSDON / POOL / AFP]
Presiden Prancis, Emmanuel Macron. [Ian LANGSDON / POOL / AFP]

"Terutama di negara-negara Eropa, kami melihat bahwa permusuhan terhadap Islam dan Muslim menyebar di masyarakat seperti wabah," kata Erdogan.

"Tempat-tempat bisnis, rumah, tempat ibadah, dan sekolah Muslim diserang oleh kelompok rasis dan fasis hampir setiap hari," sambungnya.

Mengomentari kejadian penyerangan Muslim di Prancis, ia juga mendesak para pemimpin dunia, "Jika ada penganiayaan di Prancis, mari lindungi Muslim bersama-sama."

Sebelumnya, Macron mendapatkan kecaman dari negara-negara mayoritas Muslim atas komentarnya yang dianggap menyudukam Muslim dan mengglorifikasi Islamofobia.

baca juga

"Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia saat ini, kami tidak hanya melihat ini di negara kami," kata Macron beberapa waktu lalu.

Terkait pernyataan Macron, Erdogran melontarkan kritik keras terhadap sikap Presiden Prancis dan menganggap Macron butuh perawatan mental.

Apa masalah orang bernama Macron ini dengan Muslim dan Islam?” kata Erdogan dalam pidatonya di kongres provinsi Partai AK-nya di kota Kayseri Turki tengah, dikutip Al Jazeera, Sabtu (24/10/2020).

"Macron membutuhkan perawatan pada tingkat mental," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dewan Muslim Prancis Buka Suara Usai Macron Dikecam Dunia

Dewan Muslim Prancis Buka Suara Usai Macron Dikecam Dunia

News | Selasa, 27 Oktober 2020 | 10:38 WIB

Tak Gentar, Erdogan Tantang AS Jatuhi Sanksi ke Turki

Tak Gentar, Erdogan Tantang AS Jatuhi Sanksi ke Turki

News | Senin, 26 Oktober 2020 | 14:41 WIB

Sebut Emmanuel Macron Butuh Perawatan Mental, Prancis Kecam Presiden Turki

Sebut Emmanuel Macron Butuh Perawatan Mental, Prancis Kecam Presiden Turki

News | Senin, 26 Oktober 2020 | 08:38 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×