Terungkap! Ini Kronologi Lengkap Pembunuhan Pendeta Yeremia di Papua

Bangun Santoso, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 29 Oktober 2020 | 13:52 WIB
Terungkap! Ini Kronologi Lengkap Pembunuhan Pendeta Yeremia di Papua
Pendeta Yeremia Zanambani. (Foto dok. ist)

Suara.com - Tim Independen Kemanusiaan untuk Intan Jaya melakukan investigas terhadap pembunuhan Pendeta Yeremia Zanambani di Papua pada 19 September 2020 mengungkap hasil investigasi terkait dugaan keterlibatan oknum anggota TNI pada kasus pembunuhan itu.

Tim tersebut terdiri dari sejumlah tokoh agama, akademisi, dan aktivis kemanusiaan di Papua.

Pendiri Kantor Hukum dan HAM Lokataru Foundation, Haris Azhar membeberkan rentetan peristiwa yang menyebabkan hilangnya nyawa Pendeta Yeremia.

Awalnya, terjadi tembakan kepada pasukan TNI di Sugapa Lama pada 17 September 2020 sekitar pukul 12.00 WIT. Penembakan itu menyebabkan satu orang anggota TNI meninggal dunia dan satu laras panjang milik TNI diambil anggota separatis bersenjata.

Akibat peristiwa tersebut, masyarakat Hitadipa dipanggil satu per satu meskipun tidak seluruhnya. Mereka diberitahu agar senjata yang diambil separatis bersenjata untuk bisa dikembalikan segera.

Mereka juga meminta agar gembala Pendeta mengumumkan dan meminta agar warga mengutus orang ke kampung lain di distrik Hitadipa dengan pesan yang sama, yakni agar senjata milik TNI dikembalikan.

Haris menyebut ada ancaman di balik permintaan TNI itu.

"Pesan tersebut juga diiringi dengan ancaman bahwa kalau tidak dikembalikan distrik Hitadipa akan dibom. Praktik ini terus terjadi pada tanggal 18 September, keesokan harinya," kata Haris saat menjelaskan secara virtual, Kamis (29/10/2020).

Kemudian, masyarakat kembali dikumpulkan oleh anggota TNI di lapangan depan kantor Koramil pada 19 September 2020. Danramil yang memimpin mengatakan kepada masyarakat masih ada waktu dua hari untuk mengambil senjata yang dirampas kelompok separatis bersenjata.

baca juga

Lagi-lagi Haris menyebut ada nada ancaman kepada warga.

"Jika tidak dikembalikan dalam dua hari tersebut, maka akan dilakukan operasi penumpasan ke warga," tuturnya.

Lalu, TNI memerintahkan dua orang pemuda untuk mencari Melianus Wandagau, kepala suku Moni di Sugapa Lama yang menjadi lokasi perampasan senjata. Masih dalam hari yang sama, masyarakat kembali dikumpulkan di depan Gereja Imanuel 1 oleh Alpius, anggota TNI Koramil.

Kala itu Alpius mengatakan, bahwa Pendeta Gembala tidak pernah mengajarkan 10 hukum atau 10 Perintah Allah kepada jemaat Gembala tidak ajarkan kepada jemaat atau masyarakat, 10 perintah Allah Jelas tidak boleh membunuh orang, tapi kamu membunuh orang.

Selain itu, Alpius juga mengatakan bahwa orang-orang atau masyarakat Hitadipa yang menjadi musuh, lawan dan perang dengan saya (TNI/Polri) adalah, antara lain, Jimi Sani, Pendeta Yeremia Zanambani, Pendeta Yakobus Maiseni, Ibu Ev. Naomi Kobogau/Maiseni, Roni Majau dan Amoli Wandagau.

Amnesty International Indonesia mengungkap titik lokasi penembakan pendeta Yeremia Zanambani (68) di Kampung Bomba, Distrik Hitadipta, Kabupaten Intan Jaya, Papua yang diduga dilakukan oleh anggota TNI. [Amnesty Internasional]
Amnesty International Indonesia mengungkap titik lokasi penembakan pendeta Yeremia Zanambani (68) di Kampung Bomba, Distrik Hitadipta, Kabupaten Intan Jaya, Papua yang diduga dilakukan oleh anggota TNI. [Amnesty Internasional]

"Akibat pernyataan ini semua ibu-ibu dan bapak-bapak, termasuk pendeta dan Gembala menangis di depan Alpius," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TNI Tembak Pengurus Gereja Papua, Picu Antipati ke Pemerintah Indonesia

TNI Tembak Pengurus Gereja Papua, Picu Antipati ke Pemerintah Indonesia

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 16:40 WIB

Erick Thohir Cari 1.000 Putra Putri Terbaik Papua untuk Bekerja di BUMN

Erick Thohir Cari 1.000 Putra Putri Terbaik Papua untuk Bekerja di BUMN

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:59 WIB

Benny Wenda Sambut Baik Pembentukan UUD Sementara Papua Merdeka

Benny Wenda Sambut Baik Pembentukan UUD Sementara Papua Merdeka

News | Selasa, 27 Oktober 2020 | 16:24 WIB

Keuskupan Timika: Rufinus yang Dibunuh TNI Bukan OPM Tapi Katekis Gereja

Keuskupan Timika: Rufinus yang Dibunuh TNI Bukan OPM Tapi Katekis Gereja

News | Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:50 WIB

Sebby Sambom: TNI-Polri Tembak Katekis Katolik, Bukan Anggota TPNPB-OPM

Sebby Sambom: TNI-Polri Tembak Katekis Katolik, Bukan Anggota TPNPB-OPM

News | Senin, 26 Oktober 2020 | 15:29 WIB

TNI - Polri Tembak Mati Satu Gerilyawan Separatis Papua Merdeka

TNI - Polri Tembak Mati Satu Gerilyawan Separatis Papua Merdeka

News | Senin, 26 Oktober 2020 | 14:34 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×