Refly Harun: Saya Dengar PDIP Tidak Suka Erick Thohir, Makanya Dia Dihantam

Reza Gunadha, Hernawan

Jum'at, 30 Oktober 2020 | 14:16 WIB
Refly Harun: Saya Dengar PDIP Tidak Suka Erick Thohir, Makanya Dia Dihantam
Tangkapan Layar Video Refly Harun Membahas Hubungan Jokowi, Megawati, dan PDIP (YouTube/Refly Harun).

Suara.com - Pakar Hukum dan Tata Negara Refly Harun menanggapi adanya kabar PDIP menegur Presiden Jokowi yang dirasa lebih percaya Luhut Binsar Panjaitan dan Erick Thohir daripada partainya sendiri.

Refly Harun mengatakan, ketidaksepakatan PDIP dan Presiden Jokowi adalah hal yang wajar dan biasa. Bahkan sudah terjadi sejak masa jabatan pertama.

Polanya berulang, PDIP menurut Refly Harun terkesan hendak melengserkan beberapa tokoh pilihan Presiden Jokowi sebagaimana dilakukan dulu dan kini.

Pernyataan tersebut disampaikan Refly Harun lewat tayangan video di Kanal YouTube pribadinya, Jumat (30/10/2020). Dalam videonya, Refly Harun mengajak pemirsa untuk kembali menengok Presiden Jokowi pada periode pertama.

Menurut Refly Harun, permasalahan Presiden Jokowi periode lalu dan sekarang sama saja. Presiden Jokowi dinilai lebih mementingkan orang-orang terdekatnya daripada partainya sendiri.

Tangkapan Layar Video Refly Harun Membahas Hubungan Jokowi, Megawati, dan PDIP (YouTube/Refly Harun).
Tangkapan Layar Video Refly Harun Membahas Hubungan Jokowi, Megawati, dan PDIP (YouTube/Refly Harun).

Refly Harun lalu menyebut tiga nama kepercayaan Presiden Jokowi saat dirinya menjabat di periode pertama. Di sana tertera nama Luhut Binsar Panjaitan, Rini Soemarno, dan Andi Widjajanto.

"Problem pemerintahan Jokowi jilid satu dan dua sama. Pada jilid pertama ada ungkapan trio macan untuk menyebut orang yang dekat dengan Jokowi. Pertama Luhut Binsar Panjaitan Kepala Staf Presiden KSP, dua Rini Soemarno Menteri BUMN, dan tiga Andi Widjajanto selaku sekretaris kabinet," ujar Refly seperti dikutip Suara.com.

Menurut Refly Harun, ketegangan Presiden Jokowi dengan ketiga tokoh tersebut pernah terjadi. PDIP dianggapnya pernah berusaha menumbangkan ketiganya dengan berbagai cara.

Namun, upaya tersebut hanya berhasil untuk menumbangkan Andi Widjajanto saja. Sebab, Presiden Jokowi tidak melengserkan Luhut Binsar Panjaitan maupun Rini Soemarno sampai akhir masa jabatannya.

baca juga

"Tiga orang ini berusaha ditumbangkan kekuatan PDIP. Tentu dengan berbagai cara yang tentunya legal secara politik," ungkap Refly.

Upaya penggeseran Rini Seomarno menurut Refly Harun terbaca lewat angket Pelindo yang menuntut Presiden Jokowi mencopotnya. Kendati begitu, keputusan Presiden Jokowi tetap sama. Tidak ingin mengganti Rini Soemarno meskipun ia dilarang untuk datang ke DPR.

"Rini Soemarno dipertahankan walaupun hampir 5 tahun dilarang ke DPR, kemudian menjadi beban menteri keuangan dan menteri lainnya yang mewakili rapat," kata Refly.

Refly Harun lalu menuturkan, hal tersebut terbilang aneh dalam sistem presidensiil sebagaimana diterapkan di Indonesia.

"Ini sebenarnya aneh dalam sistem preisidensill karena partai penopang menginginkan menteri Jokowi diberhentikan, tapi Jokowi gak mau. Sederhana, karena Rini Soemarno menjadi orang yg sangat berjasa dalam pemenangan Presiden Jokowi," tukasnya.

Lebih lanjut lagi, Refly Harun membahas periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi dengan menyinggung tiga tokoh kenamaan, Airlangga Hartarto, Luhut Binsar Panjaitan, dan Erick Thohir.

Menurut Refly Harun, ketiga sosok tersebut sangat dipercaya oleh Presiden Jokowi yang apabila diserang PDIP akan berbahaya.

"Pada periode kedua sesungguhnya yang dipercaya Jokowi ada tiga orang, hanya saja kalau tiga orang ini diserang akan berbahaya. Airlangga Hartato, mitra koalisi partai golkar. Dua orang lain non partai, Luhut Binsar Panjaitan dan Erick Thohir," jelas Refly.

Refly Harun kemudian menyoroti sosok Erick Thohir yang namanya kian melejit dan semakin eksis. Bahkan, Erick Thohir dianggapnya tidak jarang menghiasi acara televisi bergengsi.

Apalagi, Erick Thohir saat ini dinilainya sedang menempati jabatan strategis, Menteri BUMN. Meskipun secara jabatan sering disalahartikan sebagai pemilik ratusan BUMN.

Dalam tayangan videonya, Refly Harun membaca PDIP seolah tidak puas dengan posisinya saat ini yang seperti kurang menempati posisi strategis.

Selain itu, Refly Harun pun sempat mendengar bahwa PDIP tidak suka dengan ketiga tokoh kepercayaan Presiden Jokowi, khususnya Erick Thohir. Oleh sebab itu, muncul keinginan PDIP untuk menyerang Menteri BUMN tersebut.

"Dalam kondisi seperti ini PDIP sepertinya tidak puas karena tidak dapat banyak posisi," kata Refly Harun.

"Makanya melalui kadernya, beberapa kali Erick Thohir dihantam. Saya dengar ada ketidaksukaan PDIP kepada Erick Thohir. Dari spektrum politik ya wajar," kata dia.

Menurut Refly Harun, hal itu yang kemudian bisa jadi menyebabkan Erick Thohir bukan favorit PDIP untuk diajak kerjasama, termasuk untuk pesta demokrasi pemilihan presiden 2024 mendatang.

Lihat videonya disini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PKS Minta Milenial Tak Ladeni Cibiran Mega: Kalau Mau Sukses Jangan Baper

PKS Minta Milenial Tak Ladeni Cibiran Mega: Kalau Mau Sukses Jangan Baper

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 13:03 WIB

Mega Cibir Demo, Buruh: Tak Pantas Diucapkan Jika Ngaku Partai Wong Cilik

Mega Cibir Demo, Buruh: Tak Pantas Diucapkan Jika Ngaku Partai Wong Cilik

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 12:18 WIB

Megawati Cibir Demo Berujung Bakar Halte, BEM SI: Itu Bukan Pendemo!

Megawati Cibir Demo Berujung Bakar Halte, BEM SI: Itu Bukan Pendemo!

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 11:44 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Smartwatch Android Terbaik yang Cocok Dipakai di iPhone

3 Rekomendasi Smartwatch Android Terbaik yang Cocok Dipakai di iPhone

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 13:46 WIB

Mengawal Asa Siswa Penyintas Kebakaran Kebayoran Lama

Mengawal Asa Siswa Penyintas Kebakaran Kebayoran Lama

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:46 WIB

Apa Saja Model Setrika Panasonic? Ini 5 Pilihan dari Dry Iron hingga Cordless

Apa Saja Model Setrika Panasonic? Ini 5 Pilihan dari Dry Iron hingga Cordless

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:45 WIB

Menkeu Suahasil Proyeksi Insentif Pajak Tembus Rp 576 T di 2025, Setara 2,2% PDB

Menkeu Suahasil Proyeksi Insentif Pajak Tembus Rp 576 T di 2025, Setara 2,2% PDB

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 13:43 WIB

Siswa SD Meninggal Tersedak Biji Kelengkeng MBG, DPR Desak BGN Investigasi

Siswa SD Meninggal Tersedak Biji Kelengkeng MBG, DPR Desak BGN Investigasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:43 WIB

Serum Tranexamic Acid yang Bagus untuk Flek Hitam Apa? Ini 5 Rekomendasinya

Serum Tranexamic Acid yang Bagus untuk Flek Hitam Apa? Ini 5 Rekomendasinya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:42 WIB

Siswi SMK di Bengkulu Terancam 7 Tahun Penjara karena Bunuh Anak Kandung

Siswi SMK di Bengkulu Terancam 7 Tahun Penjara karena Bunuh Anak Kandung

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:41 WIB

Mobil Bekas Murah Saat BBM Sulit: 5 Pilihan Irit, Bandel, dan Masih di Bawah Rp100 Juta

Mobil Bekas Murah Saat BBM Sulit: 5 Pilihan Irit, Bandel, dan Masih di Bawah Rp100 Juta

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 13:40 WIB

11 Day Cream Ber-SPF yang Tidak Bikin Dempul dan Kusam, Mulai Rp25 Ribuan

11 Day Cream Ber-SPF yang Tidak Bikin Dempul dan Kusam, Mulai Rp25 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:40 WIB

Sungai Batanghari Jambi Surut Akibat Kemarau, Ramai Diobok-obok Pemburu Benda Antik

Sungai Batanghari Jambi Surut Akibat Kemarau, Ramai Diobok-obok Pemburu Benda Antik

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:39 WIB

×