Pembantaian Tewaskan 54 Orang di Ethiopia, Ternak Dijarah dan Rumah Dibakar

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Selasa, 03 November 2020 | 12:55 WIB
Pembantaian Tewaskan 54 Orang di Ethiopia, Ternak Dijarah dan Rumah Dibakar
Bendera Ethiophia. (Pixabay/jorono)

Suara.com - Kelompok pemberontak di Ethiopia menewaskan 54 orang di wilayah Oromia akhir pekan lalu, di mana ternak warga dijarah dan sejumlah rumah dibakar.

Menyadur The Guardian, Selasa (3/11/2020), aksi kekerasan di wilayah Ethiophia barat yang dikenal sebagai Wollega ini dilakukan oleh Tentara Pembebasan Oromo (OLA), menargetkan kelompok etnis Amhara.

Komisi Hak Asasi Manusia Ethiopia (EHRC) mengatakan pembantaian yang terjadi pada Minggu (1/11) malam tersebut melibatkan 60 penyerang yang beberapa di antaranya bersenjata.

"Angka resmi menyatakan jumlah korban tewas 32 warga sipil, tetapi bukti awal yang diperolah EHRC menunjukkan jumlah korban sangat mungkin melebihi perhitungan," kata EHRC.

Menurut EHRC, para korban diseret dari rumah mereka dan dibawa ke sebuah sekolah, sebelum akhirnya dieksekusi.

Seorang korban selamat mengatakan kekerasan meletus setelah pasukan keamanan negara yang ditempatkan di Wollega tiba-tiba pergi, sehingga memungkinkan pejuang OLA memburu warga sipil.

"Setelah mengumpulkan kami, mereka menembaki kami, dan kemudian menjarah ternak dan membakar rumah," beber korban selamat yang tak disebutkan namanya, dengan alasan keamanan.

Saksi yang selamat dari pembantaian itu mengaku telah melihat lebih dari 50 mayat dari korban tewas pembantaian tentara OLA.

Lebih jauh, EHRC mendesak pihak berwenang untuk menyelidiki alasan pasukan militer mundur dari wilayah yang dihuni oleh etnis terbesar kedua di Ethiophia itu.

baca juga

"Pembunuhan warga sipil yang mengerikan ini tidak masuk akal dan melanggar prinsip-prinsip dasar kemanusiaan," kata kepala EHRC, Daniel Bekele, menambahkan para pelaku harus dimintai pertanggung jawaban.

OLA merupakan pasukan yang membelot dari Front Pembebasab Oromo, partai oposisi yang menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam pengasingan, tetapi diizinkan kembali ke Ethiophia setelah Perdana Menteri Abiy Ahmed menjabat 2018.

Kelompok beranggotakan ribuan orang ini disalahkan atas penculikan dan serangan bom di bagian barat dan selatan Ethiopia.

Serangan terhadap warga Amhara juga terjadi baru-baru ini di dua wilayah lain. Pihak berwenang, pekan lalu, melarang partai oposisi Gerakan Nasional Amhara (Nama) untuk melakukan demonstrasi mengecam pembuhuhan warga sipil.

Anggota senior Nama, Dessalegn Chanie mengatakan sekitar 200 warga Amhara telah dibunuh dengan kejam dalam serangan hari Minggu.

"Menurut orang yang selamat dari daerah yang saya ajak bicara hari ini, mereka tidak yakin tentang jumlah korban jiwa karena mereka baru saja lari (ke dalam hutan)," katanya.

Abiy mengatakan pasukan keamanan negara telah dikerahkan ke daerah konflik untuk melakukan serangkaian tindakan dan memulihkan keadaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri! Korban Tewas Protes Kematian Penyanyi Ethiopia Bertambah Jadi 156

Ngeri! Korban Tewas Protes Kematian Penyanyi Ethiopia Bertambah Jadi 156

News | Senin, 06 Juli 2020 | 07:20 WIB

ART Ethiopia 'dibuang' di Libanon:Kenapa Kami Diperlakukan Seperti Sampah

ART Ethiopia 'dibuang' di Libanon:Kenapa Kami Diperlakukan Seperti Sampah

Video | Jum'at, 26 Juni 2020 | 11:25 WIB

Ucapan Selamat Ivanka Trump ke Perdana Menteri Ethiopia Salah Ketik

Ucapan Selamat Ivanka Trump ke Perdana Menteri Ethiopia Salah Ketik

News | Rabu, 16 Oktober 2019 | 13:32 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×