Gus Sahal: Habib Rizieq Mengaitkan Jokowi dengan Gembong Komunis

Rifan Aditya , Hernawan

Rabu, 11 November 2020 | 08:40 WIB
Gus Sahal: Habib Rizieq Mengaitkan Jokowi dengan Gembong Komunis
Tangkapan layar Akhmad Sahal atau Gus Sahal. [YouTube/CokroTV]

Suara.com - Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika Akhmad Sahal tengah menyedot perhatian publik seiring kepulangan Habib Rizieq ke Tanah Air.

Pria yang kerap disapa Gus Sahal itu bahkan sempat trending. Sebab, dia banyak mengomentari kembalinya sosok Habib Rizieq, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI).

Gus Sahal lewat jejaring Twitter miliknya juga mengomentari pandangan Habib Rizieq terkait revolusi sebagaimana dia ungkapkan kepada massa yang menyambutnya.

Untuk diketahui, Habib Rizieq menyebut revolusi mental bersumber dari peletak paham komunis, Karl Marx.

Menanggapi hal itu, Gus Sahal mengatakan, sejatinya revolusi mental merupakan jargon yang dipopulerkan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Cuitan Gus Sahal Sebut Habib Rizieq Mengaitkan Jokowi dengan Gembong Komunis (Twitter/Sahal_AS).
Cuitan Gus Sahal Sebut Habib Rizieq Mengaitkan Jokowi dengan Gembong Komunis (Twitter/Sahal_AS).

Menurutnya, pernyataan yang disampaikan Habib Rizieq itu secara implisit mengaitkan Jokowi dengan komunis.

"Revolusi mental adalah jargon yang dipopulerkan Pak Jokowi," kata Gus Sahal, Selasa (10/11/2020).

"Habib Rizieq bilang istilah itu dipakai gembong komunis. Berarti Rizieq secara implisit mengaitkan Jokowi dengan 'gembong komunis'," lanjut dia.

Sebelumnya, Habib Rizieq tiba di Indonesia pada Selasa (10/11/2020) sekira pukul 08.38 WIB melalui Bandara Soekarno Hatta.

baca juga

Kepulangannya disambut ribuan massa yang tampak bersukacita. Mereka bahkan mengantar Habib Rizieq sampai tiba di kediamannya.

Habib Rizieq sempat menyampaikan sepatah kata kepada massa yang ikut menyambut kepulangannya. Dia membahas perihal revolusi, dibuka dengan pengertiannya secara mendasar.

"Dengar kata revolusi, wah kalang kabut lagi. Revolusi, revolusi, revolusi. Revolusi itu perubahan drastis dan mendasar. Jadi, kalau perubahan drastis itu kemarin tukang bohong, hari ini perubahan drastis, gak jadi tukang bohong lagi," jelas Habib Rizieq dilansir dari tayangan Kanal YouTube Front TV.

"Tapi kalau kemarin tukang bohong sekarang bohongnya dikurangi sedikit-sedikit, itu bukan revolusi," sambungnya.

Lebih lanjut, Habib Rizieq menuturkan alasannya memilih narasi revolusi akhlak, bukan revolusi lainnya seperti revolusi moral, revolusi budi pekerti, bahkan revolusi mental.

Habib Rizieq mengatakan nabi menggunakan istilah revolusi akhlak sehingga dia kemudian mengadopsi untuk langkah gerakannya.

Sementara itu, Habib Rizieq juga menyebut revolusi mental merupakan gagasan peletak paham komunisme, Karl Mark.

"Nabi yang menggunakan kata akhlak, jadi kita lebih suka pakai istilah akhlak. Kenapa gak pakai mental? Kata mental dipakai oleh Karl Marx. Karl Marx yang pakai, gembongnya komunis. Makanya saya gak pakai," tandas Habib Rizieq.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Habib Rizieq Capek, Tak Sempat Obrolkan Reuni 212 2 Desember di Monas

Habib Rizieq Capek, Tak Sempat Obrolkan Reuni 212 2 Desember di Monas

Jakarta | Rabu, 11 November 2020 | 06:45 WIB

Total 118 Pesawat Delay di Bandara Soetta karena Habib Rizieq Pulang

Total 118 Pesawat Delay di Bandara Soetta karena Habib Rizieq Pulang

Jakarta | Rabu, 11 November 2020 | 06:40 WIB

CEK FAKTA: Habib Rizieq Pernah Bersumpah Najis Pulang Indonesia?

CEK FAKTA: Habib Rizieq Pernah Bersumpah Najis Pulang Indonesia?

News | Selasa, 10 November 2020 | 14:08 WIB

Terkini

Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!

Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:48 WIB

Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser

Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:00 WIB

Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal

Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:45 WIB

Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha

Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:40 WIB

Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib

Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:58 WIB

'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!

'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:10 WIB

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:15 WIB

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:29 WIB

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:21 WIB

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:15 WIB