Warga Indonesia Mesti Waspada Badai Asma di Tengah Musim Semi Melbourne

Siswanto, ABC

Kamis, 12 November 2020 | 16:50 WIB
Warga Indonesia Mesti Waspada Badai Asma di Tengah Musim Semi Melbourne
ABC Australia

Suara.com - Warga keturunan Asia, termasuk asal Indonesia, perlu waspada kemungkinan dampak kesehatan karena adanya badai asma di tengah musim semi menjelang musim panas di Australia seperti sekarang ini.

Peringatan mengenai kemungkinan adanya badai asma atau 'thunderstorm asthma' telah dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan negara bagian Victoria terhadap beberapa kawasan hari Rabu dan Kamis pekan ini.

Disarankan mereka yang sudah memiliki riwayat penyakit asma untuk tidak keluar rumah ketika terjadi perubahan cuaca, saat badai angin kencang dan hujan turun setelah suhu tinggi.

Peringatan mengenai kemungkinan adanya badai asma semakin sering dilakukan dalam beberapa tahun terakhir di Australia, menyusul badai asma yang terjadi di Melbourne yang menyebabkan 10 orang meninggal.

Ketika itu, tepatnya 21 November 2016, tiupan angin kencang yang kemudian disertai hujan menciptakan udara yang penuh dengan serbuk rumput atau 'pollen' yang menyebabkan banyak orang mengalami serangan asma.

Bagaimana badai asma terjadi?

Di negeri empat musim seperti Australia, tanaman termasuk rumput akan tumbuh dan bermekaran di musim semi, karena cuaca yang lebih hangat.

Di saat seperti inilah, serbuk-serbuk dari tanaman semakin banyak di udara.

Bagi sebagian orang, serbuk itu bisa masuk ke dalam sistem saluran pernapasan dan menimbulkan alergi, kondisi yang disebut 'hay fever'.

"Dalam kondisi biasa, pollen itu ukurannya 35 micrometer, sehingga biasanya polen itu hanya masuk ke saluran pernapasan bagian atas, sehingga timbul gejala seperti hidung mampet," kata Putri Ramadhany.

baca juga

Namun ketika terjadi badai, saat angin bertiup kencang dan kemudian hujan, maka serbuk-serbuk itu pecah menjadi partikel lebih kecil dan dapat dibawa angin dalam jarak yang jauh.

"Dalam penelitian disebutkan karena angin, partikel itu bisa pecah menjadi 2,5 micrometer dan kemudian masuk ke saluran pernapasan bawah sehingga memacu asma," kata Putri.

Saat badai asma di tahun 2016, tidak ada peringatan sama sekali bagi mereka yang berada di luar rumah atau tidak membawa obat untuk meredakan serangan asma, karenanya banyak yang meminta pertolongan segera.

"Memang mereka yang berisiko terkena asma ketika adanya badai ini adalah mereka yang sudah terkena hay fever, walau sebelumnya mereka mungkin tidak pernah mengalami asma," kata Putri lagi merujuk kepada berbagai penelitian yang dibacanya.

Cara menghindari dampak badai asma

Puncak musim polen di Australia terjadi antara bulan November sampai dengan Desember.

Oleh karena itu, menurut Putri, sebaiknya selama musim semi dan musim panas bila ingin berkegiatan di luar rumah di Australia, hal yang perlu dilakukan antara lain mengecek kadar polen dan ramalan cuaca setiap hari.

"Kalau penderita asma, pastikan tindakan yang dilakukan sudah diketahui dan selalu membawa ventoli,"

"Juga hindari aktivitas di luar ruangan sebelum dan saat badai khususnya saat angin kencang yang datang sebelum hujan.

"Tetap berada di dalam ruangan gedung, rumah atau mobil. Tutup jendela dan nyalakan AC." kata Putri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×