Selamat Datang di Planet K2-141b, Ada Hujan Batu dan Angin Supersonik

Siswanto, BBC

Jum'at, 13 November 2020 | 13:32 WIB
Selamat Datang di Planet K2-141b, Ada Hujan Batu dan Angin Supersonik
BBC

Suara.com - Di planet K2-141b, hujan yang turun berupa bebatuan dan ada juga lautan lava sedalam lebih dari 100 kilometer, serta, angin di sana bertiup dengan kecepatan empat kali lipat dari kecepatan suara.

"Ini adalah planet yang sangat menarik, memiliki cuaca ekstrem, hujan mineral dan salju, serta angin supersonik," kata astronom dan penulis utama penelitian, Tue Giang Nguyen, kepada BBC.

"Ini bukan tempat yang menyenangkan untuk dijadikan tempat tinggal, tapi ini planet yang keren untuk mempelajari hal-hal aneh yang dianggap remeh di Bumi!" tambah rekannya, Profesor Nicolas Cowan.

Bersama dengan tim astronom dari India dan Kanada, mereka telah menerbitkan makalah baru tentang temuan-temuan terbaru di K2-141b, planet berbatu seperti Bumi… atau mungkin tidak demikian.

Selamat datang di 'planet lava'

K2-141b, atau yang juga dikenal dengan nama EPIC 246393474.01, terletak 202 tahun cahaya dari kita, di konstelasi Aquarius.

Planet itu memiliki alam yang berapi-api dan tidak ramah. K2-141b mengorbit begitu dekat mengelilingi bintang tata suryanya, sehingga satu tahun berakhir dalam waktu kurang dari tujuh jam.

Bintangnya adalah apa yang para astronom sebut sebagai "kerdil oranye" dan suhunya jauh lebih dingin dari Matahari kita, serta sangat redup sehingga tidak dapat dilihat dari Bumi.

"Ini adalah planet lava," kata para ilmuwan yang menganalisis dan menafsirkan datanya di Institut Penelitian dan Pendidikan Sains India di Kolkata, India, Universitas York di Toronto, dan Universitas McGill di Montreal, Kanada.

Planet ini juga merupakan "Bumi-super", karena meskipun tidak jauh lebih besar dari planet kita, massanya sekitar lima kali lipat lebih besar. Atau dalam arti lain, tarikan gravitasi K2-141b lima kali lebih kuat dari Bumi.

baca juga

Meskipun K2-141b ditemukan pada 2018 oleh "misi K2" Teleskop Luar Angkasa Kepler, para ilmuwan baru sekarang mulai memahami keajaiban planet itu.

Jadi, bagaimana cuacanya?

Meskipun K2-141b mengelilingi bintangnya dalam hitungan jam, planet itu tidak berputar pada porosnya, seperti halnya Bumi.

"Ini berarti dua pertiga planet selalu terpapar cahaya sepanjang hari, dan suhu di sisi itu bisa mencapai 3.000 celsius," kata Profesor Cowan.

Sebaliknya, di sisi berlawanan selalu berada dalam kegelapan, dan suhu di wilayah itu terjun hingga -200 derajat celsius.

Perubahan suhu yang drastis ini menyebabkan cuaca ekstrem, serta apa yang disebut para astronom sebagai "hujan bebatuan".

Di Bumi, siklus air terdiri dari air yang menguap dari tanah yang kemudian membentuk awan di atmosfer, lalu hujan yang turun untuk mengisi kembali danau dan lautan, dan proses itu dimulai dari awal lagi.

"Jadi, di K2-141b sama saja, tapi dengan bebatuan!" kata Cowan.

'Aneh dan menarik'

"Yang harus Anda ingat adalah, di planet ini, semuanya terbuat dari batu," katanya.

Suhu panas di sisi siang hari planet ini "sangat tinggi, sehingga batuan menguap dan mineral naik ke atmosfernya yang tipis. Aneh, tapi menarik!"

"Tapi, tidak ada lapisan atmosfer di sisi malam planet ini, yang sangat dingin dan beku total," tambahnya.

Perubahan drastis antara tekanan dan suhu antara sisi siang dan sisi malam planet ini menghasilkan angin supersonik - kecepatan yang kita maksud ini mencapai 5.000 kilometer per jam.

Ini "membawa uap batu ke sisi malam planet, di mana akan mengembun menjadi tetesan batu," kata Cowan.

"Pada dasarnya, akan berakhir dengan hujan batu, dan terkadang bahkan batu salju, yang jatuh ke lautan magma di bawahnya," tambahnya.

"Studi ini adalah yang pertama yang memperkirakan tentang kondisi cuaca di K2-141b," kata Nguyen, sambil bersemangat menceritakan tentang apa yang dapat dideteksi "dari jarak ratusan tahun cahaya dengan teleskop generasi termaju".

Haruskah kita peduli?

Ini semua sangat menarik, tapi mengapa penting bagi kita para penduduk bumi?

"Mempelajari K2-141b dapat membantu kita lebih memahami tentang masa lalu Bumi, karena Bumi pernah menjadi dunia yang diselubungi magma," kata penulis utama, Nguyen.

"Planet-planet lava memberi kita pandangan yang langka soal tahap evolusi planet tersebut," tambah Cowan, "Semua planet berbatu, termasuk Bumi, dimulai sebagai alam cair, tetapi kemudian mendingin dan mengeras dengan cepat."

Dengan mengetahui lebih banyak tentang K2-141b, kita dapat mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana Bumi terbentuk. Lebih lagi, ada insentif tambahan untuk terus mencari tahu.

"Hal ini dapat menjadi dasar bagi penelitian-penelitian di masa depan tentang planet lava yang belum ditemukan yang jumlahnya tak terhitung. Ini merupakan langkah integral untuk eksplorasi lebih lanjut planet-planet mirip Bumi atau alam-alam layak huni di luar tata surya kita," kata Nguyen.

"Planet lava ini sangat menyenangkan, dan memungkinkan kita mempelajari semua hal aneh!" tambah rekannya, Cowan.

Jika Anda tidak memiliki akses ke teleskop bernilai jutaan dolar tetapi ingin mempelajari sedikit tentang astronomi, Anda masih dapat melihat K2-141b dan sekitarnya di katalog NASA, yang menawarkan gambar-gambar jarak dekat yang fantastis dengan model yang akurat secara ilmiah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:50 WIB

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:28 WIB

Kasus KM Virgo Transport 8, Pemilik Kapal Bisa Terjerat Pidana

Kasus KM Virgo Transport 8, Pemilik Kapal Bisa Terjerat Pidana

Video | Rabu, 30 September 2026 | 21:20 WIB

Nahkoda KM Virgo Transport 8 Ditetapkan Tersangka dan Ditahan!

Nahkoda KM Virgo Transport 8 Ditetapkan Tersangka dan Ditahan!

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:11 WIB

Kim Young Kwang dan Lee Ju Myoung Dipastikan Bintangi The Queen of Taming

Kim Young Kwang dan Lee Ju Myoung Dipastikan Bintangi The Queen of Taming

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 21:00 WIB

Apakah 28 Oktober 2026 Hari Libur Nasional? Ini Daftar Tanggal Merah Bulan Depan

Apakah 28 Oktober 2026 Hari Libur Nasional? Ini Daftar Tanggal Merah Bulan Depan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 20:55 WIB

6 Shio yang Bakal Banjir Duit di Bulan Oktober 2026 Menurut Ahli Tarot

6 Shio yang Bakal Banjir Duit di Bulan Oktober 2026 Menurut Ahli Tarot

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 20:50 WIB

Sumsel Dikepung 2.639 Titik Panas Hari Ini, Apa yang Sebenarnya Sedang Terjadi?

Sumsel Dikepung 2.639 Titik Panas Hari Ini, Apa yang Sebenarnya Sedang Terjadi?

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 20:42 WIB

Kasus Karhutla: 138 Orang Ditetapkan Tersangka, 68 Perusahaan Disegel!

Kasus Karhutla: 138 Orang Ditetapkan Tersangka, 68 Perusahaan Disegel!

News | Rabu, 30 September 2026 | 20:38 WIB

Harga Cabai Merah Palembang Rp70 Ribu per Kilogram, Stok Aman tapi Kenapa Tetap Mahal?

Harga Cabai Merah Palembang Rp70 Ribu per Kilogram, Stok Aman tapi Kenapa Tetap Mahal?

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 20:22 WIB

×