Elon Musk Akan Buat Rancangan Hukum Sendiri di Planet Mars

RR Ukirsari Manggalani | Lintang Siltya Utami
Elon Musk Akan Buat Rancangan Hukum Sendiri di Planet Mars
Planet Mars dari hasil pemotretan NASA [NASA].

Deklarasi Hak dan Kewajiban Kemanusiaan di Alam Semesta menyatakan luar angkasa harus dianggap bebas dengan prinsip seperti ini.

Suara.com - Perusahaan dirgantara swasta SpaceX mengatakan tidak akan mengakui hukum internasional di Mars. Sebaliknya, perusahaan milik Elon Musk itu akan membuat hukum atau serangkaian prinsip yang mengatur dirinya sendiri.

Musk mengungkapkan rencananya untuk membuat kota mandiri di Mars pada minggu lalu, meskipun belum ada kerangka waktu yang ditetapkan untuk pengembangannya.

Setiap koloni masa depan yang dibuat oleh SpaceX kemungkinan akan menggunakan konstelasi satelit Starlink yang mengorbit Bumi untuk menyediakan koneksi internet kepada manusia dan mesin di permukaan Mars.

Saat ini, lebih dari 800 satelit internet telah diluncurkan ke orbit sekitar Bumi. Perusahaan berencana untuk meluncurkan total sekitar 12.000 satelit. Aplikasi Starlink pun diluncurkan di wilayah tertentu minggu ini, setelah melakukan uji beta di beberapa bagian Amerika Serikat dan Kanada.

Baca Juga: Catat! Ini Tanggal NASA - SpaceX Luncurkan Misi Rotasi Awak Pertama di ISS

Elon Musk. [Frederic J. Brown/AFP]
Elon Musk. [Frederic J. Brown/AFP]

Pengguna mengetahui persyaratan layanan dalam aplikasi menyatakan bahwa layanan Starlink yang diberikan ke Bumi atau Bulan akan diatur sesuai dengan hukum Negara Bagian California. Namun di luar Bumi, hukum dan peraturan yang akan dipatuhi masih kurang jelas.

Bagian hukum yang mengatur menyatakan untuk layanan yang disediakan di Mars atau dalam transit ke Mars melalui Starship atau pesawat luar angkasa kolonisasi lainnya, para pihak mengakui Mars sebagai planet bebas dan tidak ada pemerintah berbasis di Bumi yang memiliki otoritas atau kedaulatan atas aktivitas Mars.

Dilansir dari Independent pada Jumat (30/10/2020), insinyur sistem luar angkasa Erwan Beauvois mengatakan bahwa posisi SpaceX mengingatkan pada deklarasi yang diajukan oleh Earthlight Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang berkomitmen untuk mempersiapkan perluasan umat manusia di luar Bumi.

Deklarasi Hak dan Kewajiban Kemanusiaan di Alam Semesta menyatakan bahwa luar angkasa harus dianggap bebas dengan prinsip oleh semua, untuk semua, dan kepada semua.

Baca Juga: Best 5 Oto: Elon Musk Difilmkan, Channing Tatum dan Tom Cruise Geber Motor

Komentar