Vaksin Sinovac Diklaim Sukses Pada Fase Uji Klinis

Siswanto, BBC

Kamis, 19 November 2020 | 10:36 WIB
Vaksin Sinovac Diklaim Sukses Pada Fase Uji Klinis
BBC

Suara.com - Sebuah vaksin Covid-19 yang dikembangkan di China, diklaim sejumlah pakar, menunjukkan sinyal kesuksesan dalam fase uji klinis.

Saat ini terdapat sejumlah vaksin yang tengah dikaji di China, beberapa di antaranya telah mendapat persetujuan dari otoritas kesehatan.

Awal November lalu, vaksin yang dikembangkan Sinovac Biotech, perusahaan farmasi asal China, secara cepat memicu imun sekitar 700 relawan dalam fase uji klinis.

Di seluruh dunia, sejauh ini terdapat tiga vaksin Covid-19 yang khasiat atau tingkat efikasinya disebut mencapai lebih dari 90% dalam tahap uji klinis akhir.

Ketiganya dikembangkan di AS, Jerman, dan Rusia serta melibatkan lebih dari 10.000 relawan.

Apa yang diketahui tentang vaksin buatan China?

Empat vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh China sudah memasuki fase ketiga dan fase akhir uji klinis. Satu dari empat vaksin itu diciptakan Sinovac Biotech, perusahaan yang juga menjalin kerja sama dengan pemerintah Indonesia.

Namun kajian yang diterbitkan di jurnal The Lancet baru menjabarkan hasil pengembangan salah satu vaksin pada fase pertama dan kedua tahap uji klinis.

Walau diklaim bisa secara cepat menumbuhkan respons imun tubuh, kajian yang digelar selama April dan Mei lalu itu tidak menyebut berapa persentase efikasi vaksin tersebut.

Zhu Fengcai, salah satu peneliti yang menulis kajian itu, berkata bahwa vaksin buatan Sinovac itu cocok untuk keperluan kegawatdaruratan.

baca juga

Fengcai merujuk uji klinis fase pertama yang melibatkan 144 relawan dan fase kedua yang diikuti 600 relawan.

Data hasil uji klinis fase ketiga sekarang belum diterbitkan.

Uji klinis tahap akhir empat vaksin China sedang dilakukan di Pakistan, Arab Saudi, Rusia, Indonesia, dan Brasil.

Hampir 60.000 orang telah menerima empat vaksin awal November lalu.

Uji klinis vaksin Sinovac Biotech di Brasil sempat dihentikan pekan lalu. Prosesnya kemudian dilanjutkan setelah kematian seorang relawan dinyatakan tidak terkait dengan vaksin itu.

Tiga dari empat vaksin China ditawarkan kepada para pekerja di garis terdepan pandemi, seperti perawat dan dokter, sebagai bagian dari program kesehatan darurat.

Adapun angkatan bersenjata China sudah setuju akan menggunakan salah satu vaksin untuk personel mereka.

Bagaimana perbandingan vaksin China dengan vaksin lainnya?

Vaksin yang dikembangkan dalam program kemitraan Jerman-AS, oleh Pfizer dan BioNtech, dilaporkan lebih dari 90% efektif berdasarkan uji klinis tahap akhir terhadap lebih dari 43.000 relawan.

Perusahaan farmasi AS lainnya, Moderna, mengklaim vaksin mereka menunjukkan efikasi hampir 95%, juga setelah uji klinis tahap akhir.

Dua vaksin yang disebut tadi masih dalam tahap awal uji klinis. Penggunaannya belum mendapat lampu hijau dari otoritas kesehatan.

Sementara itu, vaksin Covid-19 buatan Rusia dilaporkan efektif 92% dalam uji klinis yang melibatkan 16.000 sukarelawan. Setelah mendapatkan persetujuan, vaksin ini digunakan untuk keperluan darurat di Rusia, Agustus lalu.

Para peneliti di balik tiga vaksin tadi sudah merilis data yang lebih maju daripada vaksin China.

Namun Sinovac Biotech juga melakukan uji klinis tahap akhir yang sama. Walau belum ada rilis terkait hasil tahap akhir itu, belum tentu capaian di AS, Jerman, dan Rusia lebih maju.

Penggunaan vaksin untuk tenaga medis itu menunjukkan otoritas China memiliki keyakinan besar terhadap temuan mereka.

Bagaimanapun, hingga kini belum jelas, vaksin mana yang akan pertama kali diluncurkan dalam skala besar.

Persetujuan otoritas kesehatan dan proses produksi massal diyakini akan menjadi rintangan. Para ahli pun meminta publik tidak mengharapkan program vaksinasi yang masif akhir tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Mengenal Fakfak, Surga Pala di Papua Barat yang Kini Dikepung Api

Mengenal Fakfak, Surga Pala di Papua Barat yang Kini Dikepung Api

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 12:50 WIB

Belanja di USS Downtown Market 2026 Bisa Dapat Cashback Rp1 Juta dari BRI

Belanja di USS Downtown Market 2026 Bisa Dapat Cashback Rp1 Juta dari BRI

Bri | Minggu, 06 September 2026 | 12:46 WIB

Dari Tiara Andini hingga Aksi Unik Wagub Jatim, Inilah Rangkuman Konser 40 Tahun Kahitna

Dari Tiara Andini hingga Aksi Unik Wagub Jatim, Inilah Rangkuman Konser 40 Tahun Kahitna

Entertainment | Minggu, 06 September 2026 | 12:45 WIB

Belanja Produk Premium Tak Cuma Soal Harga, Ini Cara Memilih yang Benar

Belanja Produk Premium Tak Cuma Soal Harga, Ini Cara Memilih yang Benar

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 12:40 WIB

4 Bahaya Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk Warga Jakarta dan Sekitarnya

4 Bahaya Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk Warga Jakarta dan Sekitarnya

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 12:36 WIB

Hujan Abu Anak Krakatau Meluas Hingga Jabar, Material Pasir Halus Ditemukan Warga Bandung

Hujan Abu Anak Krakatau Meluas Hingga Jabar, Material Pasir Halus Ditemukan Warga Bandung

Jabar | Minggu, 06 September 2026 | 12:31 WIB

5 Penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam Batal Buntut Erupsi Anak Krakatau

5 Penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam Batal Buntut Erupsi Anak Krakatau

Batam | Minggu, 06 September 2026 | 12:25 WIB

Erupsi Anak Krakatau Meluas: Penerbangan di Soekarno-Hatta, Halim, dan Radin Inten II Terganggu

Erupsi Anak Krakatau Meluas: Penerbangan di Soekarno-Hatta, Halim, dan Radin Inten II Terganggu

Banten | Minggu, 06 September 2026 | 12:21 WIB

Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses

Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 12:20 WIB

Bertambah, 19 Penerbangan Bandara Pekanbaru Batal Imbas Erupsi Anak Krakatau

Bertambah, 19 Penerbangan Bandara Pekanbaru Batal Imbas Erupsi Anak Krakatau

Riau | Minggu, 06 September 2026 | 12:18 WIB

×