Perhimpunan Guru Tolak Buka Sekolah Januari 2021, Ini Alasannya

Bangun Santoso, Stephanus Aranditio

Senin, 23 November 2020 | 07:19 WIB
Perhimpunan Guru Tolak Buka Sekolah Januari 2021, Ini Alasannya
Ilustrasi sekolah. [Antara]

Suara.com - Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) menilai keputusan pemerintah pusat memperbolehkan pembukaan sekolah pada Januari 2021 dengan menyerahkan kewenangan ke pemerintah daerah sangat berbahaya, belajar online harus diteruskan sampai vaksinasi dilakukan.

Koordinator P2G Satriwan Salim menjelaskan beberapa alasannya. Pertama, kesiapan pemerintah daerah dan pihak sekolah mempersiapkan infrastruktur protokol kesehatan di sekolah cukup diragukan, sebab budaya disiplin masih kurang, jika lalai maka bisa menyebabkan klaster penularan baru di sekolah.

"P2G meragukan kesiapan sekolah memenuhi syarat-syarat daftar periksa protokol kesehatan yang cukup detail. Kesiapan infrastruktur dan budaya disiplin masih belum maksimal dilaksanakan. Sarana-prasarana yang menunjang protokol kesehatan bersifat mutlak, tapi banyak sekolah belum menyiapkan dengan sempurna," kata Satriwan, Senin (23/11/2020).

Oleh sebab itu, P2G meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kementerian Agama turun tangan memastikan satu per satu protokol kesehatan sekolah di daerah.

"Sekolah juga tak boleh memaksa orang tua memberikan izin. Mendapatkan layanan pendidikan adalah hak dasar siswa," sambungnya.

Pembukaan sekolah pada Januari 2021 juga dinilai berbahaya bagi kesehatan pelajar dan tenaga pendidik karena digelar usai libur panjang akhir tahun yang biasanya muncul klaster di tingkat keluarga pasca liburan, belum lagi potensi kerumunan saat Pilkada 9 Desember 2020.

"Bayangkan Januari kemudian sekolah tatap muka dilakukan. Jadi kekhawatiran sekolah akan menjadi klaster terbaru COVID-19 sangat beralasan," katanya.

Kemudian, sekolah tatap muka dengan pembatasan juga tidak akan efektif, sebab interaksi sosial siswa di sekolah juga sangat terbatas dan tak akan optimal, sama saja dengan belajar online dari rumah.

"Guru juga tidak akan bisa optimal mengawasi aktivitas siswa setelah keluar dari gerbang sekolah. Mereka main kemana, melakukan apa, bersama siapa, dan mengendarai apa, semuanya di luar pengawasan guru. Di sini juga letak potensi penyebaran COVID-19 yang kita khawatirkan," ujar dia.

baca juga

Satriwan menegaskan pihaknya tidak mendukung sekolah dibuka pada Januari 2021, dia menyarankan sekolah baru dibuka setelah pemerintah melakukan program vaksinasi COVID-19 agar aman.

"P2G pada intinya meminta kepada para Kepala Daerah, agar sekolah jangan dulu dibuka secara nasional, sampai vaksin Covid-19 sudah diproduksi, PJJ sebaiknya diteruskan sampai akhir tahun ajaran baru 2020/2021, dengan perbaikan-perbaikan," pungkas Satriwan.

Sebelumnya, Pemerintah memutuskan untuk membuka kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka per Januari 2021 tanpa mempertimbangkan zona resiko penularan covid-19 lagi.

Pemerintah pusat memberikan kewenangan penuh kepada pemerintah daerah bersama sekolah dan orang tua murid untuk mempersiapkan diri membuka sekolah.

Kebijakan ini dilakukan untuk menyelamatkan anak Indonesia dari ketertinggalan pelajaran karena berbagai masalah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) seperti kondisi mental pelajar maupun tekanan psikososial dan kekerasan dalam rumah tangga.

PJJ yang sudah berjalan sembilan bulan dinilai tidak efektif karena minimnya sarana prasarana pendukung seperti tidak adanya gawai dari siswa dan akses internet yang tidak merata, terutama di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Keputusan ini diketok oleh empat menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama Fachrul Razi, dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, serta direstui oleh Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo dan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Boleh Asal, IDAI : Harus Ada Rambu-rambu Pembukaan Sekolah

Tak Boleh Asal, IDAI : Harus Ada Rambu-rambu Pembukaan Sekolah

Health | Sabtu, 21 November 2020 | 07:05 WIB

Sekolah Buka Tahun Depan, Ini Pengalaman Buruk Sekolah Daring

Sekolah Buka Tahun Depan, Ini Pengalaman Buruk Sekolah Daring

Sulsel | Jum'at, 20 November 2020 | 16:36 WIB

Kemendikbud Gelar Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2020

Kemendikbud Gelar Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2020

Press Release | Selasa, 03 November 2020 | 18:06 WIB

Bantuan Kuota Internet Kemendikbud, Siswa : PJJ Lancar!

Bantuan Kuota Internet Kemendikbud, Siswa : PJJ Lancar!

News | Selasa, 03 November 2020 | 12:27 WIB

Ganti UN dengan AN, Kemendikbud Siapkan Dana Rp155 Miliar

Ganti UN dengan AN, Kemendikbud Siapkan Dana Rp155 Miliar

Video | Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:05 WIB

Siapkan Anggaran Rp155 M, Kemendikbud Ganti UN dengan Asesmen Nasional

Siapkan Anggaran Rp155 M, Kemendikbud Ganti UN dengan Asesmen Nasional

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2020 | 08:50 WIB

Ujian Nasional Bakal Diganti Asesmen Nasional, Kemendikbud Siapkan Rp 155 M

Ujian Nasional Bakal Diganti Asesmen Nasional, Kemendikbud Siapkan Rp 155 M

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 07:51 WIB

Terkini

Badai Datang, Rumah Terancam: Perjuangan Tikus Kecil di The Outermost Mouse

Badai Datang, Rumah Terancam: Perjuangan Tikus Kecil di The Outermost Mouse

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 09:20 WIB

Pertamina Raih Penghargaan IABC 2026 lewat Komunikasi Digital untuk Misi Kemanusiaan

Pertamina Raih Penghargaan IABC 2026 lewat Komunikasi Digital untuk Misi Kemanusiaan

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:18 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Pantau Saham ANTM

IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Pantau Saham ANTM

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:17 WIB

Laptop AI Lenovo Mulai Bisa Ngobrol dengan Email dan Kalender Pengguna

Laptop AI Lenovo Mulai Bisa Ngobrol dengan Email dan Kalender Pengguna

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 09:15 WIB

Gubernur Khofifah Perluas Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan hingga Ponorogo

Gubernur Khofifah Perluas Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan hingga Ponorogo

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 09:04 WIB

Korea Utara Tembakkan Senjata Misterius, Jepang dan Korsel Deg-degan

Korea Utara Tembakkan Senjata Misterius, Jepang dan Korsel Deg-degan

News | Senin, 21 September 2026 | 09:02 WIB

Kualitas Aset BRI Membaik, Sinyal Asing Bakal Borong BBRI Lagi?

Kualitas Aset BRI Membaik, Sinyal Asing Bakal Borong BBRI Lagi?

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:59 WIB

Akses Suporter Terpisah, Pemkab Kediri Bangun Jalan Menuju Stadion GDJ

Akses Suporter Terpisah, Pemkab Kediri Bangun Jalan Menuju Stadion GDJ

Jakarta | Senin, 21 September 2026 | 08:57 WIB

Arus Kencang Hambat ROV Basarnas Cari Korban di Dalam Bangkai KM Virgo Transport 8

Arus Kencang Hambat ROV Basarnas Cari Korban di Dalam Bangkai KM Virgo Transport 8

News | Senin, 21 September 2026 | 08:56 WIB

Asa Baru Pembiayaan Megapolitan, New York Siap Sokong Penerbitan Jakarta Bond

Asa Baru Pembiayaan Megapolitan, New York Siap Sokong Penerbitan Jakarta Bond

News | Senin, 21 September 2026 | 08:54 WIB

×