Pakar : Pilkada 2020 akan Berjalan Aman dan Partisipasi Masyarakat Tinggi

Fabiola Febrinastri

Selasa, 01 Desember 2020 | 16:19 WIB
Pakar : Pilkada 2020 akan Berjalan Aman dan Partisipasi Masyarakat Tinggi
Dekan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Unas Jakarta, Dr. Zulkarnain, M.Si. (Dok : Kemendagri)

Suara.com - Dekan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Dr. Zulkarnain, M.Si, mengaku optimistis Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 akan berjalan aman, damai dan partisipasi masyarakat tinggi.

"Pilkada di masa pandemi, menurut saya, relatif terkendali dengan protokol kesehatan yang ketat dan adanya komitmen seluruh pihak, agar pilkada berlangsung damai, tanpa gangguan dan jtidak sampai mengancam penyebaran virus ke masyarakat, karena penegakan protokol di seluruh tahapannya berjalan dengan baik. Masyarakat tidak perlu khawatir, jam kedatangan ke TPS (tempat pemungutan suara) sudah diatur, agar tidak terjadi kerumunan. Gunakan hak pilih Anda dengan baik, datang ke TPS," ujarnya, saat dihubungi, Selasa (1/12/2020).

Menurut dia, pilkada kali ini merupakan pemilu yang paling menantang dan pertama kali dalam sejarah kepemiluan di Indonesia, digelar di tengah kondisi bencana non alam, pandemi Covid-19.

"Karena itu, saya melihat kelompok yang tidak setuju Pilkada 2020 tetap dilanjutkan dengan alasan minta pemerintah memfokuskan dana APBN untuk mengatasi pandemi dan pemulihan ekonomi dari resesi, justru tidak memahami substansi pilkada itu sendiri," tambah Zulkarnai.

Ia menganggap, anggaran hingga Rp 20 triliun untuk pelaksanaan pilkada semuanya diperuntukkan untuk biaya operasional jutaan petugas yang membantu di TPS.

Zulkarnain menambahkan, KPU telah merekrut sekitar 2.690.442 penyelenggara adhoc yang bertugas di 298.938 TPS, tersebar di 270 daerah Pilkada 2020.

"Ada tujuh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan dua petugas ketertiban di setiap TPS. Total petugas di TPS = KPPS + petugas ketertiban = 7 + 2 = 9 × 298.938 TPS itu totalnya dua juta enam ratus sembilan puluh ribu empat ratus empat puluh dua orang," urai Zulkarnain.

Menurut dia, dengan anggaran yang ada, jutaan masyarakat turut terlibat membantu pelaksanaan pilkada, yang tentu saja ada honornya.

"Honor tersebut sangat berarti bagi masyarakat di daerah. Belum lagi selama 71 hari masa kampanye secara terbatas dan virtual, ada sekitar 741 paslon (pasangan calon) dengan total ada 1.482 calon kepala daerah, yang masing-masing memiliki ratusan hingga ribuan orang tim sukses inti. Setiap rapat atau kampanye di satu titik minimal ada pisang goreng, kopi atau teh manis, yang semuanya dibeli dan dibuatkan warung UKM di daerah. Uang berputar di masyarakat. Ekonomi jadi hidup," imbuhnya.

baca juga

Kemudian, sambung Zulkarnain, belum lagi pemesanan jutaan unit Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, face shield, hazmat dari 270 KPU dan Bawaslu di daerah untuk petugasnya.

"Setiap paslon juga membuatkan APD dan hand sanitizer bergambar dirinya untuk dibagikan ke masyarakat. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Penanganan kesehatan dan penggerakan ekonomi di daerah dilakukan secara massif dan serentak," tuturnya.

Zulkarnain mengaku heran jika ada yang mengatakan, pilkada hanya menjadi kluster penyebaran Covid-19 dan menghambur-hamburkan uang negara di tengah krisis ekonomi seperti saat ini.

"Pilkada ini keputusan kolektif pemerintah, DPR dan penyelenggara pemilu. Faedah dan kebermanfaatannya lebih banyak. Namanya pesta demokrasi, masyarakat jadi terhibur di tengah frustrasi karena Covid-19, dan perekonomiannya kembali menggeliat karena uang yang berputar di bawah sangat besar," cetusnya.

Kemudian tambahnya, tidak ada satu pun ahli pandemi atau penguasa di muka Bumi ini yang mampu memberikan jaminan kapan pandemi global bernama Covid-19 ini akan berakhir.

"Sampai detik ini, tak satupun dari mereka yang mampu memberi kepastian, sedangkan pilkada atau kegiatan pesta demokrasi untuk memilih para pemimpin adalah hal yang mutlak harus dilakukan demi terjaganya eksistensi kehidupan bernegara dan sistem pemerintahan di daerah," ujar Zulkarnain.

Lebih lanjut ia katakan, kelangsungan kehidupan bernegara nyata-nyata terancam manakala terjadi kevakuman kekuasaan secara luas di tengah masyarakat.

"Untuk itu, pilkada harus tetap dilaksanakan dan tidak bisa menunggu sampai pandemi berakhir, karena kita memang tidak tahu, negara manapun tidak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Penyelenggaran pilkada harus dilakukan dengan cara baru yakni menerapkan protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan," demikian Zulkarnain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

17 ASN di Kalbar Diproses Bawaslu, Diduga Tak Netral Jelang Pilkada

17 ASN di Kalbar Diproses Bawaslu, Diduga Tak Netral Jelang Pilkada

Kalbar | Selasa, 01 Desember 2020 | 15:34 WIB

Mendagri Arahkan Kepala Daerah untuk Konsisten Tegakkan Prokes Covid-19

Mendagri Arahkan Kepala Daerah untuk Konsisten Tegakkan Prokes Covid-19

News | Selasa, 01 Desember 2020 | 13:19 WIB

Gubernur dan Wagub DKI Positif Corona, Kemendagri: Tak Perlu Diganti

Gubernur dan Wagub DKI Positif Corona, Kemendagri: Tak Perlu Diganti

Jakarta | Selasa, 01 Desember 2020 | 13:16 WIB

Mendagri Minta Kepala Daerah Tegas Terapkan Protokol Kesehatan

Mendagri Minta Kepala Daerah Tegas Terapkan Protokol Kesehatan

News | Selasa, 01 Desember 2020 | 13:07 WIB

Gubernur dan Wagub DKI Positif Corona, Kemendagri: Tak Perlu Ada Pjs

Gubernur dan Wagub DKI Positif Corona, Kemendagri: Tak Perlu Ada Pjs

Jakarta | Selasa, 01 Desember 2020 | 12:56 WIB

Gubernur dan Wagub DKI Kena Covid, Kemendagri: Masih Bisa Bekerja Virtual

Gubernur dan Wagub DKI Kena Covid, Kemendagri: Masih Bisa Bekerja Virtual

Jakarta | Selasa, 01 Desember 2020 | 12:56 WIB

Terkini

The Last Interview Tayang November, Wawancara Kerja Jadi Penuh Ketegangan

The Last Interview Tayang November, Wawancara Kerja Jadi Penuh Ketegangan

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 16:00 WIB

Bukan Cuma Air Bersih, Warga Kepulauan Seribu Juga Keluhkan Sinyal dan Listrik

Bukan Cuma Air Bersih, Warga Kepulauan Seribu Juga Keluhkan Sinyal dan Listrik

News | Jum'at, 25 September 2026 | 15:57 WIB

Hadiah Natal dengan Pengorbanan Manis Nan Ironis dalam The Gift of the Magi

Hadiah Natal dengan Pengorbanan Manis Nan Ironis dalam The Gift of the Magi

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 15:54 WIB

Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali

Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 15:52 WIB

Temuan 'Kamar Apartemen' Lapas Cibinong Bikin Menkum Supratman Diserbu Kritik dan Caci Maki

Temuan 'Kamar Apartemen' Lapas Cibinong Bikin Menkum Supratman Diserbu Kritik dan Caci Maki

News | Jum'at, 25 September 2026 | 15:52 WIB

Swag Abis! Allday Project Unjuk Sisi Autentik di Lagu Baru, Do It Like This

Swag Abis! Allday Project Unjuk Sisi Autentik di Lagu Baru, Do It Like This

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 15:50 WIB

Bupati Gowa Jadi Tersangka Korupsi, Diduga Tarik Rp85 Juta Tiap Gerai Indomaret

Bupati Gowa Jadi Tersangka Korupsi, Diduga Tarik Rp85 Juta Tiap Gerai Indomaret

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 15:47 WIB

Rapat Bisnis di Jakarta Bikin Lelah? Saatnya Pakai Fitur Pick Up Now dari TRACtoGo

Rapat Bisnis di Jakarta Bikin Lelah? Saatnya Pakai Fitur Pick Up Now dari TRACtoGo

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 15:46 WIB

Daftar Narapidana yang Diduga Dapat Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Daftar Narapidana yang Diduga Dapat Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 15:45 WIB

Kenapa Pakai Moisturizer Malah Muncul Komedo Putih dan Jerawat Kecil? Ini 7 Penyebabnya

Kenapa Pakai Moisturizer Malah Muncul Komedo Putih dan Jerawat Kecil? Ini 7 Penyebabnya

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 15:38 WIB

×