facebook

Pentingnya Pilar Demokrasi Indonesia dalam Melaksanakan Pemilu

Rifan Aditya
Pentingnya Pilar Demokrasi Indonesia dalam Melaksanakan Pemilu
Ilustrasi demokrasi. (Shutterstock)

Berikut alasan pentingnya pilar demokrasi Indonesia dalam melaksanakan pemilu.

Suara.com - Pemilu sebagai salah satu alat demokrasi setidaknya ada harus memperhatikan 10 pilar demokrasi Indonesia. Apalagi dalam waktu dekat Indonesia akan menggelar Pilkada serentak tahun 2020 yang digelar pada Rabu, 9 Desember 2020. Jika pilkada 2020 atau pemilu ini tidak memperhatikan pilar demokrasi Indonesia dikhawatirkan persatuan bangsa akan goyah.

Secara prinsip,  pelaksanaan pemilu telah di atur di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Undang-Undang tersebut menegaskan, bahwa pemilu dilaksanakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Namun maraknya isu kecurangan yang terjadi secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM) dalam pemilu Presiden 2019 yang lalu telah merusak pilar demokrasi Indonesia. Banyaknya isu yang beredar adanya kertas suara yang sudah tercoblos sebelum pemilu, perdebatan hasil quick qount, isu terkait perubahan data C1, kisruh pemilu di luar negeri, hingga isu penggelembungan data suara pemilih dan lain sebagainya.

Demokrasi sendiri berasal dari dari bahasa Yunani yaitu berasal dari kata demos dan kratos/kratein, di mana demos berarti rakyat dan kratein berarti kekuasaan/berkuasa. Dengan demikian, maka demokrasi berarti kekuasaan berada di tangan rakyat atau dengan kata lain yang berkuasa dalam negara itu adalah rakyat.

Baca Juga: Polda Jateng: 30 Polisi Pengamanan Pilkada Reaktif Corona

Di dalam negara demokrasi, pemerintah (penguasa) berasal dari rakyat, dipilih oleh rakyat, dan mengabdi untuk kepentingan rakyat.

Nah, ada beberapa bentuk demokrasi yang dianut oleh beberapa negara di antaranya adalah Demokrasi Konstitusional, Demokrasi Parlementer, Demokrasi Terpimpin, Demokrasi Pancasila, Demokrasi Rakyat, Demokrasi Soviet, Demokrasi Nasional. Indonesia menganut Demokrasi Pancasila.

10 Pilar Demokrasi Indonesia

Di dalam demokrasi ada pilar demokrasi dengan kata lain trias politica, yang membagi kekuasaan menjadi tiga, yaitu yudikatif, eksekutif, dan legislatif. Lalu, apa saja pilar demokrasi Indonesia? 10 pilar demokrasi Indonesia meliputi:

  1. Demokrasi Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Demokrasi dengan Kecerdasan
  3. Demokrasi yang Berkedaulatan Rakyat
  4. Demokrasi dengan Rule of Low
  5. Demokrasi dengan Pembagian Kekuasaan Negara
  6. Demokrasi dengan HAM
  7. Demokrasi dengan Pengadilan yang Merdeka
  8. Demokrasi dengan Otonomi Daerah
  9. Demokrasi dengan Kemakmuran
  10. Demokrasi yang Berkeadilan Sosial

Sementara sebagai penegak demokrasi Pancasila, setidaknya ada 4 pilar yaitu lembaga eksekutif, lembaga yudikatif, lembaga legislatif dan pers (ektra parlemen). Sedangkan sebagai alat demokrasi yaitu partai politik, pemilihan umum dan perwakilan rakyat.

Baca Juga: Lembaga Negara di Indonesia Tingkat Pemerintah dan Non Kepemerintahan

Pilar demokrasi Indonesia sangat penting sebab setiap poinnya mencakup seluruh lapisan masyarakat dan tidak memilih kelompok tertentu. Misalnya saja, jika pemilu tidak mengandung poin Demokrasi dengan HAM atau Demokrasi yang Berkeadilan Sosial maka orang dari kelompok tertentu tidak dapat memberikan hak suaranya meskipun termasuk warga negara.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar