DPR: Impor Vaksin Covid-19 Sinovac Cacat, Jangan Sembarangan Disuntikkan!

Reza Gunadha, Novian Ardiansyah

Jum'at, 11 Desember 2020 | 16:15 WIB
DPR: Impor Vaksin Covid-19 Sinovac Cacat, Jangan Sembarangan Disuntikkan!
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac disimpan di Kantor Pusat Bio Farma Kota Bandung / [Foto: Sekretariat Presiden]

Suara.com - Pimpinan Komisi IX DPR RI, komisi yang membidangi kesehatan, ramai-ramai mengkritik langkah pemerintah mendatangkan 1,2 juta vaksin CoronaVac buatan perusahaan Sinovac Biotech, China.

Sebabnya, diketahui vaksin tersebut belum mengantongi emergency use authorization dari Badan  Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM.

Wakil Ketua Komisi IX Ansori Siregar mengatakan, emergency use authorization (EUA) layaknya visa bagi obat dari luar yang masuk ke Indonedia. Karenanya, vaksin Sinovac seharusnya tidak diperkenankan masuk.

Terlebih, dosis dari vaksin merek yang sama akan didatangkan lagi sebanyak 1,8 juta vaksin.

"Karena sudah terlanjur 1,2 juta vaksin sudah datang, tolong yang 1,8 juta dosis vaksin Januari nanti, sebelum ada izin dari BPOM tunggulah. Ini cacat ini mendatangkan vaksin ini. Apalagi Turki dan Brasil sudah menyetop kerja sama dengan Sinovac," kata Ansori dalam interupsinya di rapat paripurna DPR, Jumat (11/12/2020).

"Jadi mohon pimpinan mengeluarkan kepada pemerintah agar menunggu izin dari Badan POM baru didatangkan vaksin tersebut," sambungnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX Sri Rahayu mengingatkan kepada pemerintah agar tidak menyuntikkan vaksin ke masyarakat selama vaksin Sinovac belum mengantongi EUA.

"Selama itu belum ada memang belum bisa diberikan. Oleh karena itu kita mohon kepada BPOM supaya bisa mengambil langkah. Memang saat ini uji klinis tahap III belum selesai, memang sebaiknya kita harus menunggu itu supaya tidak ada implikasi terhadap kesehatan rakyat Indonesia," kata Rahayu.

Indonesia Ngotot Beli Vaksin Sinovac

baca juga

Brasil menunda uji klinis fase III vaksin CoronaVac buatan perusahaan Sinovac Biotech, China karena mengakibatkan satu relawan vaksin meninggal dunia, lalu kenapa Indonesia terus melanjutkan impor vaksin ini?

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto mengatakan, vaksin hanya bisa dibuktikan melalui dokumen hasil uji klinis fase III, bukan melalui pemberitaan media semata.

"Mengenai berita Brazil (tunda CoronaVac dari Sinovac) tadi, ada berita lain yang mereka justru diberitanya itu mereka mulai pengadaan untuk Sinovac juga, jadi berita mana yang harus kami turuti?," kata Terawan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Dia menyebut pemerintah tetap akan memantau vaksin CoronaVac buatan Sinovac ini karena dokumen resmi hasil uji klinisnya belum selesai.

"Yang penting dokumen, dokumen itu menjadi hal yang sangat penting, nanti Bu Penny (Lukito) selaku (Kepala) BPOM yang akan memberi masukan ke kami," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Brasil menghentikan uji klinis vaksin fase III vaksin CoronaVac buatan perusahaan Sinovac Biotech, China mulai hari Senin, 9 November 2020 lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngotot Beli Vaksin Sinovac Meski Telan Nyawa di Brasil, Ini Jawaban Terawan

Ngotot Beli Vaksin Sinovac Meski Telan Nyawa di Brasil, Ini Jawaban Terawan

News | Jum'at, 11 Desember 2020 | 15:00 WIB

Ternyata Ini Toh Alasan Pemerintah Prioritaskan Vaksin Covid-19 Untuk Nakes

Ternyata Ini Toh Alasan Pemerintah Prioritaskan Vaksin Covid-19 Untuk Nakes

Health | Kamis, 10 Desember 2020 | 14:10 WIB

Mona Ratuliu Senang 1,2 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Sudah Tiba di Indonesia

Mona Ratuliu Senang 1,2 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Sudah Tiba di Indonesia

Video | Kamis, 10 Desember 2020 | 07:00 WIB

Vaksin Covid-19 Sinovac Pantik Antibodi di 97% Sukarelawan di Indonesia

Vaksin Covid-19 Sinovac Pantik Antibodi di 97% Sukarelawan di Indonesia

Tekno | Rabu, 09 Desember 2020 | 15:42 WIB

Vaksin Telah Tiba, JK: Proses Distribusi Akan Jadi Tantangan

Vaksin Telah Tiba, JK: Proses Distribusi Akan Jadi Tantangan

Bisnis | Rabu, 09 Desember 2020 | 13:57 WIB

Ernest Prakasa: yang Tidak Percaya Covid-19, Jadikan Prioritas Akhir Saja!

Ernest Prakasa: yang Tidak Percaya Covid-19, Jadikan Prioritas Akhir Saja!

News | Rabu, 09 Desember 2020 | 13:09 WIB

Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Air, Bisa Jamin Tekan Angka Infeksi?

Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Air, Bisa Jamin Tekan Angka Infeksi?

Health | Selasa, 08 Desember 2020 | 23:10 WIB

Jubir Satgas Covid-19: Vaksin Sinovac Tunggu izin EUA dari BPOM

Jubir Satgas Covid-19: Vaksin Sinovac Tunggu izin EUA dari BPOM

News | Selasa, 08 Desember 2020 | 22:15 WIB

Keampuhan Vaksin Covid-19 Sinovac Dipertanyakan, Bio Farma Angkat Bicara

Keampuhan Vaksin Covid-19 Sinovac Dipertanyakan, Bio Farma Angkat Bicara

Jatim | Selasa, 08 Desember 2020 | 21:01 WIB

Terkini

Bedak Tabur Emina Bisa Samarkan Pori-Pori? Intip Klaim dan Review Pembeli

Bedak Tabur Emina Bisa Samarkan Pori-Pori? Intip Klaim dan Review Pembeli

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:39 WIB

John Herdman Kasih Sinyal Rombak Pemain Hadapi Bangladesh, Singgung Jumlah Gol di Liga

John Herdman Kasih Sinyal Rombak Pemain Hadapi Bangladesh, Singgung Jumlah Gol di Liga

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Uang Belanja Jebol, Harga Cabai Rawit Merah Masih di Atas Rp100 Ribu

Uang Belanja Jebol, Harga Cabai Rawit Merah Masih di Atas Rp100 Ribu

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:38 WIB

Bahas 100 Hari Pertama di DPR, Calon Kapolri Suyudi: Ini Fase Membuktikan Arah, Bukan Pamer Program

Bahas 100 Hari Pertama di DPR, Calon Kapolri Suyudi: Ini Fase Membuktikan Arah, Bukan Pamer Program

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:38 WIB

Prediksi Timnas Indonesia vs Bangladesh: Misi Menang Besar demi Tiket Final

Prediksi Timnas Indonesia vs Bangladesh: Misi Menang Besar demi Tiket Final

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Promo Viva Cosmetics Selama Oktober 2026, 4 Paket Ini Dibanderol Mulai Rp50 Ribuan

Promo Viva Cosmetics Selama Oktober 2026, 4 Paket Ini Dibanderol Mulai Rp50 Ribuan

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:34 WIB

Suyudi Usung Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' sebagai Arah Baru Polri

Suyudi Usung Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' sebagai Arah Baru Polri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Jurang Kualitas Timnas Indonesia vs Bangladesh Bikin Thomas Dooley Ketar-ketir

Jurang Kualitas Timnas Indonesia vs Bangladesh Bikin Thomas Dooley Ketar-ketir

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Antrean Solar di Siak Mengular, Sopir: Butuh 2 Jam Lebih untuk Dapat Minyak

Antrean Solar di Siak Mengular, Sopir: Butuh 2 Jam Lebih untuk Dapat Minyak

Riau | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:29 WIB

Tiba di Ruang Komisi III DPR, Komjen Suyudi Jalani Fit And Proper Test Calon Kapolri

Tiba di Ruang Komisi III DPR, Komjen Suyudi Jalani Fit And Proper Test Calon Kapolri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:27 WIB

×