Ternyata Ini Toh Alasan Pemerintah Prioritaskan Vaksin Covid-19 Untuk Nakes

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 10 Desember 2020 | 14:10 WIB
Ternyata Ini Toh Alasan Pemerintah Prioritaskan Vaksin Covid-19 Untuk Nakes
Sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 asal China tiba di Tanah Air pada Minggu malam, 6 Desember 2020 / [Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden]

Suara.com - Pemerintah Indonesia disebut tekah menyusun prioritas kelompok yang akan mendapatkan vaksin Covid-19. Dari sejumlah kelompok, salah satu yang jadi prioritas ialah tenaga kesehatan. Keputusan tentu bukan tanpa alasan. 

Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Dr. Ede Surya Darmawan SKM., MDM., menjelaskan bahwa dalam kondisi darurat seperti pandemi Covid-19, vaksin harus didahulukan untuk kelompok yang paling berisiko. 

"Sebenarnya yang harus didahulukan mereka yang berisiko entah karena posisinya, usia, atau pekerjaannya. Indonesia, Kementerian Kesehatan sudah berikan aturan bahwa yang pertama mendapatkan vaksin petugas medis yang merupakan para petugas yang langsung berikan pelayanan kepada pasien Covid-19," kata Ede dalam webinar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kamis (10/12/2020). 

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac disimpan di Kantor Pusat Bio Farma Kota Bandung / [Foto: Sekretariat Presiden]
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac disimpan di Kantor Pusat Bio Farma Kota Bandung / [Foto: Sekretariat Presiden]

"Ini tentu saja tujuannya membentengi mereka supaya segera punya kekebalan dan tidak mudah tertular. Sehingga bisa maksimal dalam berikan pelayanan Covid-19," imbuh Ede. 

Namun walaupun vaksinasi telah diberikan, ia mengingatkan agar tenaga medis harus tetap bersikap waspada dan hati-hati. Setiap muncul keluhan sakit apa pun harus segera dideteksi agar bisa segera ditangani. 

"Karena kalau tenaga medis sakit maka dia harus istirahat 14 hari dan lakukan isolasi. Artinya, dia nanti tugasnya tidak ada yang melayani, akan kosong, mencari petugas lain yang mungkin tidak mudah, apalagi kalau sampai meninggal. Karena itulah mungkin kenapa vaksin diberikan ke petugas medis dulu," paparnya.

Seperti diketahi, Indonesia telah mendapat 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac, China. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan distribusi vaksin masih menunggu izin Emergency Use of Authorization (EUA) yang akan dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). 

"Badan POM tentunya berusaha memastikan agar uji yang dilakukan terhadap vaksin dapat sesuai standar dan waktu yang direncanakan," ujar Wiku di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/12/2020). 

Pemberian vaksin, lanjut Wiku, diprioritaskan bagi kelompok yang berisiko tinggi dan rentan tertular Covid-19. Ia memaparkan bahwa vaksin sebanyak 1,2 juta dosis itu setara untuk 600 juta orang. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Disuntik Vaksin Covid-19 Pfizer, Dua Orang Alami Reaksi Serius

Usai Disuntik Vaksin Covid-19 Pfizer, Dua Orang Alami Reaksi Serius

Health | Kamis, 10 Desember 2020 | 13:19 WIB

Vaksin Pfizer Mulai Bekerja dalam 10 Hari Usai Vaksinasi Dosis Pertama

Vaksin Pfizer Mulai Bekerja dalam 10 Hari Usai Vaksinasi Dosis Pertama

Health | Kamis, 10 Desember 2020 | 12:59 WIB

Inggris: Orang yang Pernah Alami Reaksi Alergi Parah Hindari Vaksin Pfizer

Inggris: Orang yang Pernah Alami Reaksi Alergi Parah Hindari Vaksin Pfizer

Health | Kamis, 10 Desember 2020 | 12:13 WIB

Terkini

Weton Lakuning Setan Apa Maknanya? Kenali Watak dan Deretan Weton yang Dinaungi

Weton Lakuning Setan Apa Maknanya? Kenali Watak dan Deretan Weton yang Dinaungi

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:13 WIB

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Hingga Januari 2027, Ini Alasannya

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Hingga Januari 2027, Ini Alasannya

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:06 WIB

65 Persen Mobil di Jateng Masih Pakai BBM, BYD Dorong Peralihan ke Kendaraan Energi Baru

65 Persen Mobil di Jateng Masih Pakai BBM, BYD Dorong Peralihan ke Kendaraan Energi Baru

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:05 WIB

KPF Desak Prabowo Bentuk TGPF Independen Usut Kekerasan Demo 27 Agustus

KPF Desak Prabowo Bentuk TGPF Independen Usut Kekerasan Demo 27 Agustus

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:51 WIB

Saksi Hidup G30S Bongkar Peran Karno Gejik, Eksekutor PKI yang Catat Daftar Nama Warga untuk Dibunuh

Saksi Hidup G30S Bongkar Peran Karno Gejik, Eksekutor PKI yang Catat Daftar Nama Warga untuk Dibunuh

Surakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:49 WIB

7 Sifat Buruk dan Kelebihan Shio Ayam dalam Pekerjaan dan Percintaan

7 Sifat Buruk dan Kelebihan Shio Ayam dalam Pekerjaan dan Percintaan

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Oktober 2026 Lengkap

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Oktober 2026 Lengkap

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:42 WIB

Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara

Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Nekat Salip Mobil Berujung Maut, Siswi di Madiun Meregang Nyawa di Aspal

Nekat Salip Mobil Berujung Maut, Siswi di Madiun Meregang Nyawa di Aspal

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:38 WIB

OJK Stop Operasional Credit Saison Indonesia Finance (CSIF), Begini Nasib Nasabah

OJK Stop Operasional Credit Saison Indonesia Finance (CSIF), Begini Nasib Nasabah

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:36 WIB

×