alexametrics

Mengenang Riyanto, Penggawa Banser NU Penyelamat Umat Gereja Eben Haezer

Dany Garjito | Hernawan
Mengenang Riyanto, Penggawa Banser NU Penyelamat Umat Gereja Eben Haezer
Mengenang Sosok Riyanto, Penggawa Banser NU Penyelamat Umat Gereja Eben Haezer (Instagram).

Riyanto menjadi penyelamat umat Gereja Eben Haezer yang diserang bom pada tahun 2000 silam.

Suara.com - Di balik suka cita perayaan Natal, tersimpan kisah mengharukan salah seorang anggota Banser NU bernama Riyanto yang menjadi pahlawan bagi umat Gereja Eben Haezer, Mojokerto, Jawa Timur.

Mendekati detik-detik Natal tahun ini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, membagikan ulang video rekaman Pendeta Yerry Pattinasarany yang mengenang sosok Riyanto.

Yeery Pattinasarany menuturkan, setiap menjelang natal dia selalu mengingat Riyanto yang harus senantiasa dikenang oleh umat Kristiani.

"Saya pendeta Yeery Pattinasarany, sebentar lagi natal dan saya selalu merenenungkan dan mengingat satu orang bernama Riyanto," ungkap Pendeta Yeery Pattinasarany seperti dikutip Suara.com.

Baca Juga: Bule Buat Kudapan Natal Mirip Kembang Goyang, Warganet: Ternyata Doyan Juga

Bukan tanpa sebab, menurut dia Riyanto menjadi sosok yang harus sangat disegani karena keberanian dan kerelaannya membela sesama manusia tanpa membeda-bedakan latar belakang agama.

Mengenang Sosok Riyanto, Penggawa Banser NU Penyelamat Umat Gereja Eben Haezer (Instagram).
Mengenang Sosok Riyanto, Penggawa Banser NU Penyelamat Umat Gereja Eben Haezer (Instagram).

Ternyata, Riyanto adalah seorang muslim yang dulu menyelamatkan Gereja Eben Haezer yang diserang bom.

Diketahui Riyanto menemukan bom saat ibadah kebaktian malam berlangsung. Dia merelakan diri sampai ujungnya harus merelakan nyawa demi orang-orang di sana.

"Seorang muslim Banser NU yang ditegaskan gereja ketika melangsungkan kebaktian malam Natal tahun 2.000 di Gereja Ebeneser di Mojokerto. Ketika ibadah sedang berlangsung, Riyanto melihat benda yang ternyata adalah bom, dengan inisiatif dia mengambil bom tersebut dan mengizinkan bom meledak di tubuh," terang Pendeta Yeery Pattinasarany.

"Tubuhnya tergurai, juga nyawanya. Dia kehilangan nyawanya demi menyelamatkan nyawa orang-orang Kristen yang sedang beribadah pada malam Natal saat itu," sambungnya.

Baca Juga: Misa Natal di Gereja Katedral Denpasar, Jemaat Dibatasi 500 Orang

Melihat Riyanto, Pendeta Yerry Pattinasarany mengajak orang-orang Kristen untuk tidak pernah melupakan sepak terjang dia.

Komentar