Dokter Wanita Jadi Korban Pelecehan saat Layani Telekonsultasi

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 29 Desember 2020 | 19:57 WIB
Dokter Wanita Jadi Korban Pelecehan saat Layani Telekonsultasi
Ilustrasi pelecehan seksual (Suara.com/Ema Rohimah)

Suara.com - Dokter wanita di India yang bekerja di telekonsultasi dilaporkan mengalami pelecehan seksual dan pihak perusahaan berusaha menyembunyikan kasus tersebut.

Menyadur Times of India, Selasa (29/12/2020) sebuah situs yang menawarkan konsultasi dokter 24x7 telah menjadi situs pelecehan seksual terhadap dokter wanita.

Para pasien dilaporkan menggoda, bermasturbasi, atau melakukan percakapan tidak senonoh dengan menyamar sebagai pasien wanita.

Alih-alih melaporkan insiden tersebut ke polisi dan memastikan bahwa tindakan diambil terhadap para pelaku, pihak perusahaan justru mencoba merahasiakannya sambil melakukan beberapa tindakan pemeriksaan internal.

Sesuai dengan peraturan di India mengenai konsultasi telemedicine pada bulan Mei menyebutkan bahwa "baik pasien dan praktisi medis terdaftar (RMP) perlu mengetahui identitas satu sama lain". Ini tidak diikuti oleh kebanyakan situs web.

Pasien yang melakukan pelecehan tersebut mendaftar dengan beberapa nomor ID berbeda dan menggunakannya untuk mengganggu dokter wanita.

Mereka memalsukan dengan mengaku sebagai wanita dan para dokter sering kali menyadari hal tersebut setelah mereka mulai menanganinya.

Jika 'pasien' diblokir setelah melecehkan satu dokter, dia akan menargetkan dokter lain karena situs tersebut tidak mengidentifikasi pasien dan memblokir mereka atau mengajukan laporan ke pihak berwajib mengenai pelecehan.

"Ini sangat traumatis, terutama saat pertama kali terjadi. Sebagian besar panggilan tersebut terjadi pada malam hari dan sekarang kami telah meminta perusahaan untuk menempatkan dokter pria yang dapat dipanggil pada malam hari," buka seorang dokter wanita yang menjadi korban pelecehan.

baca juga

Baik Practo dan Dhani, penyedia jasa telekonsultasi, dokter yang bekerja untuk perusahaan tersebut telah mengalami pelecehan seksual dari pasien.

Menurut pengakuan dokter, ada sekelompok pria yang berbicara tidak pantas kepadanya atau membuat gerakan vulgar.

Dalam beberapa kasus, para pelaku pelecehan juga menelusuri media sosial seperti Facebook dan Instagram para dokter wanita tersebut. Para pelaku mengirimkan permintaan pertemanan dan meminta nomor pribadi dokter-dokter wanita tersebut.

"Ini tidak bisa dinormalisasi sebagai bagian dari pekerjaan kami. Kami sekarang lebih berhati-hati dan dapat merasakan ketika seseorang bukan pasien yang tulus dan segera memutuskan panggilan, memblokir orang tersebut dan memberi tahu perusahaan," kata seorang dokter yang bekerja untuk Dhani.

Para dokter wanita tersebut juga mengaku jika mereka tidak menjawab panggilan dari calon pasien, mereka tidak mendapat komisi.

Dhani membayar gaji bulanan dokter hingga 45.000 rupee (Rp 8,6 juta) ditambah komisi untuk setiap konsultasi. Di Practo, dokter dibayar 64 rupee (Rp 12.000) untuk setiap konsultasi.

Seorang juru bicara dari pihak Dhani mengatakan produk perawatan kesehatannya adalah terobosan baru, namun belum menanggapi mengenai kasus pelecehan seksual terhadap dokternya.

Sedangkan Practo mengungkapkan kepada Times Of India bahwa mereka memiliki kebijakan tidak memberikan toleransi terhadap perilaku buruk dan pelecehan dalam bentuk apa pun.

"Semua akun pasien diverifikasi OTP, dan aplikasi memiliki fitur bawaan untuk memastikan pasien yang kasar segera ditandai oleh dokter" jelas perwakilan Practo.

Verifikasi OTP hanya memastikan bahwa nomor yang diberikan oleh pasien diakses oleh pasien, tetapi tidak mengkonfirmasi identitas orang tersebut, kata dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tidak Diberi Uang untuk Melunasi Hutang, Cucu Tega Palu Nenek Sendiri

Tidak Diberi Uang untuk Melunasi Hutang, Cucu Tega Palu Nenek Sendiri

News | Selasa, 29 Desember 2020 | 15:27 WIB

Arya Rajendran, Mahasiswi Partai Komunis jadi Wali Kota Termuda di India

Arya Rajendran, Mahasiswi Partai Komunis jadi Wali Kota Termuda di India

Sumsel | Selasa, 29 Desember 2020 | 14:17 WIB

Baru Nikah, Wanita Ini Dilaporkan Suaminya karena Mencuri di Rumah Mertua

Baru Nikah, Wanita Ini Dilaporkan Suaminya karena Mencuri di Rumah Mertua

News | Selasa, 29 Desember 2020 | 14:56 WIB

Terkini

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

×