Dokter Tirta Sindir Anak Muda soal Vaksin: Kalau Mau Edgy, Melek Literasi!

Reza Gunadha, Dwi Atika Nurjanah

Senin, 04 Januari 2021 | 13:02 WIB
Dokter Tirta Sindir Anak Muda soal Vaksin:  Kalau Mau Edgy, Melek Literasi!
Dokter Tirta [Instagram/@dr.tirta]

Suara.com - Pemerintah Indonesia diketahui telah membuat peta jalan untuk vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut gelombang vaksinasi pertama akan dimulai pada periode Januari hingga April 2021.

Untuk gelombang tersebut yang akan mendapat vaksinasi ialah petugas kesehatan di 34 provinsi yang berjumlah 1,3 juta, petugas publik 17,4 juta dan juga lansia 21,5 juta. Untuk lansia, vaksinasi diberikan dengan catatan bahwa umur 60 tahun ke atas akan divaksinasi setelah mendapatkan informasi keamanan vaksin untuk kelompok umur tersebut.

Pernyataan tersebut Menkes sampaikan dalam keterangan persnya di Kantor Presiden pada Selasa (29/12/2020) lalu.

Mengetahui hal itu, sejumlah masyarakat turut senang karena akan adanya vaksinasi. Namun, tak sedikit pula yang menolak vaksin dengan berbagai macam alasan.

Melihat fenomena itu, Tirta Mandira Hudhi atau dokter Tirta memberikan tanggapannya di akun Twitter miliknya. Ia menyoroti sikap masyarakat khususnya anak muda yang vokal menolak disuntikan vaksin Covid-19.

"Melihat anak-anak muda yang menolak vaksin, yang hobinya menghina yang edukasi vaksin. Menurut saya, itu enggak lebih dari anak muda edgy yang ingin tampil superior," ujar akun @tirta_hudhi pada Senin (4/1/2021) pagi.

Dokter Tirta sindir anak muda yang tolak vaksinasi dan suruh melek literasi (twitter.com/tirta_hudhi)
Dokter Tirta sindir anak muda yang tolak vaksinasi dan suruh melek literasi (twitter.com/tirta_hudhi)

Relawan Covid-19 ini bahkan menyuruh sekelompok anak muda tersebut untuk mencari tahu terlebih dahulu sejarah vaksin di Indonesia lewat google.

"Soal vaksin, padahal tinggal google aja bakal nemu historynya di Indonesia," ujarnya kesal.

Dalam utasannya itu, Tirta juga melampirkan tangkapan layar soal sejarah vaksin di Indonesia.

baca juga

Dijelaskan dalam foto tersebut bahwa vaksin di Indonesia sendiri telah dimulai sejak tahun 1956, untuk vaksinasi cacar. Pemberian vaksin diakui sebagai salah satu upaya pencegahan yang efektif untuk memerangi suatu wabah penyakit.

Di akhir utasannya itu, Tirta juga menyertakan sebuah foto dari laman Kementrian Kesehatan yang berisi edukasi vaksin di Indonesia.

"Di sini juga ada. Kalau mau edgy setidaknya melek literasi dikit-dikitlah. Giliran urusan bokep aja bisa jadi satu. Minta bagi link. Set dah," tuturnya tak percaya.

Dokter Tirta sindir anak muda yang tolak vaksinasi dan suruh melek literasi (twitter.com/tirta_hudhi)
Dokter Tirta sindir anak muda yang tolak vaksinasi dan suruh melek literasi (twitter.com/tirta_hudhi)

Alhasil, unggahan dokter Tirta pun memanen beragam komentar warganet.

"Sepertinya anak-anak muda yang itu enggak suka baca yang ilmiah dok. Mungkin menurutnya enggak keren, membebani software-nya, mumetan," ujar akun @priharsa.

"Mungkin penolakan vaksin karena pemerintah kurang mensosialisasikan vaksinasi dan kegagalan pemerintah dalam mengkomunikasikan dengan warganya," terang akun @ichfan98.

"Tapi kalau menolak salah satu produk vaksin boleh enggak sih dok? Misal, saya dapat jatah vaksin A tapi saya lebih yakin sama vaksin B dan enggak mau kalau divaksin A," tanya akun @CibadakKeras.

"Monggo aja. Tapi enggak perlu menghina yang edukasi," jawab dokter Tirta.

"Silahkan kalau enggak mau divaksin, tapi kalau kena corona jangan nyusahin minta dirawat difasilitas pemerintah atau minta obat, atau kalau mati bisa nguburin diri sendiri, atau sudah mati keluarga lu jangan ngeklaim asuransi jiwanya," tutur akun @duuuuuuta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Dekorasi Pesta Nikah di Gang Sempit, Tetangganya Bikin Publik Iri

Viral Dekorasi Pesta Nikah di Gang Sempit, Tetangganya Bikin Publik Iri

Jatim | Senin, 04 Januari 2021 | 12:32 WIB

Terenyuh, Viral Bocah Berjaket Ojol Bantu Ayahnya Korban Ditabrak Lari

Terenyuh, Viral Bocah Berjaket Ojol Bantu Ayahnya Korban Ditabrak Lari

Tekno | Senin, 04 Januari 2021 | 12:00 WIB

Wow! Kalender Tahun 1971 Ternyata Isinya Sama dengan Kalender 2021

Wow! Kalender Tahun 1971 Ternyata Isinya Sama dengan Kalender 2021

Jawa Tengah | Senin, 04 Januari 2021 | 11:39 WIB

Aksi Pembegalan di Masjid Terekam CCTV, Warganet: Masuk Neraka Jalur VVIP!

Aksi Pembegalan di Masjid Terekam CCTV, Warganet: Masuk Neraka Jalur VVIP!

News | Senin, 04 Januari 2021 | 12:43 WIB

Video Kocak Ayah TikTok-an Bareng Menantunya, Publik: Bikin Awet Muda

Video Kocak Ayah TikTok-an Bareng Menantunya, Publik: Bikin Awet Muda

News | Senin, 04 Januari 2021 | 11:38 WIB

Heboh Emak-emak Geruduk Tempat Judi di Medan, Panen Dukungan Publik

Heboh Emak-emak Geruduk Tempat Judi di Medan, Panen Dukungan Publik

Sumut | Senin, 04 Januari 2021 | 11:19 WIB

Terkini

Biaya Pengobatan Dijamin! Kasus Satpol PP dan Pekerja Proyek di Bulungan Berakhir Damai

Biaya Pengobatan Dijamin! Kasus Satpol PP dan Pekerja Proyek di Bulungan Berakhir Damai

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Mediasi Gagal, Penagihan Utang Berdarah di Kudus Berakhir Penetapan 24 Tersangka

Mediasi Gagal, Penagihan Utang Berdarah di Kudus Berakhir Penetapan 24 Tersangka

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Diduga Terlibat Konglikong Kecurangan Gibran, Koalisi Sipil Adukan KPU ke DKPP

Diduga Terlibat Konglikong Kecurangan Gibran, Koalisi Sipil Adukan KPU ke DKPP

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Kenapa GJLS: Berapi-Api Terasa Begitu Personal Buat Generasi Burnout: Inilah Realitasnya

Kenapa GJLS: Berapi-Api Terasa Begitu Personal Buat Generasi Burnout: Inilah Realitasnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Masuk Daftar Menteri Berkinerja Buruk Versi CELIOS, Gus Ipul Pertanyakan Indikator Penilaian

Masuk Daftar Menteri Berkinerja Buruk Versi CELIOS, Gus Ipul Pertanyakan Indikator Penilaian

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:55 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran: MBG & KDMP Cuma Bebani Anggaran, Tak Ada Manfaat

2 Tahun Prabowo-Gibran: MBG & KDMP Cuma Bebani Anggaran, Tak Ada Manfaat

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Bakal Baku Tumbuk di Liga Champions, Pelatih Keturunan Indonesia: Gaya Main Como Mirip Barcelona

Bakal Baku Tumbuk di Liga Champions, Pelatih Keturunan Indonesia: Gaya Main Como Mirip Barcelona

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Mendagri Minta Pemda Perkuat Diskominfo dalam Komunikasi Strategis dan Efektivitas Kebijakan Publik

Mendagri Minta Pemda Perkuat Diskominfo dalam Komunikasi Strategis dan Efektivitas Kebijakan Publik

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Febrie Adriansyah Siap Kembali Mengabdi ke Penegakan Jika Divonis Tak Bersalah

Febrie Adriansyah Siap Kembali Mengabdi ke Penegakan Jika Divonis Tak Bersalah

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:49 WIB

Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig

Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig

Jogja | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:45 WIB

×