alexametrics

Usai Gempa M 7,1 Melonguane Talaud Mulai Normal Lagi

Siswanto
Usai Gempa M 7,1 Melonguane Talaud Mulai Normal Lagi
Peta gempa magnitudo 7,1 di wilayah Talaud, Sulawesi Utara, pada Kamis (21/2/2021) pukul 19.22 WIB (ANTARA/HO.BMKG)

Episenter terdekat menurut informasi yang didapatkan Maarisit, berada di Pulau Karatung dan Pulau Marampit.

Suara.com - Kepala Badan Pengelola Perbatasan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Steven Maarisit, mengatakan pascagempa magnitudo 7,1 yang mengguncang timur laut Melonguane, komunikasi ke Kecamatan Nanusa terputus.

"Tidak bisa terhubung dengan sekretaris kecamatan yang ada di sana," sebut Maarisit melalui sambungan telepon, Kamis (21/1/2021).

Episenter terdekat menurut informasi yang didapatkan Maarisit, berada di Pulau Karatung dan Pulau Marampit.

"Tapi sampai sekarang belum bisa terhubung dengan pejabat yang ada di sana untuk mengetahui keberadaan pascagempa apakah terjadi kerusakan, termasuk bagaimana kondisi masyarakat saat ini ," kata dia.

Baca Juga: Gempa M 7,1 di Talaud Sulut, Lantai Tegel RSUD Mala Pecah

Pejabat yang sempat delapan tahun menjabat Camat Pulau Miangas itu mengatakan, saat ini kondisi di Melonguane, ibu kota Kabupaten Kepulauan Talaud, sudah mulai berlangsung normal.

Goncangan gempa menurut dia, terasa sangat kuat sampai beberapa detik.

"Masyarakat berlarian keluar rumah, banyak yang panik ketika gempa berlangsung," ujarnya.

Saat ini BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud dan instansi terkait lainnya sementara mendata dan mengumpulkan informasi kerusakan pascagempa tersebut.

Sebelumnya, gempa dengan magnitudo 7,1 mengguncang kira-kira 134 kilometer timur laut Melonguane pukul 19:23:07 WIB pada kedalaman 154 kilometer.

Baca Juga: BMKG: Lempeng Laut Filipina Memiliki Magnitudo Tertarget 8,2

"Tidak berpotensi tsunami dan masih terus dianalisa," sebut Staf Operasional Stasiun Geofisika Winangun, Kota Manado, Nur Fitriani. [Antara]

Komentar