-
Gempa Kolombia dipicu proses subduksi Lempeng Nazca pada kedalaman lebih dari 100 kilometer.
-
Bencana di Venezuela disebabkan pergeseran lateral Lempeng Karibia pada kedalaman kurang dari 20 kilometer.
-
Pakar geologi memastikan fenomena gempa di kedua negara tersebut memiliki mekanisme tektonik berbeda.
Suara.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia dipastikan memiliki mekanisme tektonik yang sama sekali berbeda dengan guncangan maut di Venezuela. Perbedaan besar terletak pada jenis pergerakan lempeng tektonik serta kedalaman pusat gempa di kedua negara Amerika Selatan tersebut.
Meskipun terjadi berdekatan dalam rentang waktu satu bulan, karakteristik geologi keduanya tidak berhubungan secara langsung. Fenomena guncangan di wilayah barat dan utara benua ini dipicu oleh aktivitas zona patahan yang terpisah.
Pakar geologi menegaskan bahwa interaksi antarlempeng di Kolombia didominasi oleh penunjaman, sedangkan di Venezuela dipicu geseran samping. Kondisi struktural ini menghasilkan dampak kerusakannya masing-masing pada permukaan bumi.

"Konteks geologi dan geotektoniknya sama sekali berbeda," kata Gustavo Ortiz, seorang doktor ilmu geologi dari Dewan Penelitian Ilmiah dan Teknis Nasional Argentina dikutip dari CNN Internasional, Selasa (11/8/2026).
Di kawasan Amerika Selatan bagian barat, gempa kerap terpicu saat Lempeng Nazca di Samudra Pasifik menancap ke bawah Lempeng Amerika Selatan melalui proses subduksi. Ortiz menjelaskan mekanisme alami ini menjadi pemicu utama rentetan guncangan di wilayah Kolombia.
"Sebaliknya, untuk gempa fatal di Venezuela itu, lempeng yang berinteraksi adalah lempeng Amerika Selatan dan Karibia, lebih ke utara. Dalam kasus itu, lempeng-lempeng tersebut bergerak secara lateral satu sama lain, dan tidak terjadi subduksi," ujarnya.
Kedalaman pusat gempa di Kolombia tercatat berada lebih dari 100 kilometer di bawah permukaan bumi. Angka tersebut menunjukkan bahwa hiposentrum gempa Kolombia masuk dalam kategori menengah hingga dalam.
Sementara itu, dua guncangan mematikan di Venezuela tergolong gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 20 kilometer. Karakteristik dangkal inilah yang memicu daya rusak masif hingga menewaskan ribuan jiwa.
Mengapa Mekanisme Gempa di Kolombia Dan Venezuela Berbeda?
Perbedaan kedalaman dan pergerakan lempeng menentukan seberapa besar energi gelombang seismik yang merambat sampai ke pemukiman warga. Gempa dangkal akibat pergeseran lateral umumnya menghantarkan getaran yang jauh lebih merusak di titik pusat.
Faktor geologi lokal membuat mitigasi bencana di setiap wilayah Amerika Selatan harus disesuaikan dengan jenis ancamannya. Karakteristik gempa subduksi kedalaman tinggi membutuhkan penanganan struktur bangunan yang berbeda dari gempa dangkal.
Latar belakang peristiwa ini bermula ketika dua gempa berturut-turut menghantam Venezuela dan merenggut lebih dari 6.300 korban jiwa. Hanya berselang satu bulan lebih sedikit, Kolombia kemudian diguncang gempa magnitudo 7,4 yang memicu kekhawatiran publik atas keterkaitan kedua bencana tersebut.