Jabar Berpotensi Gempa, BMKG Pantau Aktivitas Sesar Lembang

Erick Tanjung

Rabu, 27 Januari 2021 | 08:26 WIB
Jabar Berpotensi Gempa, BMKG Pantau Aktivitas Sesar Lembang
Foto udara Gunung Batu yang berada di jalur Sesar Lembang di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018). (ANTARA/Raisan Al Farisi)

Suara.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG sejak tahun 1963 memantau aktivitas Sesar Lembang, sesar aktif di Jawa Barat yang berada di sekitar 10 km arah utara Kota Bandung.

Menurut Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Rabu (27/1/2021) BMKG mulai memasang dan mengoperasikan seismograf WWSSN atau World Wide Standardized Seismograph Network pertama kali di Lembang pada 1 Januari 1963.

Selain untuk memantau gempa di wilayah Indonesia, seismograf jenis Benioff Short Period 3 Komponen dan Sprengneter Long Period 3 Komponen yang dipasang di daerah itu digunakan untuk memantau aktivitas Sesar Lembang. Sesar sepanjang sekitar 25-30 km berarah barat-timur yang menurut para ahli memiliki magnitudo tertarget 6,8.

Para petugas BMKG sejak lama sudah mengamati catatan gempa-gempa lokal pada seismogram analog di sekitar Lembang.

Aktivitas gempa di jalur Sesar Lembang mulai tahun 2008 dapat dipantau lebih baik karena BMKG mengoperasikan jaringan monitoring gempa digital menggunakan sensor gempa dengan kawasan frekuensi lebar.

"Bukan berarti sebelum 2008 di Sesar Lembang tidak terdapat aktivitas gempa. Jarangnya aktivitas gempa saat itu karena sensor gempa belum sebanyak seperti sekarang, sehingga beberapa aktivitas gempa lokal dengan magnitudo kecil tidak terekam dengan baik," kata Daryono.

Pada 2019, BMKG memasang 16 sensor seismik periode pendek lebih rapat untuk melengkapi 19 seismograf frekuensi lebar yang sudah dipasang di Jawa Barat dan Banten.

Sensor gempa yang sengaja dipasang 'mengepung' jalur Sesar Lembang, Cimandiri, dan Baribis itu dipasang untuk keperluan operasional dan kajian sesar aktif.

Keberadaan sensor gempa yang makin rapat diharapkan dapat memantau aktivitas sesar aktif di Jawa Barat secara lebih akurat.

baca juga

Aktivitas Sesar Lembang tampak dari gempa-gempa kecil yang masih terjadi di sepanjang jalur sesar.

Menurut penelitian Supendi dkk. (2018) yang dipublikasikan di jurnal Geoscience Letters, selama periode 2009-2015 empat kejadian gempa teridentifikasi di sepanjang jalur Sesar Lembang dengan menggunakan jaringan sensor gempa regional milik BMKG.

Penelitian yang dilakukan Afnimar dkk. (2015) menunjukkan adanya aktivitas gempa di jalur Sesar Lembang. Hasil penelitian menggunakan data seismik dari empat stasiun seismik temporer BMKG selama periode Mei 2010 hingga Desember 2011 itu mencatat sembilan kali kejadian gempa di Sesar Lembang.

Pada 28 Agustus 2011 terjadi gempa dengan magnitudo 3,3 dengan kedalaman sangat dangkal sehingga mengakibatkan dampak signifikan, menyebabkan kerusakan 384 rumah warga di Kampung Muril, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Selain itu, penelitian Nugraha dan Supendi (2018) yang dipublikasikan di Journal of Physics menunjukkan adanya dua kejadian gempa pada 14 dan 18 Mei 2017 di Sesar Lembang.

Gempa dengan magnitudo 2,8 and 2,9 yang terjadi pada 14 dan 18 Mei 2017 dampaknya dirasakan dalam skala intensitas II-III MMI, tetapi tidak menimbulkan kerusakan.

Data hasil monitoring gempa di Sesar Lembang sangat penting untuk mengetahui tingkat keaktifan gempa, distribusi zona aktif gempa, mekanisme sumber gempa, dan studi struktur bawah permukaan bumi melalui teknik tomografi untuk keperluan mitigasi.

"Tidak ada yang tahu kapan gempa kuat akan terjadi. Agar selamat dari gempa, kita dapat melakukan upaya mitigasi konkret dengan membangun rumah tahan gempa dan belajar cara selamat saat terjadi gempa," tutur Daryono. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hujan Ringan Guyur Seluruh Wilayah DKI Jakarta Pagi Ini

Hujan Ringan Guyur Seluruh Wilayah DKI Jakarta Pagi Ini

News | Rabu, 27 Januari 2021 | 07:13 WIB

Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat Hari Ini, Rabu 27 Januari 2021

Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat Hari Ini, Rabu 27 Januari 2021

Kalbar | Rabu, 27 Januari 2021 | 06:06 WIB

Prakiraan Cuaca BMKG 27 Januari: Depok dan Kota Bogor Umumnya Berawan

Prakiraan Cuaca BMKG 27 Januari: Depok dan Kota Bogor Umumnya Berawan

Bogor | Rabu, 27 Januari 2021 | 07:00 WIB

Terkini

Musik, Gaya, dan Energi Gen Z! no na Hadirkan Keseruan Baru dalam Shopee 11.11 Big Sale

Musik, Gaya, dan Energi Gen Z! no na Hadirkan Keseruan Baru dalam Shopee 11.11 Big Sale

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Ulasan Film Uniform: Dilema Antara Integritas Seragam dan Urusan Hati

Ulasan Film Uniform: Dilema Antara Integritas Seragam dan Urusan Hati

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:00 WIB

14,3 Ton Bahan Semai Dihabiskan untuk Atasi Karhutla, Hujan Belum Turun di Kalteng

14,3 Ton Bahan Semai Dihabiskan untuk Atasi Karhutla, Hujan Belum Turun di Kalteng

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:56 WIB

Tetangga Syok Pria Pendiam di Gang Tentrem Madiun Jadi Otak Pembunuhan Sadis Ibu-Anak

Tetangga Syok Pria Pendiam di Gang Tentrem Madiun Jadi Otak Pembunuhan Sadis Ibu-Anak

Jatim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:55 WIB

Mahasiswa Geruduk DPRD Riau, Minta Keadilan untuk Korban Karhutla

Mahasiswa Geruduk DPRD Riau, Minta Keadilan untuk Korban Karhutla

Riau | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:55 WIB

Pemerintah Pangkas Pasokan Gas, Akankah Singapura Balas Stop Ekspor Pertalite ke Indonesia?

Pemerintah Pangkas Pasokan Gas, Akankah Singapura Balas Stop Ekspor Pertalite ke Indonesia?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:50 WIB

5 Wangi Parfum Terbaik untuk Musim Hujan: Hangat, Tenang, dan Tahan Lama

5 Wangi Parfum Terbaik untuk Musim Hujan: Hangat, Tenang, dan Tahan Lama

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:49 WIB

JPW Desak Ketegasan Polda DIY Tindak Parkir Liar Selama Operasi Patuh Progo 2026

JPW Desak Ketegasan Polda DIY Tindak Parkir Liar Selama Operasi Patuh Progo 2026

Jogja | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Geger Karhutla Way Kambas Meluas, BPBD Buka Suara Soal Nasib Kandang Gajah

Geger Karhutla Way Kambas Meluas, BPBD Buka Suara Soal Nasib Kandang Gajah

Lampung | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:40 WIB

MSCI Buka Opsi Status Standalone, BEI Hadapi Tantangan Kepercayaan Investor

MSCI Buka Opsi Status Standalone, BEI Hadapi Tantangan Kepercayaan Investor

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:31 WIB

×