Jejak Pemukiman Masa Lalu Ditemukan di Dekat Candi Pawon

Siswanto

Selasa, 02 Februari 2021 | 14:00 WIB
Jejak Pemukiman Masa Lalu Ditemukan di Dekat Candi Pawon
Temuan struktur permukinan kuno di dekat Candi Pawon, Selasa (2/2/2021) [Suara.com/Angga Haksoro]

Suara.com - Di sebelah Tenggara Candi Pawon, Brojonalan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, ditemukan situs yang diyakini pernah menjadi pemukiman pada masa lalu.

Lokasinya berada di area eskavasi yang digali sejak Desember 2020. Selain struktur bangunan, juga ditemukan jejak-jejak seperti pecahan keramik, gerabah, dan batu tasbih yang biasa dipakai biksu Budha.

Struktur bangunan membentuk semacam ruang-ruang, kata Koordinator Pemanfaatan Balai Konservasi Borobudur  Yudi Suhartono kepada jurnalis Angga Haksoro Ardi yang melaporkan untuk Suara.com, Selasa (2/2/2021).

“Kemudian juga ada di belakangnya struktur bata yang di kanan-kirinya menggunakan border batu. Apakah ini jalan ataukah dinding batu. Ada 2 kemungkinan. Ini yang masih kami teliti lebih lanjut,” kata Yudi ketika ditemui di area penemuan struktur.

Pecahan keramik diyakini berasal dari dinasti Tang sekitar abad 9 dan 10.

“Temuan keramik ini sama dengan temuan keramik yang ada di Borobudur dan Liyangan. Permukiman masa Mataram Kuno,” ujar Yudi.

Diyakini pula, struktur bangunan tersebut pada masa lalu difungsikan menjadi tempat tinggal para biksu.

Dugaan itu diperkuat temuan badi (biji tasbih) dan adanya ruangan kecil yang diperkirakan pernah digunakan sebagai tempat meditasi para biksu.

“Kami coba diskusi dengan beberapa ahli. Dugaan pertama mungkin ini semacam Pariwena atau kamar-kamar biksu dalam sebuah vihara. Tapi itu masih dugaan awal, masih kita selidiki lebih lanjut.”

baca juga

Struktur bangunan diperkirakan masih terhubung dengan Candi Pawon. Mengingat lokasinya yang dekat Candi Pawon (160 meter) dan hanya berjarak 30 meter dari Sungai Progo.

Bagi para arkeolog, jarak dan posisi temuan struktur dari candi terdekat, penting untuk menyimpulkan fungsi bangunan. Struktur dekat Candi Pawon ini diduga kampung madya yang berfungsi sebagai tempat para biksu.

“Yang pasti ini adalah permukiman Mataram Kuno. Kesimpulan sementara yang pasti, inilah permukiman Budhist. Karena dulu sempat ditemukan stupika sebelumnya. Stupika itu Budhist,” kata Yudi.

Sambil terus melakukan eskavasi, para arkeolog berencana membangun selter pengamanan di sekitar struktur bangunan.

“Pengamanan sementara supaya jangan sampai diganggu binatang. Kalau (ganguan) manusia, masyarakat sini tidak apa (paham tentang bangunan cagar budaya), sudah biasa."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Candi Pawon, Jadi Salah Satu Destinasi Wisata Sejarah di Magelang

Candi Pawon, Jadi Salah Satu Destinasi Wisata Sejarah di Magelang

Your Say | Jum'at, 14 Juli 2023 | 13:35 WIB

Terkini

Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:18 WIB

Wasit Ginanjar Disebut Lontarkan Umpatan, Pelatih PSPS: Sangat Tidak Respect!

Wasit Ginanjar Disebut Lontarkan Umpatan, Pelatih PSPS: Sangat Tidak Respect!

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 12:16 WIB

Inhealth Perluas Jaringan Layanan, Gandeng 8.000 Provider hingga Luar Negeri

Inhealth Perluas Jaringan Layanan, Gandeng 8.000 Provider hingga Luar Negeri

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:13 WIB

Penari Lengger Tanpa Sampur

Penari Lengger Tanpa Sampur

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:06 WIB

Uang Tunai Makin Jarang Dipakai, Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun

Uang Tunai Makin Jarang Dipakai, Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:03 WIB

Jurang Humor Milenial vs Gen Z: Saat Plesetan Cerdas Kalah dari Meme Pisang Tanpa Konteks

Jurang Humor Milenial vs Gen Z: Saat Plesetan Cerdas Kalah dari Meme Pisang Tanpa Konteks

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:00 WIB

Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda

Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 12:00 WIB

Didukung Kai EXO, Atlet Ini Tepati Janjinya Raih Emas Asian Games 2026

Didukung Kai EXO, Atlet Ini Tepati Janjinya Raih Emas Asian Games 2026

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 11:50 WIB

Akibat Pasokan Seret, Harga Cabai di Banyumas Tembus Rp80 Ribu!

Akibat Pasokan Seret, Harga Cabai di Banyumas Tembus Rp80 Ribu!

Jawa Tengah | Minggu, 27 September 2026 | 11:46 WIB

Korban KM Virgo Transport 8, Jenazah Taruno Akhirnya Pulang ke Madiun, Adik Masih Dicari

Korban KM Virgo Transport 8, Jenazah Taruno Akhirnya Pulang ke Madiun, Adik Masih Dicari

Jatim | Minggu, 27 September 2026 | 11:36 WIB

×