Kunjungan Jokowi di Sikka Picu Kerumunan dan Abai Prokes Dikecam Publik!

Reza Gunadha | Dwi Atika Nurjanah | Suara.com

Selasa, 23 Februari 2021 | 21:54 WIB
Kunjungan Jokowi di Sikka Picu Kerumunan dan Abai Prokes Dikecam Publik!
Kunjungan Jokowi di Sikka Picu Kerumunan dan Abai Prokes Dikecam Publik (instagram.com/jayalah.negriku)

Suara.com - Hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama rombongan bertolak ke Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk meresmikan pemanfaatan Bendungan Napun Gete pada Selasa (23/2/2021) siang.

Diketahui, sebelumnya Jokowi terlebih dahulu pergi meninjau proyek Food Estate di Kabupaten Sumba Tengah, di hari yang sama, pagi harinya.

Akibat kunjungan kerja Jokowi ke Kabupaten Sikka, NTT, sejumlah masyarakat antusias memenuhi jalan yang akan dilewati oleh Presiden Jokowi.

Dalam video yang dibagikan oleh akun Instagram @jayalah.negriku, memperlihatkan mobil iringan Jokowi berhenti untuk menyapa ribuan masyarakat Sikka yang memadati jalan.

Masyarakat tersebut begitu ramai dan terlihat warga abai protokol kesehatan yakni menjaga jarak. Mereka tampak tak memperdulikan hal itu, dan asyik berteriak menyapa Presiden Jokowi sambil memvideokan momen tersebut.

Melihat antusias warganya, Jokowi lalu keluar dari atas bak kaca mobilnya untuk menyapa warganya. Ia tampak menyuruh warga untuk tetap memakai maskernya.

Terlihat Jokowi melempari kaus ke kerumunan tersebut, hingga semakin membuat ricuh warga yang berebut mendapatkannya.

Setelahnya, Jokowi langsung melanjutkan perjalanannya. Tampak warga yang histeris mengejar mobil Jokowi dan berebut menyalami dirinya hingga membuat sejumlah petugas keamanan kewalahan.

Dalam video terlihat petugas keamanan selalu mengingatkan warga untuk tetap menjaga jaraknya dan tak menghalangi jalan, namun malah diabaikan.

Berdasarkan penelusuran Suara.com, diketahui peristiwa kerumunan itu terjadi di pertigaan jalan depan Hotel Permatasari, Kabupaten Sikka.

Alhasil, video yang menunjukkan kerumunan warga yang abai prokes saat kunjungan Presiden Jokowi ke Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur itu pun viral.

Sejumlah warganet yang melihat kejadian itu pun memberikan beragam komentarnya. Tak sedikit dari mereka kecewa dengan sang presiden yang memicu kerumunan dan membiarkan warganya mengabaikan prokes.

"Kok perkumpulan masa ya.... heeee bukannya dilarang....," ujar akun @one***33.

"Aman aja kalau presiden membuat kerumunan. Boro-boro jarak satu meter.. Berhimpitan santai aja.. Korona yang salah," kata akun @mi***rasya.

"Nunggu komen nyinyir itu kerumunan bla bla bla....," imbuh akun @ch***er.

"Aduuh protokol kesehatannya gimana itu..," tutur akun @bu***end.

"Waah parah berkerumun," celetuk akun @if***ah.

"Kok enggak ditangkep nih kumpul-kumpul gini sebenernya lagi ngapain si," tanya akun @i***1.

"Waduh melanggar protokol itu, main lempar-lempar aja pak kayak di konser," komentar akun @an***an.

"Bentar lagi pak Jokowi kena kritik karena buat kerumunan," ucap akun @an***ani.

Tonton di sini.

Sebagai gambaran dikutip dari antaranews.com --- Jaringan Suara.com, Presiden Joko Widodo datang ke kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, untuk meresmikan Bendungan Napun Gete.

Bendungan Napun Gete direncanakan berfungsi untuk menjadi air baku dan irigasi guna mengairi lahan seluas 300 hektare, sekaligus sebagai alternatif tujuan wisata baru di Maumere.

Selain untuk irigasi, Bendungan Napun Gete juga berfungsi sebagai penyedia air baku di Kabupaten Sikka yang dapat menyalurkan air hingga sebanyak 214 liter per detik, pengendali banjir sebanyak 219 meter kubik per detik dan memiliki potensi pembangkit tenaga listrik sebesar 0,71 mega watt.

Tak hanya itu, bendungan tersebut juga bermanfaat untuk pengendali banjir dan sebagai lahan konservasi dan sedang dibangun jalan akses dari jalan nasional ke bendungan sepanjang 11 km.

Diketahui biaya APBN yang dikeluarkan senilai Rp880 miliar yang dilaksanakan oleh PT Nindya Karya (Persero) sejak Januari 2017.

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, hari ini saya resmikan Bendungan Napun Gete di kabupaten Sikka provinsi Nusa Tenggara Timur," kata Presiden Jokowi di Bendungan Napun Gete, Selasa (23/2/2021).

"Tadi pagi Pak Gubernur menyampaikan bahwa di Kabupaten Sumba, Sumba Tengah dulunya banyak ekspor sapi ke Hong Kong. Kok berhenti? Ya karena memang kecukupan airnya kurang, sehingga di NTT dalam proses dibangun itu ada 7 bendungan," lanjutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Merinding! Ular Kobra Masuk Kamar Kos saat Pemuda Ini Tidur Pulas

Bikin Merinding! Ular Kobra Masuk Kamar Kos saat Pemuda Ini Tidur Pulas

Hits | Selasa, 23 Februari 2021 | 18:44 WIB

Karhutla Siak Terjadi di 5 Lokasi, Tim Fire Fighter RAPP Turut Dikerahkan

Karhutla Siak Terjadi di 5 Lokasi, Tim Fire Fighter RAPP Turut Dikerahkan

Riau | Selasa, 23 Februari 2021 | 18:28 WIB

Viral Calon Anggota DPR Cuma Dapat Lima Suara, Padahal Keluarga Ada 9 Orang

Viral Calon Anggota DPR Cuma Dapat Lima Suara, Padahal Keluarga Ada 9 Orang

Banten | Selasa, 23 Februari 2021 | 18:13 WIB

Data Terkini Kasus Covid-19 di Kaltim, Lepas Masker Saat Makan Saja

Data Terkini Kasus Covid-19 di Kaltim, Lepas Masker Saat Makan Saja

Kaltim | Selasa, 23 Februari 2021 | 18:08 WIB

Kerumunan saat Vaksinasi, Pedagang Tanah Abang: Mending Antre BLT

Kerumunan saat Vaksinasi, Pedagang Tanah Abang: Mending Antre BLT

Jakarta | Selasa, 23 Februari 2021 | 18:03 WIB

NTT Butuh Bendungan, Jokowi ke Pemda: Jangan Minta Yang Lain-Lain

NTT Butuh Bendungan, Jokowi ke Pemda: Jangan Minta Yang Lain-Lain

News | Selasa, 23 Februari 2021 | 18:02 WIB

Terkini

Soal Prabowo ke Prancis Saat Iduladha, Gerindra Sebut Ini Agenda Negara

Soal Prabowo ke Prancis Saat Iduladha, Gerindra Sebut Ini Agenda Negara

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:08 WIB

Rano Karno Serahkan Sapi Kurban ke RT Canggih di Gandaria

Rano Karno Serahkan Sapi Kurban ke RT Canggih di Gandaria

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 08:42 WIB

Pramono Wukuf di Arafah, Rano Karno Salat Id di Saf Depan Bersama Warga di Balai Kota

Pramono Wukuf di Arafah, Rano Karno Salat Id di Saf Depan Bersama Warga di Balai Kota

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 08:28 WIB

Wapres Gibran dan Jan Ethes Salat Iduladha Bersama di Masjid Istiqlal

Wapres Gibran dan Jan Ethes Salat Iduladha Bersama di Masjid Istiqlal

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 08:17 WIB

Hari H Iduladha, Masjid Istiqlal Sudah Terima 64 Sapi dan 13 Kambing

Hari H Iduladha, Masjid Istiqlal Sudah Terima 64 Sapi dan 13 Kambing

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 07:36 WIB

Nasaruddin Umar Terima Sapi Kurban dari Presiden dan Wapres

Nasaruddin Umar Terima Sapi Kurban dari Presiden dan Wapres

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 07:31 WIB

Kemenpar Bakal Tertibkan Penginapan Ilegal di OTA, 1.600 Akomodasi Terancam Dihapus

Kemenpar Bakal Tertibkan Penginapan Ilegal di OTA, 1.600 Akomodasi Terancam Dihapus

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 07:30 WIB

Jemaah Mulai Padati Masjid Istiqlal untuk Salat Iduladha 1447 H, Pengamanan Diperketat

Jemaah Mulai Padati Masjid Istiqlal untuk Salat Iduladha 1447 H, Pengamanan Diperketat

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 06:31 WIB

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB