Hari Raya Nyepi: Sejarah, Prosesi, dan Makna Hari Besar Umat Hindu

Rifan Aditya

Kamis, 25 Februari 2021 | 16:32 WIB
Hari Raya Nyepi: Sejarah, Prosesi, dan Makna Hari Besar Umat Hindu
Ilustrasi Umat Hindu, prosesi, makna dan sejarah Hari Raya Nyepi (16/9/2020). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]

Suara.com - Dalam waktu dekat, umat Hindu akan merayakan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada tanggal 14 Maret 2021. Tentu menarik untuk Anda yang kebetulan tidak merayakannya, untuk mengetahui serba-serbi terkait salah satu hari besar umat Hindu ini. Berikut prosesi, makna dan sejarah Hari Raya Nyepi. 

Sejarah Hari Raya Nyepi

Hari raya Nyepi sendiri sudah dirayakan sejak tahun 78 masehi silam. Hari raya ini merupakan perayaan atas tahun baru Saka, dalam kalender Saka yang digunakan umat Hindu sebagai acuan penanggalan.

Kalender ini juga yang digunakan untuk menentukan kapan hari raya lain akan jatuh, sehingga bisa dirayakan dengan tepat waktu. Meski demikian, jumlah hari dalam satu bulannya tidak sama dengan kalender umum yang digunakan masyarakat. Acuan penghitungan hari adalah acuan gerakan bulan, bukan matahari.

Sejarahnya sendiri berakar pada pertempuran jangka panjang yang terjadi di India antara beberapa suku, termasuk salah satunya suku Saka. Setelah pertarungan yang panjang, akhirnya suku Saka memenangkan pertempuran tersebut.

Tapi alih-alih menghancurkan musuh-musuhnya, raja suku Saka merangkul semua musuhnya tersebut untuk membuat satu kerajaan besar dengan kebudayaan yang beragam. Dari sinilah Hari Raya Nyepi mulai dirayakan, sebagai hari kebersamaan, kebangkitan, pembaruan, dan persatuan, dan diperingati dengan merayakan kedamaian dan kerukunan.

Prosesi Hari Raya Nyepi

Secara singkat, berikut urutan prosesi dari perayaan hari raya Nyepi.

- Melasti

baca juga

Dimulai dengan upacara Melasti, yang bermakna untuk membuang kotoran atau sifat negatif. Umat Hindu memulai upacara ini dengan berdoa untuk diberikan kekuatan melaksanakan Catur Brata Penyepian, dan persembahyangan ini akan dilaksanakan di laut sebagai tempat membuang segala hal buruk.

- Tawur Agung 

Prosesi kedua disebut dengan Tawur Agung dan Pangerupukan. Tawur Agung sendiri adalah ritual suci yang diadakan satu haru menjelang hari raya Nyepi, dan ditujukan untuk mengembalikan sari kehidupan yang telah digunakan manusia. Tawur Agung juga bertujuan untuk mengembalikan keharmonisan antara manusia dengan manusia, dan semua elemen alam semesta beserta Tuhan.

Tawur Agung sendiri akan disertai dengan upacara Pengerupukan, dengan menebar nasi tawur dan meletakkan obor di sekeliling rumah, dan mengarak ogoh-ogoh disertai dengan suara dan bebunyian keras.

- Catur Brata Penyepian

Pada hari berikutnya, umat Hindu merayakan hari raya Nyepi dan melaksanakan Catur Brata Penyepian. Sederhananya, Catur Brata Penyepian ini adalah pantangan yang harus dilakukan dalam rangka mensucikan diri dari semua hal buruk yang telah dilakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pura Tertua di Riau Ternyata Ada di Rokan Hilir

Pura Tertua di Riau Ternyata Ada di Rokan Hilir

Riau | Jum'at, 13 November 2020 | 14:06 WIB

5 Tradisi Unik Hari Raya Galungan dan Kuningan

5 Tradisi Unik Hari Raya Galungan dan Kuningan

News | Rabu, 16 September 2020 | 15:11 WIB

Makna Hari Raya Galungan yang Jatuh pada 16 September 2020

Makna Hari Raya Galungan yang Jatuh pada 16 September 2020

News | Selasa, 15 September 2020 | 09:11 WIB

Terkini

Pesta Kembang Api dan Aksi Agnes Mo Buka FIFA ASEAN Cup 2026, Stadion GBK Tidak Penuh

Pesta Kembang Api dan Aksi Agnes Mo Buka FIFA ASEAN Cup 2026, Stadion GBK Tidak Penuh

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 20:17 WIB

Nyamar Jadi Aparat Tajir di FB, Pemuda Kuras Uang Wanita Lampung Selatan Lewat Jebakan Video Call

Nyamar Jadi Aparat Tajir di FB, Pemuda Kuras Uang Wanita Lampung Selatan Lewat Jebakan Video Call

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 20:15 WIB

Bappisus Beri Tenggat Sepekan Usut Dugaan Kamar Apartemen di Lapas Cibinong

Bappisus Beri Tenggat Sepekan Usut Dugaan Kamar Apartemen di Lapas Cibinong

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 20:11 WIB

Sinopsis Irreplaceable, Dracin Terbaru Zhao Jin Mai dan Wei Da Xun di Youku

Sinopsis Irreplaceable, Dracin Terbaru Zhao Jin Mai dan Wei Da Xun di Youku

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 20:10 WIB

Izin BPR Syariah di Banten Dicabut, Belasan Bank Kecil Bangkrut di September

Izin BPR Syariah di Banten Dicabut, Belasan Bank Kecil Bangkrut di September

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 20:02 WIB

Menjaga Kesegaran Makanan di Kulkas, Ini yang Perlu Diperhatikan agar Tetap Optimal

Menjaga Kesegaran Makanan di Kulkas, Ini yang Perlu Diperhatikan agar Tetap Optimal

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 20:02 WIB

Cerita Pilu Sopir Truk di Bali Dibakar Bos Gegara Setoran, Tewas Setelah Seminggu Kritis

Cerita Pilu Sopir Truk di Bali Dibakar Bos Gegara Setoran, Tewas Setelah Seminggu Kritis

News | Jum'at, 25 September 2026 | 20:00 WIB

Good Talk GNFI di UAD: Pendidikan RI Dianggap Hanya Cetak Tenaga Kerja

Good Talk GNFI di UAD: Pendidikan RI Dianggap Hanya Cetak Tenaga Kerja

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 20:00 WIB

LRT Kelapa GadingManggarai Sedot 100 Ribu Penumpang dalam Sembilan Hari

LRT Kelapa GadingManggarai Sedot 100 Ribu Penumpang dalam Sembilan Hari

News | Jum'at, 25 September 2026 | 19:59 WIB

Rekam Jejak Rustam Lutfullin Wasit Timnas Indonesia vs Singapura: Hati-hati Justin Hubner

Rekam Jejak Rustam Lutfullin Wasit Timnas Indonesia vs Singapura: Hati-hati Justin Hubner

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 19:50 WIB

×