Ulama Redam Kekerasan Gangster di Afrika Selatan dengan Zikir

Siswanto, BBC

Senin, 01 Maret 2021 | 15:22 WIB
Ulama Redam Kekerasan Gangster di Afrika Selatan dengan Zikir
BBC

Suara.com - Sebuah tim ulama di Afrika Selatan telah menjalankan misi selama tiga tahun terakhir untuk membawa perdamaian ke Manenberg dan daerah lain di Cape Town yang didera masalah kekerasan geng dan narkoba.

Fotografer Shiraaz Mohamed menemani mereka dalam salah satu kunjungan mingguan mereka:

Hampir setiap Kamis malam, para cendekiawan pergi ke gang-gang Cape Town untuk melakukan "zikir".

Selama tiga tahun terakhir tidak pernah ada perkelahian geng selama ibadah yang dilaksanakan selama satu setengah jam itu, kata penyelenggara.

Biasanya antara 100 hingga 400 orang hadir. Ada satu ibadah yang didedikasikan untuk memerangi kekerasan berbasis gender - sebuah masalah besar di Afrika Selatan. Acara itu dihadiri hampir 2.000 orang.

"Ini bukan tentang angka-angka. Yang luar biasa adalah bahwa terlepas dari semua kondisi yang terjadi, kami dapat menjalankan zikir secara konsisten selama tiga tahun terakhir," kata penyelenggara Sheikh Mogamad Saalieg Isaacs.

Manenberg adalah kotapraja yang didirikan oleh pemerintah apartheid pada 1960-an untuk orang kulit berwarna berpenghasilan rendah, yang merupakan istilah resmi untuk orang-orang dari ras campuran di negara tersebut.

Rezim minoritas kulit putih pada saat itu secara paksa memisahkan komunitas berdasarkan ras, memungkinkan orang kulit putih untuk tinggal di daerah kota yang makmur.

Kotapraja ini diperkirakan memiliki populasi lebih dari 52.000 orang, yang sebagian besar beragama Kristen, dan pengangguran. Kemiskinan, kejahatan, dan kekerasan geng tersebar luas.

baca juga

Saat ini ada gencatan senjata di Manenberg antara geng-geng tersebut, setelah terjadi periode intens perkelahian geng - meskipun beberapa jam sebelum zikir ada penembakan di flat-flat ini.

Selama akhir pekan, empat pria tewas dalam penembakan geng yang terlihat di dekat Dataran Mitchells.

Penyelenggara zikir merasa bahwa kekerasan tidak akan pernah ada habisnya karena pemerintah tidak melakukan upaya yang tepat untuk menanganinya.

Bagi Sheikh Isaacs, dialog yang melibatkan tokoh-tokoh agama yang berbeda di komunitas yang ada akan menjadi awal yang baik: "Kejahatan tidak memiliki batasan dan tidak membedakan agama."

Dia juga merasa pihak berwenang harus menangani kepadatan yang berlebihan - dan membantu orang-orang pindah ke daerah lain, alih-alih membangun lebih banyak rumah susun di kotapraja. Ia juga berharap keberadaan pasukan keamanan dapat ditingkatkan.

Cape Malays, komunitas etnis campuran Asia yang telah ada di Afrika Selatan selama beberapa generasi, melakukan zikir dengan alunan nada yang unik.

Beberapa orang Kristen yang tinggal di kotapraja juga hadir - dan menonton acara itu dari apartemen terdekat mereka.

Sheikh Sameeg Norodien, salah satu pendiri sesi zikir Manenberg, menyiapkan sepanci makanan untuk para umat.

Di Cape Town, orang-orang akan diberi kue atau sesuatu yang manis untuk dimakan - yang dikenal sebagai "niyaz" - setelah pertemuan.

Namun, oleh karena Manenberg adalah komunitas yang miskin, para umat diberi makanan hangat setelah zikir.

Manenberg dinyatakan sebagai "zona bahaya merah" oleh pihak berwenang pada pertengahan 2015 dan selama beberapa bulan ambulans tidak dapat memasuki daerah tersebut kecuali dikawal oleh polisi.

Namun, para gangster di daerah tertentu kini sering membantu para ulama meletakkan sajadah di awal ibadah, kata Sheikh Isaacs.

"Ada periode tertentu antara 2018 dan 2019, saat-saat kejahatan di Manenberg menurun selama kami mengadakan program zikir," katanya.

Para penyelenggara telah menerima penghargaan dari polisi di Manenberg untuk peran mereka melaksanakan zikir.

Tujuan jangka pendek dari ritual ini adalah untuk membawa kedamaian, ketenangan dan kedamaian ke perkampungan, tujuan jangka panjang mereka adalah untuk meningkatkan hubungan dengan otoritas terkait demi membersihkan wilayah itu dari narkoba dan kekerasan geng.

Anak-anak diperingatkan tentang dampak narkoba dan didorong untuk mengikuti sesi zikir dengan harapan mereka tidak bergabung dengan kelompok gangster dan pengedar narkoba.

Komunitas Kristen dikatakan sangat menghormati sesi zikir dan penyelenggara berharap untuk menunjukkan bahwa Muslim adalah orang yang tenang dan tanpa kekerasan.

Tamu undangan atau cendekiawan diundang untuk berbicara setiap hari Kamis. Di sini terlihat Syekh Hasan Pandy berbicara tentang pentingnya ibu.

Pembicara tamu menggunakan pengeras suara, sehingga suara pesan mereka - yang mencakup topik dari kesetaraan gender hingga penyalahgunaan narkoba - dapat didengar oleh orang lain.

Penyelenggara mencoba dan mendapatkan seorang pendeta Kristen sebagai pembicara tamu dalam beberapa sesi.

"Zikir telah membuat ketenangan di Manenberg," kata Sheikh Isaacs.

"Kami hanya melakukannya seminggu sekali. Jika kami bisa menyelenggarakan program zikir setiap hari, itu akan memiliki efek yang luar biasa, tetapi karena alasan logistik kami tidak bisa."

Semua foto dilindungi hak cipta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Data dan Fakta Bantah Sesat Logika Rocky Gerung: Pesepak Bola Bagus dari Afrika karena MBG

Data dan Fakta Bantah Sesat Logika Rocky Gerung: Pesepak Bola Bagus dari Afrika karena MBG

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:55 WIB

PENGUMUMAN Harga BBM Naik 7 Oktober Besok Rp 3.000-an Per Liter, ESDM Afsel Beberkan Alasannya

PENGUMUMAN Harga BBM Naik 7 Oktober Besok Rp 3.000-an Per Liter, ESDM Afsel Beberkan Alasannya

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap

Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Lampaui Target, Menag Klaim Indeks Kerukunan Beragama RI Capai Level Tertinggi

Lampaui Target, Menag Klaim Indeks Kerukunan Beragama RI Capai Level Tertinggi

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:06 WIB

Batal Hadir di Zikir Monas Karena Tugas Negara, Prabowo Titip Salam Hangat Lewat Menag

Batal Hadir di Zikir Monas Karena Tugas Negara, Prabowo Titip Salam Hangat Lewat Menag

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:30 WIB

Doa Kebangsaan di Monas Dimulai Jam Berapa? Ini Jadwal, Lokasi Parkir, dan Rute Lalu Lintasnya

Doa Kebangsaan di Monas Dimulai Jam Berapa? Ini Jadwal, Lokasi Parkir, dan Rute Lalu Lintasnya

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:36 WIB

Dijaga Ketat 7 Ribu Personel, Ribuan Jemaah Mulai Padati Monas Jelang Zikir Bersama Prabowo

Dijaga Ketat 7 Ribu Personel, Ribuan Jemaah Mulai Padati Monas Jelang Zikir Bersama Prabowo

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:14 WIB

100 Ribu Jemaah Diperkirakan Padati Monas, Kemenag Minta Peserta Zikir Kebangsaan Datang Lebih Awal

100 Ribu Jemaah Diperkirakan Padati Monas, Kemenag Minta Peserta Zikir Kebangsaan Datang Lebih Awal

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:22 WIB

Penyebab Kematian Jayden Adams Masih Gelap, Benarkah Gegara Tenggak Cairan Ini?

Penyebab Kematian Jayden Adams Masih Gelap, Benarkah Gegara Tenggak Cairan Ini?

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 00:59 WIB

Misteri Kematian Jayden Adams, Keluarga Tunggu Hasil Otopsi, Sang Istri Ungkap Fakta Ini

Misteri Kematian Jayden Adams, Keluarga Tunggu Hasil Otopsi, Sang Istri Ungkap Fakta Ini

Bola | Senin, 13 Juli 2026 | 08:12 WIB

Terkini

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Transformasi Digital Buka Peluang Investasi Baru, Ini yang Perlu Dipahami Mahasiswa

Transformasi Digital Buka Peluang Investasi Baru, Ini yang Perlu Dipahami Mahasiswa

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:22 WIB

Tren Wellness Meningkat, Kolam Renang dan Sauna Jadi Bagian Gaya Hidup Modern

Tren Wellness Meningkat, Kolam Renang dan Sauna Jadi Bagian Gaya Hidup Modern

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Lomba Nglinting Tembakau Jadi Upaya Temanggung Angkat Ekonomi Lokal

Lomba Nglinting Tembakau Jadi Upaya Temanggung Angkat Ekonomi Lokal

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan

Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan

Banten | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:13 WIB

Mendikti Brian Nilai Program Pelatihan Rektor PTS Bisa Jadi Contoh bagi Kampus Negeri

Mendikti Brian Nilai Program Pelatihan Rektor PTS Bisa Jadi Contoh bagi Kampus Negeri

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:09 WIB

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Jadi Celah Kerawanan Narkoba

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Jadi Celah Kerawanan Narkoba

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:00 WIB

×