- Gelandang timnas Afrika Selatan, Jayden Adams, meninggal dunia di usia 25 tahun, dua pekan setelah Piala Dunia 2026.
- Adams merupakan pemain berbakat yang sukses berkarier di Stellenbosch dan Mamelodi Sundowns sebelum membela tim nasional negaranya.
- Kepergian Adams meninggalkan duka mendalam bagi dunia sepak bola saat karier profesionalnya sedang berada di puncak performa.
Suara.com - Kematian gelandang Afrika Selatan, Jayden Adams, di usia 25 tahun meninggalkan duka mendalam.
Jayden Adams meninggal dunia hanya beberapa hari setelah kembali dari Piala Dunia 2026, saat kariernya tengah menanjak.
Adams merupakan bagian penting skuad Afrika Selatan yang menembus fase gugur turnamen.
Ia tampil dalam tiga laga fase grup sebelum timnya tersingkir oleh Kanada di babak awal knockout.
Perjalanan di Piala Dunia 2026 juga diwarnai duka pribadi.
Neneknya, Marianna Adams, meninggal dunia sehari sebelum laga melawan Republik Ceko.
![Gelandang timnas Afrika Selatan, Jayden Adams, ditemukan meninggal dunia pada usia 25 tahun, hanya dua pekan setelah tampil di Piala Dunia 2026. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/12/13707-jayden-adams.jpg)
Meski terpukul, Adams tetap memilih bermain.
Ia bahkan tampil sebagai starter dalam laga tersebut dan membantu timnya meraih hasil imbang 1-1.
“Jayden tetap bertahan dan memberikan segalanya di lapangan meski sedang berduka,” demikian pernyataan federasi sepak bola Afrika Selatan saat itu.
Lahir pada 5 Mei 2001 di Cloetesville, Stellenbosch, Adams tumbuh dalam lingkungan dengan tantangan sosial dan ekonomi.
Ibunya, Candice, menggambarkan masa kecilnya sebagai penuh kesulitan.
Sepak bola menjadi jalan keluar sejak usia dini.
Adams mulai bermain pada usia lima tahun sebelum meniti karier di berbagai klub lokal hingga akhirnya direkrut Stellenbosch.
Bakatnya berkembang pesat. Pada 2020, ia menjadi pemain pertama lulusan akademi klub yang menandatangani kontrak profesional bersama tim utama.
Selama membela Stellenbosch, Adams mencatatkan 139 penampilan dan membawa klub meraih gelar besar pertama pada 2023.
