Mengapa Perempuan Myanmar Pakai Kain Sarung Melawan Kudeta Militer?

Siswanto, BBC

Kamis, 11 Maret 2021 | 10:25 WIB
Mengapa Perempuan Myanmar Pakai Kain Sarung Melawan Kudeta Militer?
BBC

Suara.com - Perempuan di Myanmar menggunakan cara takhayul yang dipercaya secara luas, dengan menggunakan kain sarung, sebagai gerakan menentang kudeta militer - dan memulainya dengan 'Revolusi Sarung'.

Ada kepercayaan yang dianut secara luas di Myanmar bahwa jika seorang pria berjalan di bawah kain sarung perempuan (htamein, dalam bahasa Burma), maka dia akan kehilangan sebagian kekuatan atau kejayaannya, yang dikenal sebagai "hpone".

Untuk menghentikan langkah pasukan keamanan yang masuk ke area pemukiman warga untuk melakukan penangkapan, para perempuan menggantungkan kain sarung mereka di tali jemuran yang dipasang di atas jalanan.

Di sejumlah tempat, cara ini cukup berhasil.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan polisi menurunkan sarung-sarung dari jemuran tersebut, ketika mereka akan melintasi jalanan.

Para pengunjuk rasa menyerukan untuk mengakhiri pemerintahan militer di Myanmar, dan membebaskan para pemimpin pemerintah yang dipilih secara demokratis, termasuk Aung San Suu Kyi yang telah ditahan sejak militer merebut kekuasaan pada 1 Februari lalu.

Militer telah menanggapi "kecurangan pemilu", dan menyerahkan kekuasaan pada panglima militer Jenderal Min Aung Hlaing. Militer juga memberlakukan keadaan darurat selama setahun.

Jenderal Ming Aung Hlaing telah lama memiliki pengaruh terhadap politik, dan berhasil mempertahankan kekuatan Tatmadaw - militer Myanmar - bahkan ketika negara itu sedang bergerak menuju demokrasi.

Kepercayaan yang dianut secara luas

Untuk memulai 'Revolusi Sarung', para perempuan mengandalkan takhayul yang dianut secara luas.

baca juga

"Saya dibesarkan dengan takhayul bahwa Htamein (sarung) perempuan adalah kain najis yang akan menurunkan kekuatan saya, jika diletakan di atas saya, dan banyak teman saya membagikan mitos ini," kata seorang mahasiswa, Htun Lynn Zaw.

Seorang penulis sekaligus podcaster Burma, MiMi Aye, yang saat ini tinggal di Inggris, mengatakan aktivis perempuan menggunakan takhayul seskis ini demi keuntungan mereka.

"Takhayul ini aslinya bukanlah menghilangkan kekuatan pria karena perempuan kotor, perempuan dipandang sebagai makhluk seksual atau penggoda yang dapat menghancurkan pria yang lemah."

Dia menjelaskan tradisi Htamein juga digunakan sebagai simbol keberuntungan.

"Pria yang pergi berperang akan menggulung potongan kecil dari sarung ibu mereka, dan memakainya sebagai anting-anting, dan para pengunjuk rasa selama masa pemberontakan 8888 (pada 1998) mengenakan kain sarung ibu mereka sebagai bandana," kata MiMi Aye.

Para pengunjuk rasa perempuan sekarang memilih memanfaatkan kekuatan kain sarung di ruang publik.

Pada Hari Perempuan Internasional, 8 Maret kemarin, mereka mengikat kain sarung ke tiang bendera sebagai bagian apa yang mereka sebut sebagai Revolusi Sarung.

Aktivis pro-demokrasi, Thinzar Shunlei Yi memposting fotonya di internet dengan menuliskan, "Dengan jubah saya... Kain sarung saya telah melindungi saya, lebih baik dari militer di Myanmar."

Sejumlah pengunjuk rasa bahkan menempelkan foto Jenderal senior Min Aung Hlaing-yang merebut kekuasaan-pada pembalut dan disebar di jalan-jalan. Tujuannya untuk menghambat gerak langkah pasukan militer, karena mereka tak mau menginjak wajah pemimpinnya yang tertempel pada pembalut itu.

Pria seperti mahasiswa bernama Htun Lynn Zaw juga mengambil bagian dari gerakan ini, membalut kepalanya dengan kain sarung.

"Ini adalah cara untuk mendukung dan bersolidaritas dengan perempuan-perempuan pemberani yang melakukan protes," katanya di media sosial.

Sejauh ini, lebih dari 54 orang, kebanyakan perempuan, telah dibunuh oleh pasukan keamanan dalam unjuk rasa, menurut kantor urusan Hak Asasi Manusia PBB.

Puluhan negara telah mengutuk aksi kekerasan tersebut, akan tetapi seruan itu diabagikan oleh para pimpin militer.

Akan tetap, perempuan yang berunjuk rasa menolak untuk diam, mereka menggunakan kain sarung untuk menentang kekuasaan militer.

Slogan mereka adalah "Sarung Kami, Panji Kami, Kemenangan Kami".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ray Rangkuti Endus Indikasi Kudeta Merambat di Indonesia, Apa Bahayanya?

Ray Rangkuti Endus Indikasi Kudeta Merambat di Indonesia, Apa Bahayanya?

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:10 WIB

4 Tahun di Bawah Kudeta Militer, Jurnalis di Myanmar Hidup dalam Bayang Penangkapan dan Serangan

4 Tahun di Bawah Kudeta Militer, Jurnalis di Myanmar Hidup dalam Bayang Penangkapan dan Serangan

News | Senin, 13 Oktober 2025 | 16:02 WIB

Krisis Nepal Membara! Parlemen Hangus, Pemerintah Jatuh, Militer Ambil Alih

Krisis Nepal Membara! Parlemen Hangus, Pemerintah Jatuh, Militer Ambil Alih

News | Kamis, 11 September 2025 | 14:26 WIB

Tewaskan 4 Ribu Lebih Warga, Status Darurat Myanmar Diperpanjang 6 Bulan

Tewaskan 4 Ribu Lebih Warga, Status Darurat Myanmar Diperpanjang 6 Bulan

News | Kamis, 01 Februari 2024 | 15:29 WIB

Profil Presiden Burkina Faso Ibrahim Traore yang Dukung Kudeta Militer Niger

Profil Presiden Burkina Faso Ibrahim Traore yang Dukung Kudeta Militer Niger

News | Sabtu, 05 Agustus 2023 | 18:05 WIB

Konflik Myanmar: Berperang Melawan Militer Demi Demokrasi

Konflik Myanmar: Berperang Melawan Militer Demi Demokrasi

Video | Rabu, 11 Januari 2023 | 11:50 WIB

Thailand Tolak Masuk Peserta Kontes Kecantikan yang Cela Junta Myanmar

Thailand Tolak Masuk Peserta Kontes Kecantikan yang Cela Junta Myanmar

News | Jum'at, 23 September 2022 | 14:01 WIB

Militer Myanmar Pindahkan Aung San Suu Kyi ke Penjara di Naypyidaw

Militer Myanmar Pindahkan Aung San Suu Kyi ke Penjara di Naypyidaw

News | Jum'at, 24 Juni 2022 | 16:14 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×