Indonesia Hadapi Tiga Krisis Lingkungan: Apa Dampaknya dan Apa yang Bisa Dilakukan?

Bimo Aria Fundrika

Minggu, 15 Februari 2026 | 20:25 WIB
Indonesia Hadapi Tiga Krisis Lingkungan: Apa Dampaknya dan Apa yang Bisa Dilakukan?
Dmpak nyata krisis iklim, seperti kebakaran hutan yang meluas, banjir akibat naiknya permukaan laut, atau lanskap kering yang mengalami kekeringan parah. Ilustrasi ini menggambarkan betapa mendesaknya situasi perubahan iklim dan pentingnya tindakan segera untuk mengurangi dampaknya. (unsplash.com/@davidkristianto)
baca 10 detik
  • Krisis lingkungan Indonesia ditandai perubahan ekstrem, banjir berulang, serta sampah sungai, disebut Menteri LH sebagai *triple planetary crisis*.
  • Pemerintah fokus membenahi pengelolaan sampah dari sumbernya karena sebagian besar sampah laut berasal dari daratan dan sungai.
  • MUI menekankan tanggung jawab moral keagamaan; membuang sampah sembarangan ke lingkungan telah difatwakan sebagai perbuatan haram.

Suara.com - Indonesia menghadapi tekanan lingkungan yang kian terasa nyata. Perubahan cuaca yang makin ekstrem, banjir yang berulang, hingga persoalan sampah di sungai dan laut menunjukkan bahwa krisis bukan lagi wacana global, melainkan pengalaman sehari-hari.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyebut kondisi ini sebagai bagian dari triple planetary crisis—krisis iklim, pencemaran, dan sampah. Ia menyampaikan hal tersebut saat kegiatan Aksi Bersih Sungai dan penanaman pohon di aliran Sungai Cikeas, Sentul, dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.

Merujuk data UNFCCC, suhu global pada 2024 tercatat menjadi yang terpanas sepanjang sejarah, naik 1,4 derajat Celsius dibanding masa pra-industri. Bagi negara tropis seperti Indonesia, kenaikan ini berdampak langsung pada meningkatnya curah hujan ekstrem, bencana hidrometeorologi, serta kenaikan muka air laut. Fenomena yang dulu dianggap anomali kini mulai menjadi pola baru.

Aktivis lingkungan melakukan aksi di Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (27/9/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aktivis lingkungan melakukan aksi di Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (27/9/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Namun, pemerintah menekankan bahwa krisis ini tidak hanya untuk disesali, tetapi juga untuk direspons secara sistematis. Salah satu fokus utama adalah pembenahan pengelolaan sampah dari sumbernya. Hanif mengakui hampir tidak ada sungai di Indonesia yang sepenuhnya bebas dari sampah. Temuan ini menjadi titik awal perbaikan, bukan sekadar kritik.

Menurutnya, sebagian besar sampah laut berasal dari daratan dan sungai. Artinya, solusi harus dimulai dari hulu—dari pengurangan sampah rumah tangga, perbaikan sistem pengelolaan di daerah, hingga penguatan infrastruktur daur ulang. Pemerintah saat ini memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui National Plastic Action Plan serta kerja sama dengan berbagai mitra internasional.

Kegiatan bersih sungai dan penanaman pohon di Cikeas menjadi contoh pendekatan preventif. Langkah ini tidak hanya membersihkan dampak, tetapi juga membangun kesadaran dan memperkuat fungsi ekologis daerah aliran sungai.

Pendekatan struktural tersebut juga dilengkapi dengan pendekatan kultural. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Ekonomi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Hazuarli Halim, menekankan bahwa krisis lingkungan berkaitan erat dengan tanggung jawab moral dan keagamaan. MUI telah memfatwakan bahwa membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan laut, adalah haram karena menimbulkan mudarat.

Pendekatan berbasis nilai ini diharapkan dapat memperluas partisipasi publik. Literasi lingkungan melalui masjid dan kegiatan dakwah menjadi salah satu jalur untuk mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker

Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker

Health | Minggu, 15 Februari 2026 | 13:54 WIB

Indonesia-Norwegia Luncurkan Small Grant Periode IV, Dukung FOLU Net Sink 2030

Indonesia-Norwegia Luncurkan Small Grant Periode IV, Dukung FOLU Net Sink 2030

News | Minggu, 15 Februari 2026 | 08:30 WIB

Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut, KLH Pastikan Gugatan ke PTAR Terus Berjalan

Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut, KLH Pastikan Gugatan ke PTAR Terus Berjalan

Bisnis | Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:25 WIB

Terkini

Perhitungan Tarif Kapal Feri Bakal Seperti Pesawat, Bakal Lebih Mahal?

Perhitungan Tarif Kapal Feri Bakal Seperti Pesawat, Bakal Lebih Mahal?

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Harapan Hingga Kehancuran: Kesegaran Unik dalam Resident Evil (2026)

Harapan Hingga Kehancuran: Kesegaran Unik dalam Resident Evil (2026)

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Prabowo Tendang Status PSN PIK 2 Milik Aguan, PANI Ungkap Kondisi Bisnis

Prabowo Tendang Status PSN PIK 2 Milik Aguan, PANI Ungkap Kondisi Bisnis

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia vs Thailand Ludes Terjual

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia vs Thailand Ludes Terjual

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Copet Lintas Daerah Diduga Buru Kerumunan Jamaah Haul Solo, Dua Pria Dibekuk Polisi

Copet Lintas Daerah Diduga Buru Kerumunan Jamaah Haul Solo, Dua Pria Dibekuk Polisi

Jawa Tengah | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:48 WIB

Investasi Rp3,3 Triliun, PLTS Akan Dibangun di 10 Lokasi Sulawesi Tengah

Investasi Rp3,3 Triliun, PLTS Akan Dibangun di 10 Lokasi Sulawesi Tengah

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Gianni Infantino Temui Prabowo Subianto Bahas Masa Depan Sepak Bola ASEAN

Gianni Infantino Temui Prabowo Subianto Bahas Masa Depan Sepak Bola ASEAN

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:40 WIB

PELOPOR BRI 2026 Perkuat Penerapan Tata kelola Perusahaan yang Baik

PELOPOR BRI 2026 Perkuat Penerapan Tata kelola Perusahaan yang Baik

Jakarta | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:39 WIB

Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara

Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:39 WIB

BRI Bersama KPK Perkuat Budaya Antikorupsi lewat PELOPOR 2026

BRI Bersama KPK Perkuat Budaya Antikorupsi lewat PELOPOR 2026

Riau | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:36 WIB

×