Ditunda Banyak Negara, Bagaimana Nasib Vaksin AstraZeneca di Indonesia?

Siswanto, Deutsche Welle

Rabu, 17 Maret 2021 | 10:05 WIB
Ditunda Banyak Negara, Bagaimana Nasib Vaksin AstraZeneca di Indonesia?
DW

Suara.com - Bukan semata-mata karena kasus penggumpalan darah, penundaan distribusi vaksin AstraZeneca di Indonesia disebut lebih karena prinsip "kehati-hatian". Penundaan juga memunculkan kekhawatiran terkait masa simpan vaksin.

Pada 8 Maret 2021 lalu, Indonesia telah menerima 1,1 juta dosis vaksin siap pakai dari AstraZeneca. Vaksin ini diperoleh melalui skema multilateral COVAX Facility yang bertujuan mengupayakan kesetaraan akses terhadap vaksin COVID-19 untuk seluruh negara di dunia.

Vaksin tersebut juga telah masuk dalam daftar penggunaan darurat (EUL) dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) sejak 15 Februari 2021.

Namun, kontroversi terkait penggunaan vaksin AstraZeneca belakangan bergulir. Banyak negara-negara di dunia terutama di Eropa yang menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca menyusul adanya laporan terkait puluhan kasus penggumpalan darah di antara jutaan orang yang sudah menerima suntikan vaksin tersebut.

Termasuk Indonesia turut menunda implementasi vaksin AstraZeneca sambil menunggu konfirmasi dari WHO, demikian disampaikan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja di Komisi IX DPR RI, Jakarta, Senin (15/3).

Menunda bukan berarti membatalkan penggunaan

Menurut juru bicara vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmidzi penundaan distribusi vaksin AstraZeneca yang telah masuk ke Indonesia dilakukan bukan semata-mata karena kasus penggumpalan darah yang belakangan terjadi.

Tapi lebih kepada prinsip “kehati-hatian” dalam penggunaannya. Pemerintah menurut Siti Nadia masih menunggu arahan lebih lanjut dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan tim ahli lainnya terkait kriteria penerima vaksin AstraZeneca tersebut.

Apakah nantinya akan disamakan dengan kriteria penerima vaksin produksi Sinovac dan Bio Farma atau tidak.

baca juga

Sejauh ini Indonesia masih memakai vaksin produksi Sinovac yang bekerja sama dengan Bio Farma dalam program vaksinasinya.

Namun tidak hanya menunggu rekomendasi BPOM, penundaan distribusi ini juga berarti ada pengecekan terhadap kualitas fisik vaksin AstraZeneca yang terlebih dahulu harus dilakukan.

“Jadi kita betul-betul menjamin dari segi mutunya artinya kita melihat apakah di dalam vial yang dikirimkan oleh AstraZeneca tadi terjadi perubahan warna atau perubahan bentuk fisik ini yang kita lakukan untuk melihat quality control-nya,” kata Siti Nadia dalam konferensi pers yang ditayangkan melalui akun YouTube Kementerian Kesehatan RI, Selasa (16/3).

Siti Nadia memperkirakan proses quality control, pengepakan dan persiapan distribusi vaksin AstraZeneca akan selesai dalam 2-3 minggu ke depan.

Namun ia tak menampik dalam rentang waktu tersebut, dimungkinkan adanya percepatan-percepatan.

“Jadi kita tunggu saja. Ini artinya antara persiapan packing dari vaksin untuk kita distribusikan dan juga tadi rekomendasi lebih lanjut dari BPOM mengenai penggunaan AstraZeneca, akan kita lakukan secara paralel,” tambahnya.

Namun, masih belum jelas kapan BPOM akan mengeluarkan keputusan terkait penggunaan vaksin AstraZeneca dalam program vaksinasi nasional.

Kepala BPOM Penny K. Lukito dalam rapat kerja di Komisi IX DPR RI, Senin (15/3) mengatakan pihaknya masih melakukan komunikasi dengan WHO dan The Strategic Advisory Group of Experts (SAGE) terkait hal ini.

“Harapannya tidak terlalu lama,” kata Penny dalam kesempatan itu.

Masa simpan Vaksin AstraZeneca berakhir di akhir Mei

Menyusul adanya penundaan distribusi vaksin AstraZeneca di tanah air, muncul kekhawatiran apakah nantinya 1,1 juta vaksin yang sudah masuk ke Indonesia bisa habis terpakai sebelum masa simpannya berakhir.

Dalam konferensi persnya, Siti Nadia menyebut bahwa vaksin AstraZeneca yang didapatkan Indonesia dari COVAX Facility memiliki shelf life alias masa simpan yang relatif pendek, yaitu berakhir di bulan Mei 2021.

Sementara, rentang waktu optimal antara penyuntikan dosis pertama dengan dosis kedua untuk vaksin AstraZeneca menurut WHO adalah 9-12 minggu.

Siti Nadia mengaku optimis 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca tersebut dapat dihabiskan untuk penyuntikan dosis pertama sebelum masa simpannya habis.

Alasannya, tingkat vaksinasi Indonesia yang ia klaim sudah mencapai angka 250-350 ribu per hari.

“Artinya kalau kita akan melakukan penyuntikan sebanyak 1,1 juta dosis vaksin, kalau kita anggap saja misalnya kita mampu melaksanakan penyuntikan itu 200 ribu [per hari] berarti dalam kurun waktu 6 hari vaksinnya akan habis,” kata dia.

Meski begitu ia mencatat, perlu ada kajian lebih dalam lagi mengenai prioritas siapa yang akan mendapatkan vaksin dan daerah mana yang akan menggunakan vaksin AstraZeneca tersebut agar penggunaannya efektif dan maksimal.

“Masyarakat tak perlu takut”

Siti Nadia mengimbau masyarakat agar tidak takut melihat pemberitaan mengenai penggumpalan darah yang belakangan terjadi.

Menurutnya, WHO telah meyakinkan bahwa manfaat dari vaksin tersebut jauh lebih besar dari risiko efek samping yang ditimbulkan.

“Sekali lagi sudah ada 17 juta orang menerima vaksin AstraZeneca dimana kejadian pembekuan darah ini hanya 40 kasus jadi angkanya sangat-sangat kecil,” kata dia.

Ia juga menekankan bahwa pemerintah telah memiliki mekanisme penanganan Kejadian Ikutan Pasca Imunisiasi (KIPI), sehingga walaupun nantinya vaksin AstraZeneca tersebut tetap digunakan, mekanisme monitoring gejala klinis yang ditimbulkan akibat penyuntikan vaksin akan tetap berlangsung.

Siti Nadia juga menambahkan bahwa kontroversi kasus pembekuan darah yang dikaitkan dengan penggunaan vaksin AstraZeneca juga tidak berpengaruh terhadap kerja sama multilateral Indonesia dalam inisiatif COVAX Facility.

Menurutnya, kerja sama tersebut akan terus berjalan. Indonesia diketahui akan memperoleh sebanyak 11,7 juta vaksin melalui skema multilateral COVAX Facility. gtp/hp (dari berbagai sumber)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Heboh Vaksin AstraZeneca Akui Timbulkan Efek Samping Langka

Bikin Heboh Vaksin AstraZeneca Akui Timbulkan Efek Samping Langka

Video | Sabtu, 04 Mei 2024 | 07:00 WIB

Penerima Vaksin AstraZeneca Alami Cedera Otak Permanen, Menkes: Benefit Lebih Besar dari Risiko

Penerima Vaksin AstraZeneca Alami Cedera Otak Permanen, Menkes: Benefit Lebih Besar dari Risiko

News | Jum'at, 03 Mei 2024 | 17:38 WIB

Mengenal Thrombosis with Thrombocytopenia Syndrome, Efek Samping Vaksin Covid-19 AstraZeneca yang Heboh di Inggris

Mengenal Thrombosis with Thrombocytopenia Syndrome, Efek Samping Vaksin Covid-19 AstraZeneca yang Heboh di Inggris

Health | Jum'at, 03 Mei 2024 | 13:57 WIB

Heboh Vaksin AstraZeneca Beri Efek Samping Pembekuan Darah, Menkes Budi Gunadi Sadikin Buka Suara

Heboh Vaksin AstraZeneca Beri Efek Samping Pembekuan Darah, Menkes Budi Gunadi Sadikin Buka Suara

Health | Kamis, 02 Mei 2024 | 12:47 WIB

4 Tanda Diam-Diam Tubuh Kena Penggumpalan Darah, Wajib Waspada!

4 Tanda Diam-Diam Tubuh Kena Penggumpalan Darah, Wajib Waspada!

Your Say | Kamis, 06 Oktober 2022 | 12:09 WIB

4 Manfaat Buah Melon bagi Ibu Hamil, Salah Satunya Cegah Penggumpalan Darah

4 Manfaat Buah Melon bagi Ibu Hamil, Salah Satunya Cegah Penggumpalan Darah

Your Say | Kamis, 18 Agustus 2022 | 14:55 WIB

Terpopuler Kesehatan: Vaksin Astrazeneca Cegah Kematian Covid-19, Skrining Cacar Monyet dengan Orientasi Seksual?

Terpopuler Kesehatan: Vaksin Astrazeneca Cegah Kematian Covid-19, Skrining Cacar Monyet dengan Orientasi Seksual?

Health | Rabu, 27 Juli 2022 | 20:57 WIB

Vaksin AstraZeneca Diperkirakan Telah Mencegah Lebih dari 93 Ribu Kematian di Indonesia

Vaksin AstraZeneca Diperkirakan Telah Mencegah Lebih dari 93 Ribu Kematian di Indonesia

Health | Rabu, 27 Juli 2022 | 16:14 WIB

Terkini

Dana SAL Ditarik, Bank BUMN Masih Bisa Salurkan Kredit?

Dana SAL Ditarik, Bank BUMN Masih Bisa Salurkan Kredit?

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Bareskrim Tangkap 197 Orang dalam Penggerebekan Kasino Di Batam

Bareskrim Tangkap 197 Orang dalam Penggerebekan Kasino Di Batam

Batam | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:20 WIB

LIVE STREAMING: Kirab Bendera Sang Merah Putih dari Monas Menuju Istana Merdeka

LIVE STREAMING: Kirab Bendera Sang Merah Putih dari Monas Menuju Istana Merdeka

Video | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:15 WIB

81 Tahun Indonesia Merdeka, Mengapa Pesepeda Jakarta Masih Merasa 'Terjajah' di Jalanan?

81 Tahun Indonesia Merdeka, Mengapa Pesepeda Jakarta Masih Merasa 'Terjajah' di Jalanan?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:15 WIB

5 Penyebab Hair Dryer Bau Gosong, Tak Selalu Tanda Sudah Rusak

5 Penyebab Hair Dryer Bau Gosong, Tak Selalu Tanda Sudah Rusak

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:10 WIB

Jadi Incaran Anak Muda, Kehadiran Honda Vario Evo 160 Gairahkan Penjualan Vario Series

Jadi Incaran Anak Muda, Kehadiran Honda Vario Evo 160 Gairahkan Penjualan Vario Series

Otomotif | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:10 WIB

50 Keluarga di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian

50 Keluarga di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian

Sulsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:07 WIB

10 Pantangan Feng Shui Kamar Tidur yang Sering Diabaikan, Bikin Tak Nyenyak dan Rezeki Seret

10 Pantangan Feng Shui Kamar Tidur yang Sering Diabaikan, Bikin Tak Nyenyak dan Rezeki Seret

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:05 WIB

Buron Usai Aksinya Viral, Pasutri Pencuri Laptop Mahasiswi Unila Diringkus di Kontrakan

Buron Usai Aksinya Viral, Pasutri Pencuri Laptop Mahasiswi Unila Diringkus di Kontrakan

Lampung | Senin, 17 Agustus 2026 | 07:59 WIB

Kisah Bli Nyoman: Tinggalkan Gengsi Pariwisata Bali Selatan Demi Sulap Desa Sendiri Jadi Juara

Kisah Bli Nyoman: Tinggalkan Gengsi Pariwisata Bali Selatan Demi Sulap Desa Sendiri Jadi Juara

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 07:53 WIB

×