Penerima Vaksin AstraZeneca Alami Cedera Otak Permanen, Menkes: Benefit Lebih Besar dari Risiko

M Nurhadi

Jum'at, 03 Mei 2024 | 17:38 WIB
Penerima Vaksin AstraZeneca Alami Cedera Otak Permanen, Menkes: Benefit Lebih Besar dari Risiko
Vaksin AstraZeneca. [ANTARA]

Suara.com - Pernyataan mengejutkan keluar dari Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang mengatakan vaksin COVID-19 produksi AstraZeneca memiliki manfaat yang jauh lebih besar daripada risiko efek samping yang mungkin terjadi pada aspek kesehatan penerima vaksin.

Pernyataan itu disampaikan Menkes Budi merespons kabar pengakuan industri farmasi AstraZeneca bahwa vaksin COVID-19 yang mereka produksi memiliki efek samping yang langka.

"Tetapi dilihat oleh dunia medis, WHO kan yang meng-approve langsung, vaksin ini dibilang bahwa benefitnya lebih besar daripada risiko, sehingga waktu itu diberikan izin untuk dijalankan di seluruh dunia," katanya usai memenuhi undangan rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat.

Budi menyampaikan bahwa risiko jarang terjadi seperti pembekuan darah yang terkait dengan vaksin AstraZeneca, yang dikenal sebagai sindrom trombosis dengan trombositopenia (thrombosis with thrombocytopenia syndrome/TTS), telah diperhatikan oleh para ahli imunologi vaksinasi sejak awal pandemi di Indonesia.

Sebagai respons terhadap risiko tersebut, Budi menyatakan bahwa pemerintah telah menerapkan protokol pengawasan yang mengikuti standar global. Salah satunya adalah melalui keterlibatan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), sebuah tim independen yang terdiri dari pakar di bidang imunologi, untuk melakukan pengawasan di Indonesia.

"Kita minta untuk memberikan kajian, ini vaksin-vaksin yang masuk ada Pfizer, AstraZeneca, Moderna, apalagi teknologi-teknologinya kan baru yang mRNA ini kan itu seperti apa? Dan kesimpulannya mereka sama, dilihat benefit sama risiko," sambung Menkes, seperti yang dikutip dari Antara.

Dengan demikian, menurut Budi, mempertimbangkan jumlah pasien COVID-19 yang pada saat pandemi melanda mencapai ratusan juta orang.

Terkait risiko vaksin COVID-19 yang relatif kecil, Budi menyebut hal itu sangat dipengaruhi oleh faktor genetik dari para penerima manfaat, sebab tergantung pada kecocokannya.

"Sama kalau kita dioperasi juga. Saya operasi jantung, pada saat operasi kan kita tahu ada risiko, tetapi benefit untuk menyembuhkan penyakit kita, untuk menyelamatkan nyawa kita, jauh lebih besar," ujarnya.

baca juga

Sebelumnya, AstraZeneca mengakui dalam dokumen pengadilan bahwa vaksin Covid-19 mereka dapat menyebabkan efek samping yang jarang terjadi. Pengakuan ini bisa menjadi pemicu tuntutan hukum yang berujung pada pembayaran denda senilai jutaan poundsterling.

Perusahaan farmasi tersebut menghadapi gugatan class action karena klaim bahwa vaksin yang dikembangkan bersama Universitas Oxford itu menyebabkan kematian dan cedera serius dalam beberapa kasus. Para penggugat berargumen bahwa vaksin tersebut menimbulkan efek samping yang merugikan sejumlah keluarga.

Kasus pertama diajukan oleh Jamie Scott, seorang ayah dua anak yang mengalami cedera otak permanen setelah mendapat vaksin pada April 2021.

AstraZeneca awalnya menentang klaim tersebut, namun dalam dokumen hukum yang diajukan ke Pengadilan Tinggi pada Februari, mereka mengakui bahwa vaksin mereka dapat menyebabkan sindrom trombosis dengan trombositopenia (TTS).

TTS adalah kondisi langka yang menyebabkan pembekuan darah dan penurunan jumlah trombosit darah. Sebanyak 52 kasus telah diajukan ke Pengadilan Tinggi, dengan pihak korban yang meminta ganti rugi hingga mencapai 100 juta poundsterling.

Meski demikian, vaksin AstraZeneca telah terbukti sangat efektif dalam mengatasi pandemi Covid-19, menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia juga menyatakan bahwa vaksin tersebut aman dan efektif untuk semua orang dewasa, dan efek samping yang serius sangat jarang terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Thrombosis with Thrombocytopenia Syndrome, Efek Samping Vaksin Covid-19 AstraZeneca yang Heboh di Inggris

Mengenal Thrombosis with Thrombocytopenia Syndrome, Efek Samping Vaksin Covid-19 AstraZeneca yang Heboh di Inggris

Health | Jum'at, 03 Mei 2024 | 13:57 WIB

Heboh Kasus TTS Diduga Efek Samping Vaksin Covid-19, Ini Penjelasan Pakar

Heboh Kasus TTS Diduga Efek Samping Vaksin Covid-19, Ini Penjelasan Pakar

Health | Kamis, 02 Mei 2024 | 21:00 WIB

Heboh Vaksin AstraZeneca Beri Efek Samping Pembekuan Darah, Menkes Budi Gunadi Sadikin Buka Suara

Heboh Vaksin AstraZeneca Beri Efek Samping Pembekuan Darah, Menkes Budi Gunadi Sadikin Buka Suara

Health | Kamis, 02 Mei 2024 | 12:47 WIB

Bikin Pangling saat Pakai Kebaya, Amel Carla Dibilang Mirip Krisdayanti sampai Angela Gilsha

Bikin Pangling saat Pakai Kebaya, Amel Carla Dibilang Mirip Krisdayanti sampai Angela Gilsha

Entertainment | Rabu, 01 Mei 2024 | 12:47 WIB

Pengertian Rush Money dan Bahaya Dampaknya

Pengertian Rush Money dan Bahaya Dampaknya

Bisnis | Senin, 29 April 2024 | 10:24 WIB

Hampir Meninggal, Cerita Chicco Jerikho Pernah Alami Syok Sepsis

Hampir Meninggal, Cerita Chicco Jerikho Pernah Alami Syok Sepsis

Video | Senin, 29 April 2024 | 09:00 WIB

Terkini

BMW Mulai Produksi Baterai Generasi Terbaru Mampu Tempuh Jarak 1.213 Kilometer

BMW Mulai Produksi Baterai Generasi Terbaru Mampu Tempuh Jarak 1.213 Kilometer

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Semen Gresik Perkuat Kemitraan dengan Distributor dan Toko Bangunan Area 4 Jawa Tengah

Semen Gresik Perkuat Kemitraan dengan Distributor dan Toko Bangunan Area 4 Jawa Tengah

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Pupuk Indonesia Pastikan Kesiapan Stok Nasional 1,81 Juta Ton Sambut Musim Tanam

Pupuk Indonesia Pastikan Kesiapan Stok Nasional 1,81 Juta Ton Sambut Musim Tanam

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:03 WIB

Apes! Asyik Ngengkol Motor Curian yang Mogok, Pria di Pringsewu Nyaris Babak Belur Dihakimi Massa

Apes! Asyik Ngengkol Motor Curian yang Mogok, Pria di Pringsewu Nyaris Babak Belur Dihakimi Massa

Lampung | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Tayang 2027, Koo Kyo Hwan dan Han Ji Min Bintangi Film Typhoon

Tayang 2027, Koo Kyo Hwan dan Han Ji Min Bintangi Film Typhoon

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Buka Peluang Bagi Pedagang Baru, Mas Dhito: Pasar Ngadiluwih Beroperasi 24 Jam

Buka Peluang Bagi Pedagang Baru, Mas Dhito: Pasar Ngadiluwih Beroperasi 24 Jam

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:52 WIB

Makassar Dikepung Asap, Wali Kota Periksa Ruangan RSUD Daya

Makassar Dikepung Asap, Wali Kota Periksa Ruangan RSUD Daya

Sulsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:51 WIB

Kapolri Kerahkan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal

Kapolri Kerahkan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:51 WIB

Dampingi Menko Pangan Cek Operasional Kopdes, Mas Dhito Kawal Kelengkapan Administrasi

Dampingi Menko Pangan Cek Operasional Kopdes, Mas Dhito Kawal Kelengkapan Administrasi

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:47 WIB

Suzuki Gelar Pemeriksaan Rangka dan Tangki Satria Pro serta Satria F150

Suzuki Gelar Pemeriksaan Rangka dan Tangki Satria Pro serta Satria F150

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:47 WIB

×