alexametrics

Belum Kabulkan Penangguhan Penahanan Kasus Pasar Muamalah, Ini Kata Polisi

M. Reza Sulaiman | Ria Rizki Nirmala Sari
Belum Kabulkan Penangguhan Penahanan Kasus Pasar Muamalah, Ini Kata Polisi
Pendiri Pasar Muamalah Depok Zaim Saidi. (Dok. Suara.com)

Pihak penyidik Bareskrim Polri belum mengabulkan permohonan penangguhan penahanan tersangka Zaim Saidi, pencetus Pasar Muamalah, Depok. Kenapa?

Suara.com - Pihak penyidik Bareskrim Polri belum mengabulkan permohonan penangguhan penahanan tersangka Zaim Saidi, pencetus Pasar Muamalah, Depok.

Alasannya ialah karena untuk mempermudah proses penyidikan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan permohonan tersebut diajukan oleh keluarga dan pengacara tersangka.

"Tetapi sampai saat ini penyidik belum mengabulkan permohonan tersebut," kata Rusdi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/3/2021).

Baca Juga: Polisi: Penahanan Pencetus Pasar Muamalah di Depok Zaim Saidi Diperpanjang

Menurut Rusdi, penyidik memiliki pertimbangan sendiri ketika belum mau mengabulkan permohonan penangguhan penahanan Zaim Saidi. Pertimbangan penyidik tersebut yakni guna mempermudah penyidikan.

Sebelumnya, polisi kembali perpanjang masa penahanan pencetus Pasar Muamalah di Depok Zaim Saidi selama 40 hari. Hal itu diungkapkan Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan.

Zaim Saidi merupakan tersangka kasus penggunaan dinar dan dirham sebagai alat tukar transaksi keuangan di Depok, Jawa Barat.

Perpanjangan masa penahanan terhadap Zaim Saidi sudah disetujui Kejaksaan Agung RI.

"Surat perpanjangan penahanan terhadap tersangka ZS selama 40 hari," kata Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, dikutip Suarabogor.id dari Suara.com, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga: Kasus Dinar-Dirham, Penahanan Bos Pasar Muamalah Zaim Saidi Diperpanjang

Zaim Saidi sebelumnya ditangkap oleh penyidik Dit Tipideksus Bareskrim Polri pada Selasa (2/2/2021) malam. Dia ditangkap selaku pendiri Pasar Muamalah Depok yang menggunakan dinar dan dirham sebagai alat transaksi keuangan.

Komentar