Sadis! Militer Myanmar Tembak Bocah 7 Tahun yang Sedang Dipangku Ayahnya

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 24 Maret 2021 | 13:33 WIB
Sadis! Militer Myanmar Tembak Bocah 7 Tahun yang Sedang Dipangku Ayahnya
Polisi anti huru hara memblokir jalan ketika pengunjuk rasa berkumpul untuk demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, Sabtu (6/2/2021). [YE AUNG THU / AFP]

Suara.com - Seorang gadis kecil berusia tujuh tahun tewas akibat peluru tajam yang ditembakkan oleh pasukan keamanan Myanmar di rumahnya.

Menyadur Sky News, Rabu (24/3/2021) informasi tersebut diungkapkan oleh seorang staf di sebuah layanan pemakaman.

Bocah yang belum disebutkan namanya tersebut, meninggal karena luka tembak akibat tembakan yang dilepaskan pasukan keamanan di pinggiran Mandalay, menurut laporan Reuters.

Bocah tersebut hingga saat ini menjadi korban termuda akibat tindakan keras oleh militer Myanmar sejak melakukan kudeta bulan lalu di negara itu.

Bocah tersebut tertembak di pangkuan ayahnya, yang juga ikut tewas tertembak, menurut saudara perempuannya kepada outlet media Myanmar Now. Saudara perempuan bocah itu juga mengatakan jika dua pria lain ikut tewas di kotapraja Chanmyathazi.

Setidaknya satu orang lainnya tewas dalam penembakan di tempat lain di kota itu, menurut penduduk setempat kepada Reuters.

Myanmar Now mewartakan sedikitnya delapan orang, termasuk seorang remaja laki-laki yang usianya sekitar 15 tahun, dan dua petugas penyelamat, tewas di daerah yang sama pada hari Senin. Foto remaja itu, bernama Tun Tun Aung, diterbitkan oleh Reuters.

Media lokal menyebutkan jika pasukan rezim militer melepaskan tembakan meskipun tidak ada protes yang terjadi di dekatnya.

Para saksi mata mengatakan kepada media lokal tersebut sekitar 300 tentara bersenjata berat di lebih dari selusin truk tiba di kompleks dam membawa dua buldoser sekitar pukul 10 pagi waktu setempat pada hari Senin.

baca juga

Foto seorang pria terbaring mati di atas tandu di Mandalay diterbitkan oleh Associated Press pada hari Selasa.

Seorang dokter mengatakan kepada AP bahwa pria itu ditembak dan dibunuh oleh pasukan keamanan selama protes anti-kudeta.

Asosiasi Bantuan independen untuk Tahanan Politik telah memverifikasi 261 kematian pengunjuk rasa di seluruh Myanmar, tetapi mengatakan jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih banyak.

Dikatakan 2.682 orang juga telah ditangkap atau didakwa sejak kudeta, dengan 2.302 masih ditahan atau sedang diburu untuk ditangkap.

Demonstrasi jalanan menentang kudeta terus berlanjut dan pawai diadakan sebelum fajar pada hari Selasa di Kota Yangon, kota terbesar di negara itu.

Pada hari Senin, Uni Eropa dan Amerika Serikat memberlakukan lebih banyak sanksi terhadap kelompok atau individu yang terkait dengan kudeta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makin Kejam! Tentara Myanmar Tembak Mati Gadis 7 Tahun, Lagi Duduk di Rumah

Makin Kejam! Tentara Myanmar Tembak Mati Gadis 7 Tahun, Lagi Duduk di Rumah

Bali | Rabu, 24 Maret 2021 | 12:11 WIB

Anak Perempuan 7 Tahun Tewas Ditembak Aparat Keamanan di Myanmar

Anak Perempuan 7 Tahun Tewas Ditembak Aparat Keamanan di Myanmar

News | Rabu, 24 Maret 2021 | 10:54 WIB

Kudeta Myanmar: Aksi Protes Massa Gagal Raih Solidaritas Global

Kudeta Myanmar: Aksi Protes Massa Gagal Raih Solidaritas Global

News | Selasa, 23 Maret 2021 | 11:11 WIB

Terkini

Cara Top up Pulsa di BRImo Agar Dapat Cashback Spesial 17 Agustus

Cara Top up Pulsa di BRImo Agar Dapat Cashback Spesial 17 Agustus

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Diskon Khusus 17 Agustus di Kopi Kenangan, Nasabah BRI Merapat!

Diskon Khusus 17 Agustus di Kopi Kenangan, Nasabah BRI Merapat!

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:03 WIB

Volume Kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek Melonjak Jelang 17 Agustus

Volume Kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek Melonjak Jelang 17 Agustus

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:44 WIB

BNPB Minta Warga Segera Laporkan Kerusakan Rumah Usai Gempa NTT

BNPB Minta Warga Segera Laporkan Kerusakan Rumah Usai Gempa NTT

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:32 WIB

Daftar e-Wallet yang Dapat Promo Top-up BRImo Spesial 17 Agustus

Daftar e-Wallet yang Dapat Promo Top-up BRImo Spesial 17 Agustus

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:21 WIB

Gempa Dahsyat NTT, BMKG: Baru Terjadi Lagi Setelah 30 Tahun Silam

Gempa Dahsyat NTT, BMKG: Baru Terjadi Lagi Setelah 30 Tahun Silam

Video | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Top-Up E-Wallet dan Pulsa di BRImo Langsung Dapat Cashback! Buruan, Kuota Terbatas

Top-Up E-Wallet dan Pulsa di BRImo Langsung Dapat Cashback! Buruan, Kuota Terbatas

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:09 WIB

Deretan Sepeda Lipat Pacific Paling Populer, Cocok untuk Gowes Harian

Deretan Sepeda Lipat Pacific Paling Populer, Cocok untuk Gowes Harian

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Binance Perpanjang Airdrop RLUSD, Ini Cara Klaim 1 Juta XRP yang Dibagikan

Binance Perpanjang Airdrop RLUSD, Ini Cara Klaim 1 Juta XRP yang Dibagikan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:58 WIB

Daftar Atlet Wakil Indonesia di BWF World Championship 2026

Daftar Atlet Wakil Indonesia di BWF World Championship 2026

Sport | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:51 WIB

×