Angela Merkel: Kita akan Mengalahkan Virus Corona

Siswanto | Deutsche Welle | Suara.com

Jum'at, 26 Maret 2021 | 10:52 WIB
Angela Merkel: Kita akan Mengalahkan Virus Corona
DW

Suara.com - Kanselir Jerman Angela Merkel berpidato di depan parlemen Jerman, Bundestag setelah menolak usulan mosi tidak percaya dan membatalkan rencana untuk pembatasan ketat di masa libur Paskah.

Sehari setelah menolak tuntutan mosi tidak percaya pada pemerintahnya yang dilontarkan kelompok oposisi, Kanselir Jerman Angela Merkel berpidato di depan parlemen Jerman, Bundestag pada hari Kamis (25/03).

Sebelumnya, anggota parlemen dari partai liberal FDP menuntut pemungutan suara untuk pengajuan mosi tidak percaya atas penanganan pandemi dari pemerintah yang dianggap kacau terkait rencana lockdown ketat di masa Paskah.

Namun pada hari Rabu, (25/03), Merkel membatalkan rencana itu dan meminta maaf kepada semua pihak serta mengatakan dia secara pribadi bertanggung jawab atas salahnya perencanaan itu.

Partai Sosial Demokrat SPD yang jadi mitra koalisi, juga mendukung Merkel dengan juga menolak kemungkinan diajukannya mosi tidak percaya.

Apa yang dikatakan Kanselir Merkel? Pertama-tama Merkel menunjukkan bahwa kasus corona meningkat tidak hanya di Jerman, melainkan di seluruh Eropa,

Dia juga menekankan bersama-sama Uni Eropa (UE) memastikan pengiriman vaksin yang seimbang ke seluruh anggota UE.

Kanselir Jerman itu juga menyoroti pentingnya gugus tugas vaksin UE untuk meningkatkan pengadaan dosis di kawasan, sementara Inggris memproduksi sendiri dan AS tidak mengekspor vaksin.

Karena adanya mutasi virus, diperlukan penyesuaian untuk menahan laju infeksi virus yang kemungkinan akan "berlanjut lebih jauh melewati tahun ini”.

"Kita sekarang hidup dalam pandemi baru," kata Merkel, mengacu pada mutasi virus B117.

Namun, dia menyatakan pemerintah memiliki metode baru yang dapat diterapkan, termasuk opsi tindakan khusus per wilayah, tergantung pada jumlah kasus serta peningkatan kapasitas pengujian.

Kanselir mengatakan seluruh Jerman dapat mencontoh misalnya kiprah pemerintah daerah di Tübingen, yang telah berhasil melakukan tes COVID-19 dalam skala besar.

Merkel menyebut tes COVID-19 sebagai jembatan yang diperlukan hingga cukup banyak jumlah orang yang divaksinasi.

"Tentu saja, vaksinasi adalah jalan keluar dari krisis," katanya.

"Kita tidak dapat mencapai hasil apa pun jika hanya melihat yang negatif," katanya, menanggapi kritik dan cemoohan dari anggota parlemen.

"Dengan cahaya terang vaksinasi, akhir terowongan akan terlihat, meskipun akan memakan waktu beberapa bulan lagi. Kita akan mengalahkan virus ini. Dan itulah mengapa saya sangat yakin bahwa kita akan berhasil."

Bagaimana reaksi partai lain?

Pemimpin fraksi partai populis kanan, Alternatif untuk Jerman (AfD) di parlemen, Alexander Gauland meminta pemerintah untuk memprioritaskan vaksinasi.

"Dalam hal vaksinasi, Joe Biden (Presiden AS) langsung terpaku pada moto Donald Trump yakni 'America First.' Dan itu benar, hadirin sekalian," kata Gauland.

Sementara itu ketua fraksi SPD di parlemen, Rolf Mützenich setuju dengan Merkel bahwa tes COVID-19 harus memainkan peran besar dalam mengekang laju infeksi sampai lebih banyak orang telah divaksinasi.

Namun, dia menambahkan ingin agar perusahaan-perusahaan diwajibkan untuk mengupayakan tes COVID-19 pada pekerjanya.

SPD sebelumnya juga sudah mengajukan usulan ini . Mützenich juga menunjukkan rasa hormatnya kepada Kanselir Merkel karena memikul tanggung jawab atas rencana lockdown ketat masa Paskah yang gagal, yang juga menjadi tanggung jawab pihak lainnya.

SPD kemudian meminta partai oposisi untuk mengambil lebih banyak tanggung jawab daripada hanya menunjuk kesalahan pada orang lain.

Bagaimana rencana lockdown masa Paskah?

Jerman sedang berjuang untuk menahan gelombang ketiga infeksi yang sebagian besar dipicu oleh varian mutasi Inggris B117 yang lebih menular.

Institut Robert Koch (RKI) yang merupakan lembaga federal untuk memonitor dan menangani penyakit menular melaporkan Kamis (25/03) ada lebih dari 22.000 kasus infeksi baru dalam satu hari.

Rencana lockdown secara ketat muncul setelah pertemuan panjang dan alot antara Kanselir Merkel dan pemimpin 16 negara bagian Jerman pada hari Selasa (23/03) lalu.

Saat itu diputuskan oleh para pemimpin tersebut, untuk menerapkan lockdown yang lebih ketat selama lima hari selama masa Paskah, termasuk toko bahan makanan dilarang beroperasi, kecuali satu hari.

Gagasannya adalah untuk memperlambat laju infeksi. Tetapi langkah itu kemudian dikecam, karena dinilai tidak mungkin banyak yang berubah dan bisa mematikan perekonomian.

Pelaksanaan lockdown secara ketat di masa Paskah juga dianggap sulit dilakukan dalam waktu yang singkat, termasuk di antaranya karena menyangkut masalah hukum ketenagakerjaan yang rumit.

Kanselir Merkel mengatakan, setelah direnungkan, kerugian yang ditetapkan dari rencana itu tampaknya lebih besar daripada manfaat yang mungkin didapat.

Rencana untuk menyatakan Kamis Putih dan Sabtu Paskah sebagai hari libur atau "hari tenang" tidak dapat dilaksanakan dalam waktu singkat, ujar Merkel di Berlin tentang keputusan pemerintah sebelumnya.

Keputusan yang diambil pada Selasa (23/03) malam "semata-mata adalah kesalahan saya," tandas Merkel.

Atas hal tersebut, kemarin dia meminta maaf kepada warga Jerman. Namun Merkel membantah tuduhan bahwa manajemen krisis coronanya tergelincir.

"Saya yakin kita semua telah membuat kemajuan dalam memerangi pandemi ini dan tidak mengalami kemunduran," katanya.

Beberapa pemimpin negara bagian juga mengikuti langkah Merkel.

"Kami minta maaf," kata Perdana Menteri Bayern, Markus Söder di München.

Perdana Menteri Schleswig-Holstein, Daniel Günther (CDU) secara kritis mendesak "persiapan yang masuk akal" di masa depan.

Sementara itu, ketua Partai CDU dan Perdana Menteri North Rhein Westfallen, Armin Laschet mengkritik diri sendiri di media "Bild": "Kita seharusnya tidak membuat keputusan yang terlalu jauh," katanya.

"Itu adalah kesalahan."

"Sikap mengakui kesalahan patut dihormati," kata Katrin Göring-Eckardt dari Partai Hijau.

Namun, dia menambahkan: "Manajemen krisis corona pemerintah telah gagal."

Kelompok oposisi meminta agar parlemen untuk lebih dilibatkan dalam penanganan pandemi.

"Kapan Anda akhirnya akan berhenti, berada dalam lingkaran kecil, lelah membuat keputusan tentang kehidupan jutaan orang?” tanya Marco Buschmann, pemimpin FDP di parlemen.

Popularitas CDU/CSU merosot dalam jajak pendapat

Dalam jajak pendapat baru-baru ini, menjelang pemilihan umum, popularitas partai yang saat ini memerintah CDU dan CSU telah terus merosot tajam.

Lambannya menggenjot vaksinasi sesuai target, kelelahan panjang masa lockdown, dan bukti terjadinya korupsi pengadaan masker, makin berdampak pada reputasi CDU/CSU dalam beberapa hari terakhir.

Dalam jajak pendapat FORSA yang diterbitkan Rabu kemarin, popularitas kedua partai konservatif itu merosot lebih jauh hingga kisaran 26%.

Padahal dalam beberapa survei pada pertengahan Februari, popularitas CDU/CSU dalam jajak pendapat masih di atas 30%, hampir 40%. ap/as(dpa/ap/rtr,afp)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lima Sekawan Nyaris Terjebak: Tragedi Salah Target yang Berujung Petualangan Mencekam

Lima Sekawan Nyaris Terjebak: Tragedi Salah Target yang Berujung Petualangan Mencekam

Your Say | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:51 WIB

Apakah Kenaikan Yesus Kristus sama dengan Paskah? Ini Penjelasannya

Apakah Kenaikan Yesus Kristus sama dengan Paskah? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Senin, 19 Mei 2025 | 17:56 WIB

Kode Redeem FC Mobile Masih Gres 23 April 2025, Kumpulkan untuk Dapatkan Pemain Incaran

Kode Redeem FC Mobile Masih Gres 23 April 2025, Kumpulkan untuk Dapatkan Pemain Incaran

Tekno | Rabu, 23 April 2025 | 11:27 WIB

Wapres Gibran Ucapkan Selamat Paskah, Beri Pesan Pentingnya Punya Harapan

Wapres Gibran Ucapkan Selamat Paskah, Beri Pesan Pentingnya Punya Harapan

News | Minggu, 20 April 2025 | 20:18 WIB

Prabowo Ucapkan Selamat Hari Paskah 2025: Momentum Pererat Persaudaraan

Prabowo Ucapkan Selamat Hari Paskah 2025: Momentum Pererat Persaudaraan

News | Minggu, 20 April 2025 | 18:40 WIB

Gading Marten Rayakan Paskah, Potret Gerejanya Bikin Salfok: Kayak Bahasa Arab

Gading Marten Rayakan Paskah, Potret Gerejanya Bikin Salfok: Kayak Bahasa Arab

Entertainment | Minggu, 20 April 2025 | 17:19 WIB

Link Live Streaming Misa Paskah 2025 di Gereja Katedral Jakarta, Cek Videonya!

Link Live Streaming Misa Paskah 2025 di Gereja Katedral Jakarta, Cek Videonya!

News | Sabtu, 19 April 2025 | 17:37 WIB

30 Link Banner Selamat Hari Raya Paskah 2025 dengan Desain Unik dan Bisa Diedit

30 Link Banner Selamat Hari Raya Paskah 2025 dengan Desain Unik dan Bisa Diedit

Lifestyle | Sabtu, 19 April 2025 | 15:57 WIB

30 Gambar Jumat Agung dan Paskah 2025 untuk Ucapan Selamat, Download Gratis!

30 Gambar Jumat Agung dan Paskah 2025 untuk Ucapan Selamat, Download Gratis!

Lifestyle | Sabtu, 19 April 2025 | 11:45 WIB

Lokasi Hadiah Telur Paskah EA FC Mobile, Cek Panduan Lengkapnya di Sini!

Lokasi Hadiah Telur Paskah EA FC Mobile, Cek Panduan Lengkapnya di Sini!

Tekno | Sabtu, 19 April 2025 | 08:55 WIB

Terkini

Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak

Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:03 WIB

Analisa: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran

Analisa: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:55 WIB

Diperiksa Penyidik Usai Kembali ke Rutan KPK, Yaqut: Mohon Maaf Lahir Batin

Diperiksa Penyidik Usai Kembali ke Rutan KPK, Yaqut: Mohon Maaf Lahir Batin

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:49 WIB

Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan

Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39 WIB

Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM

Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:30 WIB

Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran

Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:26 WIB

KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?

KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:03 WIB

Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran

Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:02 WIB

Noel Mau Ikutan Yaqut untuk Ajukan Pengalihan Penahanan, KPK: Kewenangan Hakim

Noel Mau Ikutan Yaqut untuk Ajukan Pengalihan Penahanan, KPK: Kewenangan Hakim

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:56 WIB

Pramono Anung Tegaskan Kebijakan WFA bagi ASN DKI Berlaku hingga 27 Maret

Pramono Anung Tegaskan Kebijakan WFA bagi ASN DKI Berlaku hingga 27 Maret

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:55 WIB