Kardinal Suharyo: Doa Pemimpin yang Memaklumkan Perang Tak akan Didengar Tuhan

Bangun Santoso

Minggu, 05 April 2026 | 18:30 WIB
Kardinal Suharyo: Doa Pemimpin yang Memaklumkan Perang Tak akan Didengar Tuhan
Kardinal Suharyo sampaikan pesan Paskah 2026, Ajak Umat Keluar dari Kegelapan dan Tetap Menyala dalam Kasih. (Suara.com/Tsabita Aulia)
baca 10 detik
  • Ignatius Kardinal Suharyo di Jakarta mengutuk konflik Timur Tengah sebagai pelanggaran hukum internasional yang merusak kemanusiaan.
  • Kardinal Suharyo menegaskan Gereja Katolik menggunakan keteguhan moral sebagai landasan utama dalam menyuarakan perdamaian dunia bagi umat.
  • Konsep ekologi integral diperkenalkan sebagai solusi moral untuk mengatasi keserakahan manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan hidup global.

Suara.com - Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, memberikan pernyataan tegas terkait situasi konflik yang tengah bergejolak di Timur Tengah serta pentingnya kesadaran lingkungan dalam kerangka iman.

Ia menekankan bahwa Gereja Katolik berdiri teguh pada nilai-nilai perdamaian dan keadilan moral.

Terkait konflik di Timur Tengah yang telah memakan banyak korban, termasuk prajurit TNI, Kardinal Suharyo menyatakan bahwa posisi Gereja Katolik sangat jelas dalam mengutuk peperangan.

Ia merujuk pada sikap pimpinan tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo, yang terus mengupayakan perdamaian meski tanpa kekuatan militer.

“Paus itu kan tidak mempunyai angkatan bersenjata tidak mempunyai persenjataan apapun yang beliau punya, yang gereja punya adalah keteguhan moral sebagai implikasi dari iman,” ujar Kardinal Suharyo di Keuskupan Agung Jakarta, Minggu (5/4/2026).

Ia menambahkan bahwa perang yang terjadi saat ini bukan hanya masalah politik, melainkan pelanggaran serius terhadap kemanusiaan dan hukum global.

“Kita semua tahu kali ini perang yang berlangsung sekarang ini dengan segala macam hal yang mengerikan itu adalah pelanggaran terhadap hukum internasional pelanggaran terhadap deklarasi PPB jadi buahnya apa? buahnya atau tidak ada, buahnya yang ada adalah akibat yang sangat buruk bukan hanya bagi dunia, bagi bumi tetapi bagi umat manusia,” tegasnya.

Bahkan, Kardinal Suharyo mengutip pesan terhadap para pemimpin dunia yang memilih jalan kekerasan.

“Doa para pemimpin yang memaklumkan perang tidak akan didengarkan oleh Tuhan,” tuturnya mengutip dari perkataan Paus Leo.

baca juga

Ekologi Integral: Melawan Keserakahan

Selain masalah perdamaian, Kardinal Suharyo juga menyoroti isu lingkungan dan penghematan energi yang kini menjadi perhatian global.

Menurutnya, upaya menjaga bumi tidak boleh hanya dilihat sebagai masalah teknis seperti pemilahan sampah atau penghematan listrik, melainkan harus menyentuh akar permasalahan yaitu moral dan keserakahan.

Ia memperkenalkan konsep 'Ekologi Integral' sebagai solusi atas kerusakan ekosistem dunia.

“Ekologi integral itu bukan sekedar masalah listrik, udara, sampah pohon, bukan hanya itu ekologi integral itu adalah ekosistem dunia kalau orang serakah ya namanya saja tidak bagus apakah dia akan memperhatikan saudara-saudaranya yang kekurangan?” ujarnya.

Kardinal Suharyo menyayangkan jika upaya masyarakat kecil dalam menjaga lingkungan justru dirusak oleh keserakahan pihak-pihak besar. Ia menekankan bahwa selama keserakahan masih kuat dan didukung oleh persenjataan, maka keadaban manusia terancam punah.

“Selama masih ada yang serakah tidak ada yang solider dengan sesamanya atau solidaritas itu terkurang kerusakan bumi ini adalah akibat dari semuanya maka ekologi integral pertobatan ekologis itu artinya adalah pertobatan moral hati nurani,” jelasnya.

Sebagai pesan penutup bagi umat terkait penghematan energi, Kardinal mengajak masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup "minimalis" dalam arti yang positif, yaitu hidup dengan berkecukupan tanpa berlebihan.

“Minimalis itu artinya apa? artinya bersih, cantik, semuanya tercukupi tapi tidak berlebihan itu artinya minimalis bukan kekurangan lalu kelaparan, bukan tetapi cukup,” tutupnya. (Tsabita Aulia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makna Paskah dalam Kehidupan: Lebih dari Sekadar Perayaan

Makna Paskah dalam Kehidupan: Lebih dari Sekadar Perayaan

Video | Minggu, 05 April 2026 | 16:31 WIB

50 Kata-Kata Paskah yang Menyentuh Hati, Cocok untuk Caption, Ucapan, dan Renungan

50 Kata-Kata Paskah yang Menyentuh Hati, Cocok untuk Caption, Ucapan, dan Renungan

Lifestyle | Minggu, 05 April 2026 | 13:21 WIB

Pesan Paskah 2026: Kardinal Suharyo Ajak Umat Keluar dari Kegelapan dan Tetap Menyala dalam Kasih

Pesan Paskah 2026: Kardinal Suharyo Ajak Umat Keluar dari Kegelapan dan Tetap Menyala dalam Kasih

News | Minggu, 05 April 2026 | 12:48 WIB

Padati Gereja Katedral, 2.500 Umat dan Tokoh Nasional Khidmat Ikuti Misa Pontifikal Paskah

Padati Gereja Katedral, 2.500 Umat dan Tokoh Nasional Khidmat Ikuti Misa Pontifikal Paskah

News | Minggu, 05 April 2026 | 12:08 WIB

8 Promo Makanan Spesial Hari Paskah 2026, dari Ramen hingga All You Can Eat

8 Promo Makanan Spesial Hari Paskah 2026, dari Ramen hingga All You Can Eat

Lifestyle | Minggu, 05 April 2026 | 10:06 WIB

30 Ide Ucapan Selamat Paskah dari Muslim yang Sederhana, Hangat, dan Berkesan

30 Ide Ucapan Selamat Paskah dari Muslim yang Sederhana, Hangat, dan Berkesan

Lifestyle | Minggu, 05 April 2026 | 08:01 WIB

Telur Paskah yang Dihias Apakah Boleh Dimakan? Cek 4 Aturan Keamanannya

Telur Paskah yang Dihias Apakah Boleh Dimakan? Cek 4 Aturan Keamanannya

Lifestyle | Sabtu, 04 April 2026 | 19:35 WIB

Terkini

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:28 WIB

16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?

16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:25 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:18 WIB

×