Kepala BMKG: Badai Seroja dan Banjir NTT Akibat Perubahan Iklim Global

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Senin, 05 April 2021 | 21:56 WIB
Kepala BMKG: Badai Seroja dan Banjir NTT Akibat Perubahan Iklim Global
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (BNPB)

Suara.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyatakan bahwa bencana banjir bandang akibat badai siklon tropis Seroja di sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah dampak perubahan iklim global.

Dwikorita menyebut salah satu faktor terjadinya siklon tropis Seroja adalah suhu muka laut di perairan yang semakin panas di wilayah Samudera Hindia hingga 29 derajat celcius.

Kemudian suhu udara di lapisan atmosfer menengah juga meningkat pada tekanan 500 milibar atau lebih dari 7 derajat celcius.

"Perubahan iklim global itu memang nyata! ditandai semakin meningkatnya suhu baik di udara maupun di muka air laut," kata Dwikorita dalam jumpa pers virtual, Senin (5/4/2021).

Anomali cuaca ini sudah dibaca oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak 2 April 2021 saat melihat bibit siklon yang akhirnya berubah menjadi badai siklon tropis di sekitar perairan NTT.

"Akibat global warming terjadilah aliran angin yang sifatnya siklonik, maka terjadi aliran angin yang sifatnya juga siklonik dan ini sangat jarang terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia tapi 5-10 tahun ini terjadi karena dampak perubahan iklim global," ucapnya.

BMKG telah menerbitkan peringatan dini terkait bahaya Gelombang Tinggi 4 - 6 meter akibat siklon tropis Seroja yang berlaku dari tgl 5 - 6 April 2021, diprediksi siklon akan bergerak terus menjauh dari Indonesia dan melemah pada tanggal 7 April 2021.

"Tanggal 5 semakin bergerak ke barat daya itu kita namakan siklon seroja dan diprediksi tanggal 6 semakin lemah karena menjauh walau mengalami peningkatan dan perlu diwaspadai saat ini angin dan tanggal 7 makin melemah dan akan punah dan akan memasuki wilayah Australia," tutupnya.

Diketahui, badai siklon tropis Seroja telah menerjang 10 kabupaten dan 1 kota di NTT, antara lain; Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur (banjir bandang), Kabupaten Malaka Tengah, Kabupaten Lembata, Kabupaten Ngada, Kabupaten Alor, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Ende.

baca juga

Hingga Senin (5/4/2021) pukul 14.00 WIB, tercatat sudah ada 68 jiwa dinyatakan meninggal dunia, 70 orang masih hilang, 15 luka-luka, 938 kepala keluarga atau 2.655 jiwa yang terdampak banjir.

Kemudian kerugian materiil yang tercatat sejauh ini; 25 rumah rusak berat, 114 rumah rusak sedang, 17 rumah hanyut, 60 rumah terendam, 743 rumah terdampak, 40 akses jalan tertutup pohon tumbang, 5 jembatan putus, 1 fasilitas umum terdampak, dan 1 kapal tenggelam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Proses Evakuasi Korban Banjir Bandang di NTT

Proses Evakuasi Korban Banjir Bandang di NTT

Video | Senin, 05 April 2021 | 20:00 WIB

Kepala BNPB: Banjir Bandang NTT Belum Perlu Status Bencana Nasional!

Kepala BNPB: Banjir Bandang NTT Belum Perlu Status Bencana Nasional!

News | Senin, 05 April 2021 | 21:05 WIB

Banjir Bandang di Flores Timur, Basarnas: 69 Orang Ditemukan Meninggal

Banjir Bandang di Flores Timur, Basarnas: 69 Orang Ditemukan Meninggal

Bogor | Senin, 05 April 2021 | 17:50 WIB

Kondisi Flores Timur Usai Diterjang Banjir Bandang

Kondisi Flores Timur Usai Diterjang Banjir Bandang

Foto | Senin, 05 April 2021 | 17:32 WIB

Ajak Netizen Doakan Warga NTT, Susi: Semoga Bisa Bertahan

Ajak Netizen Doakan Warga NTT, Susi: Semoga Bisa Bertahan

Jogja | Senin, 05 April 2021 | 17:40 WIB

Terkini

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:41 WIB

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:28 WIB

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:24 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:55 WIB

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:36 WIB

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:50 WIB

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:18 WIB

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:31 WIB