Jarang Terjadi, Kim Jong Un Akui Korea Utara Hadapi Situasi Terburuk

Rendy Adrikni Sadikin, Rima Suliastini

Kamis, 08 April 2021 | 10:26 WIB
Jarang Terjadi, Kim Jong Un Akui Korea Utara Hadapi Situasi Terburuk
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. [AFP]

Suara.com - Kim Jong Un akhirnya mengakui Korea Utara sedang menghadapi situasi terburuk. Menyadur Independent Kamis (08/04) ia berkata bahwa ini adalah keadaan terburuk yang pernah ada.

Hal ini diungkapkan saat ia berbicara pada ribuan anggota partai yang berkuasa dalam konferensi politik besar di Pyongyang pada hri Selasa.

Para ahli mengatakan Kim Jong Un saat ini sedang menghadapi momen terberatnya ketika dia mendekati satu dekade pemerintahan.

Penguncian virus corona yang sangat ketat membuat ekonomi hancur dan keadaan menjadi semakin kacau ketika hal ini berkaitan dengan sanksi AS atas program senjata nuklirnya.

"Meningkatkan standar hidup masyarakat, bahkan dalam situasi terburuk yang pernah ada di mana kita harus mengatasi banyak tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bergantung pada peran yang dimainkan oleh sel, organisasi akar rumput partai," kata Kim.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un memimpin pertemuan darurat dalam foto yang dirilis KCNA di Pyongyang, Korea Utara, pada Sabtu (25/2020). [STR / KCNA VIA KNS / AFP]
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un memimpin pertemuan darurat dalam foto yang dirilis KCNA di Pyongyang, Korea Utara, pada Sabtu (25/2020). [STR / KCNA VIA KNS / AFP]

Pengakuan ini sangat jarang terjadi di Korea Utara, di mana pemimpin mereka mengakui negaranya sedang berada di titik terlemah. Dia mendesak anggota untuk melaksanakan keputusan yang dibuat pada kongres partai bulan Januari.

Saat itu, ia berjanji untuk meningkatkan penangkal nuklirnya dalam menghadapi tekanan AS dan mengumumkan rencana pembangunan nasional lima tahun yang baru.

Selama pidato, pemimpin Korea Utara itu juga mengkritik unit akar rumput partai untuk dianggap kurang dan harus segera diperbaiki untuk memastikan pembangunan partai.

Kemunduran ekonomi Korea Utara membuat Kim Jong Un tidak bisa menunjukkan kesuksesan diplomasi ambisiusnya dengan mantan Presiden Donald Trump.

baca juga

Sejauh ini, Korea Utara menolak tawaran Biden untuk melakukan pembicaraan terkait nuklir. Ia justru menyerang Washington dan menyebutnya musuh bebuyutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dihantam Pandemi Corona, Restoran di AS Kehabisan Saus Tomat!

Dihantam Pandemi Corona, Restoran di AS Kehabisan Saus Tomat!

News | Kamis, 08 April 2021 | 09:34 WIB

Studi Terbaru Sebut  Antibodi Covid-19 Terbentuk dalam ASI Ibu Menyusui

Studi Terbaru Sebut Antibodi Covid-19 Terbentuk dalam ASI Ibu Menyusui

Video | Kamis, 08 April 2021 | 08:00 WIB

Mutasi Virus Corona E484K Pengaruhi Keampuhan Vaksin? Ini Kata Dokter

Mutasi Virus Corona E484K Pengaruhi Keampuhan Vaksin? Ini Kata Dokter

Health | Rabu, 07 April 2021 | 21:20 WIB

Terkini

Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia

Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Melon 'Berwajah' Pejuang di Sleman, Cara Petani Muda Rayakan Kemerdekaan

Melon 'Berwajah' Pejuang di Sleman, Cara Petani Muda Rayakan Kemerdekaan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:01 WIB

Pemerintah Bidik Pajak Kontrakan: Ancaman Baru bagi Hunian Terjangkau

Pemerintah Bidik Pajak Kontrakan: Ancaman Baru bagi Hunian Terjangkau

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Diduga Ada Siswi Tertabrak di Jurangmangu, KRL Palmerah-Rangkasbitung Alami Gangguan

Diduga Ada Siswi Tertabrak di Jurangmangu, KRL Palmerah-Rangkasbitung Alami Gangguan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:59 WIB

Mensesneg Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet Jelang 17 Agustus

Mensesneg Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet Jelang 17 Agustus

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:58 WIB

Promo Khusus KPR Renovasi BRI dengan Suku Bunga Spesial

Promo Khusus KPR Renovasi BRI dengan Suku Bunga Spesial

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:57 WIB

Stok Beras Bulog Capai 5,25 Juta Ton, Tersebar di Berbagai Gudang Indonesia

Stok Beras Bulog Capai 5,25 Juta Ton, Tersebar di Berbagai Gudang Indonesia

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:57 WIB

Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek

Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:56 WIB

Tak Perlu Transit, TransNusa Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Bangkok 2 Kali Sehari

Tak Perlu Transit, TransNusa Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Bangkok 2 Kali Sehari

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:55 WIB

WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis

WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:55 WIB

×