alexametrics

Mutasi Virus Corona E484K Pengaruhi Keampuhan Vaksin? Ini Kata Dokter

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Mutasi Virus Corona E484K Pengaruhi Keampuhan Vaksin? Ini Kata Dokter
Gambar mengerikan terkait mutasi virus Corona yang kini mampu menumbuhkan tentakel. (Dok. Dr. Robert Gross, University of Freiburg).

Setelah disebut lebih menular, pakar mengatakan mutasi virus Corona 3484K bisa jadi memengaruhi efikasi vaksin Covid-19.

Suara.com - Pembahasan mengenai mutasi virus Corona baru E484K berlanjut. Setelah disebut lebih menular, pakar mengatakan mutasi ini bisa jadi memengaruhi efikasi vaksin Covid-19.

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) prof. dr. Zubairi Djurban mengingatkan adanya kemungkinan mutar baru virus corona E484K akan berdampak terhadap kerja vaksin.

Meski masih menunggu hasil penelitian, keparahan yang bisa disebabkan oleh virus tersebut perlu diwaspadai.

"Karena E484K ini kurang rentan terhadap antibodi, maka akan ada dampaknya pada efikasi vaksin. Tapi, saya masih menunggu hasil studi lanjutan dan bagaimana efeknya terhadap vaksin yang selama ini beredar," kata prof Zubairi, dikutip dari cuitannya, Rabu (7/4/2021).

Baca Juga: Singapura Segera Buka Jalur Udara, Begini Syarat Lengkapnya

Diketahui E484K merupakan mutasi dari varian virus corona P.1 yang ditemukan di Brasil. Prof. Zubairi menyampaikan bahwa varian yang disebut Eek itu memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi pada anak muda.

Setidaknya, sampai saat ini ada tiga varian yang jadi perhatian para ahli. Yaitu, B117 yang berasal dari Inggris, B1351 di Afrika Selatan, dan terbaru P1 di Brasil.

"Oleh BBC, E484K dijuluki double mutant atau mutan ganda. Pasalnya, E484K ini mengandung tidak hanya satu, tetapi dua mutasi mengkhawatirkan dalam komposisi genetiknya yang telah diidentifikasi U.S. Centers for Disease Control and Prevention," paparnya.

Dalam sebuah pengujian di laboratorium, E484K terbukti membantu virus corona menghindari antibodi yang dihasilkan oleh infeksi sebelumnya. Sehingga membuat virus tersebut kurang rentan terhadap obat antibodi, termasuk vaksin.

Terpenting, prof Zubairi mengingatkan untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan.

Baca Juga: Mantap! Perlindungan Vaksin Pfizer Sampai 91 Persen dalam 6 Bulan Pertama

"Yang jelas, tetap pakai masker, cuci tangan memakai sabun dan air mengalir, plus menjaga jarak. Bismillah, kita bisa melewati pandemi Covid-19 ini dengan benar, dan semoga penjelasan ini tidak dianggap fear mongering," pungkasnya.

Komentar