Beri Amnesti saat Tahun Baru, Junta Militer Myanmar Bebaskan 23.000 Tahanan

Rendy Adrikni Sadikin, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 19 April 2021 | 09:49 WIB
Beri Amnesti saat Tahun Baru, Junta Militer Myanmar Bebaskan 23.000 Tahanan
Seorang pengunjuk rasa mengacungkan salam tiga jari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, Sabtu (6/2/2021). [STR / AFP]

Suara.com - Junta Myanmar membebaskan 23.184 tahanan dari penjara di seluruh negeri pada hari Sabtu (17/4) di bawah amnesti Tahun Baru Budha.

Menyadur Channel News Asia, Minggu (18/4/2021) pembebasan terset bertepatan dengan hari pertama Tahun Baru tradisional di Myanmar.

"Para tahanan ini kebanyakan dari sebelum 1 Februari tetapi ada juga beberapa yang dipenjara setelahnya," kata juru bicara Departemen Penjara Kyaw Tun Oo kepada Reuters melalui telepon.

Saat ditanya apakah ada dari mereka yang dibebaskan sehubungan dengan protes terhadap pemerintahan militer, dia mengatakan dia tidak memiliki rincian amnesti.

Sementara militer membebaskan ribuan tahanan, mereka juga memburu 832 orang sehubungan dengan aksi protes tersebut, kata AAPP, kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik.

Di antara mereka ada 200 orang, termasuk beberapa selebriti, aktor dan penyanyi yang menentang kudeta, dicari dengan tuduhan mendorong perbedaan pendapat di angkatan bersenjata, yang dapat dijatuhi hukuman penjara tiga tahun.

Dua dari ratusan artis tersebut adalah pasangan suami istri sutradara film Christina Kyi dan aktor Zenn Kyi. Mereka ditahan di bandara di kota Yangon pada hari Sabtu ketika mereka mencoba untuk pergi ke Bangkok, situs berita Irrawaddy melaporkan.

Myanmar berada dalam pergolakan sejak kudeta, yang dilakukan militer dengan tuduhan penipuan dalam pemilihan November yang dimenangkan oleh partai Aung San Suu Kyi, meskipun komisi pemilihan menolak keberatan tersebut.

Pemerintah yang digulingkan telah memegang kekuasaan selama lima tahun pertama pemerintahan sipil sejak hampir setengah abad kendali militer berakhir.

baca juga

Orang-orang yang marah dengan kembalinya kekuasaan militer turun ke jalan hampir setiap hari mulai bulan Februari untuk menuntut pemulihan demokrasi, menentang tindakan keras oleh pasukan keamanan yang menewaskan 728 orang, menurut angka terbaru AAPP.

Para pemimpin politik, termasuk anggota parlemen yang digulingkan, mengumumkan pembentukan Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) pada hari Jumat termasuk Aung San Suu Kyi dan para pemimpin protes anti-kudeta dan etnis minoritas.

Pemerintah NUG mengatakan mereka adalah otoritas politik yang sah dan telah menyerukan pengakuan dari pihak internasional.

Wakil presiden NUG, Duwal Sheila, seorang pengacara etnis Kachin, mengatakan dalam pesan Tahun Baru, jalan untuk mengganti kekuasaan militer dengan demokrasi akan sulit.

"Kami berjanji untuk terus bekerja dengan semua etnis untuk menggulingkan kediktatoran militer dan membangun demokrasi federal yang baru," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Min Aung Hlaing, Otak Kudeta Myanmar ke Jakarta 24 April, Mau Bertemu Siapa

Min Aung Hlaing, Otak Kudeta Myanmar ke Jakarta 24 April, Mau Bertemu Siapa

Jakarta | Sabtu, 17 April 2021 | 19:47 WIB

Pentolan Junta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing Akan Datang ke Indonesia

Pentolan Junta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing Akan Datang ke Indonesia

News | Sabtu, 17 April 2021 | 17:57 WIB

Militer Myanmar Lepaskan Tembakan Granat ke Arah Demonstran , 80 Tewas

Militer Myanmar Lepaskan Tembakan Granat ke Arah Demonstran , 80 Tewas

News | Senin, 12 April 2021 | 13:15 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×