KH Hasyim Asyari Hilang Dari Kamus Sejarah, MUI: Hati-Hati Simpan Data

Erick Tanjung, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 20 April 2021 | 20:39 WIB
KH Hasyim Asyari Hilang Dari Kamus Sejarah, MUI: Hati-Hati Simpan Data
Profil KH Hasyim Asyari, pendiri NU atau Nahdlatul Ulama (Wikimedia Commons)

Suara.com - Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia atau MUI M. Cholil Nafis menyarankan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk lebih berhati-hati dalam menyimpan draft yang tidak diterbitkan. Pesan itu menyusul persoalan adanya kamus sejarah Indonesia Jilid I terbitan Kemendikbud yang tidak mencantumkan pendiri NU, KH. Hasyim Asyari.

Cholil sebelumnya sudah mendapatkan penjelasan dari Kemendikbud kalau Kamus Sejarah Indonesia I itu masih berupa draft atau rancangan yang belum lengkap. Meski demikian, ia tetap mengimbau Kemendikbud untuk tidak teledor dalam menyimpan draft sampai akhirnya menimbulkan polemik.

"Dia baru draft tahun 2017, cuma bocor. Makanya hati-hati pegang data yang masih draft biar enggak jadi gejolak ke luar," kata Cholil saat dihubungi, Selasa (20/4/2021).

Meskipun hanya sebuah draft, Cholil juga sempat bingung karena nama Hasyim Asyari tidak ikut ditulis dalam Kamus Sejarah Jilid I tersebut. "Ya, cuman meskipun draft (tapi tokoh) yang lain sudah ada keterangannya, Kiai Hasyim sendiri kok tidak ada gitu loh," ujarnya.

Sebelumnya, Kemendikbud mengaku salah karena telah menghilangkan nama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratus Syekh Hasyim Asyari dari Kamus Sejarah Indonesia Jilid I Nation Formation (1900-1950). Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menegaskan kesalahan itu tidak disengaja sebab kamus itu sendiri sebenarnya masih berstatus draft dan belum diterbitkan secara resmi oleh Kemendikbud.

"Saya mengakui bahwa ini kesalahan karena kealpaan bukan karena kesengajaan, itu poin yang saya tekankan, tapi sekarang sudah diturunkan, dan juga di perpustakaan Kemdikbud juga kita tarik," kata Hilmar dalam jumpa pers virtual, Selasa (20/4).

Dia menjelaskan, pada tahun 2019 ada program pengumpulan hasil karya dari setiap direktorat jenderal di Kemendikbud untuk dimasukkan ke dalam website rumahbelajar.id agar bisa menjadi pengetahuan publik. Namun, Kamus Sejarah Indonesia tersebut menurutnya terselip ikut masuk padahal masih berbentuk draft yang belum lengkap.

"Saya sudah cek sampai staf di lapangan, kesimpulannya ini keteledoran naskah yang tidak siap kemudian sudah dimuat di website itu," jelasnya.

"Kami dari Dirjen Budaya menyesalkan ini terjadi mohon kerjasamanya ke depan agar buku kita lebih berkualitas," ucap Hilmar.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemendikbud Akui Salah Soal Hilangnya Nama Pendiri NU dalam Kamus Sejarah

Kemendikbud Akui Salah Soal Hilangnya Nama Pendiri NU dalam Kamus Sejarah

Kaltim | Selasa, 20 April 2021 | 18:33 WIB

Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah Indonesia, Kemendikbud Akui Salah

Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah Indonesia, Kemendikbud Akui Salah

News | Selasa, 20 April 2021 | 18:02 WIB

Jawaban Kemendikbud Soal Hilangnya KH Hasyim Asy'ari dari Kamus Sejarah

Jawaban Kemendikbud Soal Hilangnya KH Hasyim Asy'ari dari Kamus Sejarah

Jatim | Selasa, 20 April 2021 | 17:10 WIB

Terkini

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:18 WIB

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:31 WIB

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:42 WIB

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:31 WIB