alexametrics

Didesak Larang Perdagangan Daging Anjing di Solo, Gibran: Saya Kaji Dulu

Erick Tanjung
Didesak Larang Perdagangan Daging Anjing di Solo, Gibran: Saya Kaji Dulu
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. [Suara.com/Ari Welianto]

"Kami sering mengecek di lapangan untuk memastikan apakah makanan yang dijual benar-benar sehat atau tidak," kata Gibran.

Suara.com - Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka akan mengkaji terkait desakan perdagangan daging anjing dari Koalisi Dog Meat Free Indonesia atau DMFI.

"Saya kaji dulu," katanya di Solo, Rabu (21/4/2021).

Meski demikian, ia terbuka dengan seluruh saran yang masuk kepada dirinya, termasuk permintaan agar Pemkot Surakarta melarang perdagangan daging anjing seperti yang sudah dilakukan oleh sejumlah pemda lain seperti Pemerintah Kabupaten Karanganyar dan Sukoharjo. "Saran dan masukan sudah masuk semua," ujarnya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan atau Dispertan-KPP Kota Surakarta Aryo Widyandoko mengatakan pemerintah terus melakukan pembinaan pada para penjual kuliner daging anjing.

Baca Juga: Pribadi yang Hangat, Bhayangkara Sangat Kehilangan Listianto Raharjo

Pembinaan yang diberikan meliputi tata cara penyembelihan yang tidak menyiksa pada anjing dan memastikan kesehatan anjing yang dikonsumsi, sedangkan mengenai pengawasan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perdagangan (Disdag) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Kami sering mengecek di lapangan untuk memastikan apakah makanan yang dijual benar-benar sehat atau tidak," tuturnya.

Sebelumnya, DMFI mendorong Wali Kota Surakarta untuk segera mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan hukum pelarangan perdagangan dan konsumsi daging anjing.

Pada keterangan tertulisnya, National Koordinator Koalisi Dog Meat Free Indonesia Karin Franken mengatakan Solo merupakan pusat dari sejumlah besar perdagangan daging anjing. DMFI mencatat terdapat 85 warung makan yang menyajikan daging anjing sebagai menu di Kota Solo.

"Sekitar 13.700 anjing dibunuh pada tiap bulannya secara kejam di rumah-rumah penjagalan yang kotor tanpa menjamin kebersihan daging tersebut dari penyakit," katanya.

Baca Juga: Resmi Gabung Persis Solo, Marinus Wanewar Berpuisi

Ia mengatakan dengan pelarangan tersebut artinya Kota Solo memprioritaskan kesehatan dan keamanan warganya. (Antara)

Komentar