Somalia Memanas! Antar-Militer Bentrok Gegara Tolak Masa Jabatan Presiden

Agung Sandy Lesmana

Senin, 26 April 2021 | 13:11 WIB
Somalia Memanas! Antar-Militer Bentrok Gegara Tolak Masa Jabatan Presiden
Ilustrasi---Seorang anggota pasukan keamanan Somalia berjalan melewati lokasi ledakan di Mogadishu, Somalia, Senin (4/2/2019). (REUTERS/Feisal Omar/cfo/Antara)

Suara.com - Tembakan senjata meletus di ibu kota Somalia pada Minggu antara pasukan keamanan yang pro pemerintah dengan pasukan lainnya yang kontra atas diperpanjangnya kekuasaan presiden.

Melansir Aljazeera, ketegangan itu terjadi lantaran kekuasaan Presiden Mohamed Abdullahi Mohamed diperpanjang selama dua tahun.

Hal ini menyoroti peringatan sebelumnya yang menyebut kebuntuan pemilu negara itu dapat meningkatkan ketidakstabilan negara.

Diperkirakan, ratusan tentara pemberontak mengambil posisi kunci di Mogadishu utara saat warga bersembunyi.

Hassan Hundubey Jimale, Menteri Keamanan dalam Negeri Somalia menyatakan belasungkawanya kepada seluruh korban serangan. Namun ia tidak menyebutkan berapa banyak orang yang tewas maupun terluka.

Jimale berpendapat, beberapa orang yang tidak tertarik dengan keamanan rakyat negara melancarkan serangan di Mogadishu. Ia juga mengatakan bahwa pasukan keamanan telah memukul mundur mereka.

Insiden ini bermula setelah Presiden menandatangani undang-undang pada pertengahan April yang memperpanjang mandatnya selama dua tahun. Hal ini memicu protes keras di Somalia.

Somalia disebut tengah berjuang untuk menegakkan kembali otoritas pemerintah pusat dan membangun kembali bangsa dengan bantuan internasional. Pembatalan pemilu yang sebelumnya dijadwalkan pada Februari telah menimbulkan krisis baru.

“Ada baku tembak antara militer pro-oposisi dan pasukan pemerintah di Fagah Junction,” kata Halima Osman, penduduk Fagah di Mogadishu, kepada kantor berita Reuters.

baca juga

Menurut keterangan saksi mata, empat kendaraan militer terlihat ditempatkan di satu tempat di kawasan Fagah.

Mantan Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud dalam cuitannya, menuduh bahwa pasukan pro pemerintah menyerang kediamannya pada Minggu.

“Saya telah memperingatkan dan sekarang mengulangi betapa berbahayanya mempolitisasi keamanan. (Mohamed) bertanggung jawab atas apapun yang terjadi sebagai akibat dari ini,” tulis Mohamud dalam akun twitternya.

Menanggapi hal ini, Menteri Keamanan dalam Negeri, Hassan Hundubey Jimale membantah klaim mantan presiden dan menuduh serangan tersebut dilakukan oleh “milisi bersenjata”.

Respons Organisasi Internasional

Uni Eropa menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang terjadi dan meminta kedua belah pihak untuk melakukan “pengekangan maksimum”.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usulkan Jokowi 3 Periode, Arief Poyuono: Saya Memang Mau 'Tampar' Jokowi

Usulkan Jokowi 3 Periode, Arief Poyuono: Saya Memang Mau 'Tampar' Jokowi

News | Sabtu, 20 Maret 2021 | 17:21 WIB

Bukan Jokowi, Fahri Hamzah Ungkap Awal Isu Jabatan 3 Periode Mencuat

Bukan Jokowi, Fahri Hamzah Ungkap Awal Isu Jabatan 3 Periode Mencuat

News | Rabu, 17 Maret 2021 | 16:20 WIB

Benny Harman Demokrat: Presiden 2 Periode Cukup, jika Lebih Disalahgunakan

Benny Harman Demokrat: Presiden 2 Periode Cukup, jika Lebih Disalahgunakan

News | Senin, 15 Maret 2021 | 18:49 WIB

Isu Presiden Jabat 3 Periode, Pernyataan Jokowi Soal Menjerumuskan Diungkit

Isu Presiden Jabat 3 Periode, Pernyataan Jokowi Soal Menjerumuskan Diungkit

News | Senin, 15 Maret 2021 | 15:29 WIB

Terkini

Jangan Takut Gagal, Kisah Reski Menembus Pendidikan Tinggi Lewat BIDIKSIBA PTBA

Jangan Takut Gagal, Kisah Reski Menembus Pendidikan Tinggi Lewat BIDIKSIBA PTBA

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BPK Audit Kinerja MK dalam Penanganan PHPU 2024 Meski Raih Opini WTP

BPK Audit Kinerja MK dalam Penanganan PHPU 2024 Meski Raih Opini WTP

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:35 WIB

8 dari 10 Anak Indonesia Kekurangan DHA, Ini yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

8 dari 10 Anak Indonesia Kekurangan DHA, Ini yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:31 WIB

Wajah Lain Krisis Karhutla: Anak Terpapar Asap, Perempuan Lebih Berat Merasakan Beban

Wajah Lain Krisis Karhutla: Anak Terpapar Asap, Perempuan Lebih Berat Merasakan Beban

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:23 WIB

Tanpa Disadari, Teknologi Ini Diam-Diam Mengubah Cara Kita Menjalani Hari

Tanpa Disadari, Teknologi Ini Diam-Diam Mengubah Cara Kita Menjalani Hari

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:23 WIB

KAMMI Minta Aksi AMPB 27 Agustus Ditahan, Khawatir Ditunggangi hingga Picu Kerusuhan

KAMMI Minta Aksi AMPB 27 Agustus Ditahan, Khawatir Ditunggangi hingga Picu Kerusuhan

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:06 WIB

PALHI Desak Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi PT TPL, Minta Big Boss Diperiksa

PALHI Desak Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi PT TPL, Minta Big Boss Diperiksa

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:46 WIB

KAMMI Tolak Aksi Warga Pati di DPR, Tetap Dukung RUU Perampasan Aset

KAMMI Tolak Aksi Warga Pati di DPR, Tetap Dukung RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:42 WIB

Sumsel Makin Membara, 449 Hotspot Karhutla Mengintai Kesehatan Pernapasan Warga

Sumsel Makin Membara, 449 Hotspot Karhutla Mengintai Kesehatan Pernapasan Warga

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Menkeu Siapkan Rp31 T untuk Pengalihan Status PPPK Paruh Waktu

Menkeu Siapkan Rp31 T untuk Pengalihan Status PPPK Paruh Waktu

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:30 WIB

×