Hiu Kencana: Makna Lambang, Motto, dan Sejarah Korps

Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Selasa, 27 April 2021 | 07:32 WIB
Hiu Kencana: Makna Lambang, Motto, dan Sejarah Korps
Hiu Kencana - Anggota TNI AL melakukan penghormatan ketika kapal selam KRI Nanggala-402 tiba di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin (6/2/2012). [Antara/M Risyal Hidayat]

Suara.com - Kabar tenggelamnya Kapal Selam milik TNI Angkatan Laut KRI Nanggala-402 di wilayah perairan Bali pada Rabu (21/4/2021) masih meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia terutama untuk keluarga dan Korps Hiu Kencana. Sebab, prajurit dan awak kapal selam KRI Nanggala-402 adalah bagian dari Korps Hiu Kencana. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai makna lambang, motto, dan korps Hiu Kencana. 

Sejarah Korps

Korps Hiu Kencana atau Satkalsel Koarmanda II merupakan satuan khusus kapal selam TNI AL yang berdiri pada 12 September 1959. Namun, sejarah Korps Hiu Kencana dimulai dari pendidikan oleh para awak kabin di Polandia pada 5 Agustus 1958 selama setahun dan kembali ke Indonesia pada 5 Agustus 1959. 

Selanjutnya, Korps Hiu Kencana didirikan saat Uni Soviet melakukan serah terima dua kapal selam untuk Indonesia,  yang kemudian diberi nama RI Tjakra di bawah Komandan Laksma TNI (Purn) RP Poernomo, dan RI Nanggala di bawah pimpinan Komandan Mayor Pelaut OP Koesno.

Di awal terbentuknya Korps Hiu Kencana, Indonesia memiliki 12 unit kapal selam Whiskey buatan Uni Soviet yakni RI Tjakra, RI Nanggala, RI Nagabanda, RI Tjandrasa, RI Trisula, RI Nagarangsang, RI Wijayadanu, RI Hendrajala, RI Bramastra, RI Pasopati, RI Tjundamani, dan RI Alugoro.

Selang dua hari kemudian, yakni pada 14 September 1959,  Divisi Kapal Selam (DIVKASEL) dibentuk melalui  surat keputusan Men/KASAL No. A. 4/2/10. Dalam hal ini Komandan Laksma TNI (Purn) RP Poernomo didaulat menjadi Komandan Divkasel pertama RI. 

Makna Lambang Hiu Kencana

Hiu Kencana adalah penghargaan yang diberikan kepada prajurit terpilih untuk menjabat sebagai 'Warga Kehormatan Kapal Selam'. Penghargaan tersebut diberikan atas jasa dan dukungan yang dilakukan dalam pembinaan kapal selam sebagai salah satu Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT). 

Pemberian brevet Hiu Kencana diberikan pertama kali oleh semua awak kapal selam yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di Polandia pada 11 September 1959. 

Brevet Hiu Kencana ini berarti profesionalisme prajurit kapal selam dalam taktik dan teknik peperangan bawah laut. Tak hanya itu, brevet Hiu Kencana juga jadi simbol pengakuan profesionalisme pada prajurit kapal selam dan diharapkan dapat menumbuhkan jiwa korsa serta kebanggaan bagi pemakainya. 

Brevet Hiu Kencana dilambangkan dengan dua hiu saling berhadapan yang berarti tekad untuk mempertahankan kapal selam di lautan sebagai supremasi di laut. 

Sementara itu, kapal selam dalam posisi siap tempur diartikan sebagai kesenjataan strategis yang mumpuni. Periskop disimbolkan sebagai sikap agar selalu waspada dalam bertugas mengamati dan menjaga perairan negara.

Tujuh gelombang mewakili samudera dunia, lima buah garis insang pada leher hiu adalah pertanda bahwa prajurit kapal selam bernapaskan Pancasila. 

Motto Hiu Kencana

Secara keseluruhan, Brevet Hiu Kencana memiliki motto 'Dengan landasan falsafah hidup Pancasila sebagai Prajurit Sapta Marga tugas akan dilaksanakan dengan penuh keberanian dan ketabahan serta sanggup mengemban tugas sampai titik darah penghabisan'.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil KRI Rigel, Kapal yang Turut Bantu Temukan KRI Nanggala-402

Profil KRI Rigel, Kapal yang Turut Bantu Temukan KRI Nanggala-402

News | Selasa, 27 April 2021 | 06:24 WIB

Terungkap, Ini Kronologi Lengkap KRI Nanggala 402 Tenggelam

Terungkap, Ini Kronologi Lengkap KRI Nanggala 402 Tenggelam

Banten | Selasa, 27 April 2021 | 02:05 WIB

Apa yang Terjadi pada KRI Nanggala-402 di Detik-detik Terakhirnya?

Apa yang Terjadi pada KRI Nanggala-402 di Detik-detik Terakhirnya?

Tekno | Senin, 26 April 2021 | 19:10 WIB

Terkini

WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku Mulai Hari Ini, DPR Minta Evaluasi Berkala

WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku Mulai Hari Ini, DPR Minta Evaluasi Berkala

News | Rabu, 01 April 2026 | 06:56 WIB

RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Mensos Tegaskan Layanan Cuci Darah Wajib Dilayani

RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Mensos Tegaskan Layanan Cuci Darah Wajib Dilayani

News | Rabu, 01 April 2026 | 06:45 WIB

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:21 WIB

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:04 WIB

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:56 WIB

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:49 WIB

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:08 WIB

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:02 WIB

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB