Usai Nonton Film Pulau Plastik, Bima Arya Bakal Lakukan Ini di Kota Bogor

Chandra Iswinarno | Suara.com

Minggu, 09 Mei 2021 | 04:00 WIB
Usai Nonton Film Pulau Plastik, Bima Arya Bakal Lakukan Ini di Kota Bogor
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto usai menonton film dokumenter Pulau Plastik di bioskop yang ada di Kota Hujan. [Antara]

Suara.com - Pemutaran film 'Pulau Plastik' yang diputar di bioskop XXI Kota Bogor, Jawa Barat ternyata tidak dilewatkan begitu saja oleh Wali Kota Bima Arya Sugiarto.

Bima yang menyempatkan diri menonton film tersebut mengaku banyak pesan moral yang tersampaikan. Lantaran itu, dia kemudian menyampaikan pesan kepada publik dan juga jajaran birokrat di lingkungan pemerintahannya terkait bahaya plastik.

"Film 'Pulau Plastik' ini menyampaikan pesan moral yang menggugah kesadaran masyarakat terhadap bahaya plastik bagi manusia," kata Bima Arya, di Kota Bogor,  Jabar, Sabtu (8/5/2021).

Dalam film dokumenter produksi Visinema Pictures, Kopernik, Akarumput, dan Watchdoc dengan durasi 1 jam 42 menit menceritakan penggunaan plastik sekali pakai dan dampak sampahnya yang tidak terurai, menyusup sampai ke rantai makanan manusia dalam bentuk mikro plastik.

Bima mengemukakan, tiga pesan terkait sampah plastik dan bahayanya bagi kesehatan lingkungan dan manusia.

Pertama, ternyata Indonesia menjadi target dari pembuangan sampah plastik dari negara-negara maju yang selama ini mengklaim telah berhasil mengelola plastik.

"Realitas ini sangat ironis dan menyedihkan, karena seolah-olah kita tidak bisa apa-apa. Negara kita seperti ditipu oleh negara-negara maju yang mengklaim berhasil, tapi sampahnya dibuang ke negara kita," katanya.

Kedua, dia mengemukakan, bahan plastik yang selama ini disebut bisa diurai ternyata pun tidak bisa terurai dalam waktu sangat lama. Padahal di Kota Bogor, banyak menggunakan bahan plastik.

Lantaran itu, Pemkot Bogor akan melakukan uji sampling terhadap bahan plastik yang sudah banyak digunakan di Kota Hujan tersebut untuk melihat apakah plastik itu semuanya lolos uji atau ada yang tidak lolos uji.

Ketiga, melalui film dokumentar ini menjelaskan, sampah plastik dalam bentuk mikro plastik tidak teruai, dan menyusup ke dalam rantai makanan yang dikonsumsi masyarakat.

"Pesan yang lebih mengkhawatirkan ternyata di dalam tubuh kita ada mikro plastik yang membahayakan kesehatan," katanya.

Menurut Bima, imbauan larangan penggunaan plastik sekali, ternyata masih merupakan langkah kecil.

"Kita masih memiliki PR besar untuk tidak menggunakan plastik sekali pakai," katanya.

Pemkot Bogor, kata dia, akan memperluas kebijakan tidak menggunakan plastik sekali pakai di pasar tradisional di Kota Bogor.

Dalam film "Pulau Plastik" menampilkan tiga pemain utama, yakni Gede Robi; vokalis grup musik Navicula di Bali, Tiza Mafira; aktivis lingkungan dan pengacara di Jakarta, serta Prigi Arisandi; aktivis lingkungan dan ahli biologi di Surabaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diet Kantong Plastik Kota Cimahi Tunggu Evaluasi Gubernur

Diet Kantong Plastik Kota Cimahi Tunggu Evaluasi Gubernur

Jabar | Selasa, 23 Maret 2021 | 17:30 WIB

Awal Mula Kantong Plastik untuk Selamatkan Bumi, Kini Berubah Persepsi

Awal Mula Kantong Plastik untuk Selamatkan Bumi, Kini Berubah Persepsi

Your Say | Selasa, 23 Februari 2021 | 10:34 WIB

Pemkab Lebak Sosialisasikan Bebas Kantong Plastik di Pasar Tradisional

Pemkab Lebak Sosialisasikan Bebas Kantong Plastik di Pasar Tradisional

Banten | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 05:31 WIB

Terkini

Trump Ancam Iran Jadi Neraka Dunia, Pengamat UGM: Kalau Terlalu Berisik, Biasanya Tak Serius

Trump Ancam Iran Jadi Neraka Dunia, Pengamat UGM: Kalau Terlalu Berisik, Biasanya Tak Serius

News | Senin, 06 April 2026 | 14:58 WIB

Punya Nyali! Pemerintah Kuasai Kembali Tanah Negara dari Pihak Lain Demi Bangun Hunian Rakyat

Punya Nyali! Pemerintah Kuasai Kembali Tanah Negara dari Pihak Lain Demi Bangun Hunian Rakyat

News | Senin, 06 April 2026 | 14:58 WIB

Respons Iran Usai AS dan Isarel Ancam Tingkatkan Serangan, Selat Bab el Mandeb Berpotensi Ditutup

Respons Iran Usai AS dan Isarel Ancam Tingkatkan Serangan, Selat Bab el Mandeb Berpotensi Ditutup

News | Senin, 06 April 2026 | 14:52 WIB

Alarm Merah Campak 2026: Mengapa Penyakit Kuno Ini Kembali Menghantui Indonesia?

Alarm Merah Campak 2026: Mengapa Penyakit Kuno Ini Kembali Menghantui Indonesia?

News | Senin, 06 April 2026 | 14:47 WIB

KPK Panggil Istri Bupati Nonaktif Rejang Lebong

KPK Panggil Istri Bupati Nonaktif Rejang Lebong

News | Senin, 06 April 2026 | 14:30 WIB

Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!

Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!

News | Senin, 06 April 2026 | 14:30 WIB

Fajar Berdarah di Teheran, Serangan Gabungan AS-Israel Tewaskan 13 Warga

Fajar Berdarah di Teheran, Serangan Gabungan AS-Israel Tewaskan 13 Warga

News | Senin, 06 April 2026 | 14:30 WIB

Pesta Berujung Memilukan: Ini 7 Fakta Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Saat Resepsi Anaknya

Pesta Berujung Memilukan: Ini 7 Fakta Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Saat Resepsi Anaknya

News | Senin, 06 April 2026 | 14:23 WIB

Idrus Marham Kecam Pernyataan Saiful Mujani: Kritik Pemerintah Harus Objektif, Bukan Provokatif!

Idrus Marham Kecam Pernyataan Saiful Mujani: Kritik Pemerintah Harus Objektif, Bukan Provokatif!

News | Senin, 06 April 2026 | 14:22 WIB

Iran Bersedia Buka Selat Hormuz jika Kerugian Perang Dibayar

Iran Bersedia Buka Selat Hormuz jika Kerugian Perang Dibayar

News | Senin, 06 April 2026 | 14:19 WIB