Alarm Merah Campak 2026: Mengapa Penyakit Kuno Ini Kembali Menghantui Indonesia?

Bella, Lilis Varwati

Senin, 06 April 2026 | 14:47 WIB
Alarm Merah Campak 2026: Mengapa Penyakit Kuno Ini Kembali Menghantui Indonesia?
Ilustrasi campak. (Suara.com/Aldie)
baca 10 detik
  • Indonesia mencatat 58 Kejadian Luar Biasa campak di 39 kabupaten/kota dengan 8.224 kasus suspek hingga awal 2026.
  • Penyebab utama lonjakan kasus adalah kesenjangan cakupan imunisasi, mobilitas penduduk, serta keterlambatan deteksi penularan penyakit menular tersebut.
  • Pemerintah merespons dengan memperkuat investigasi epidemiologi, mempercepat vaksinasi, serta meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah terdampak.

Suara.com - Lonjakan kasus campak kembali tercatat di Indonesia pada awal 2026. Penyakit yang selama ini dikenal dapat dicegah lewat imunisasi itu muncul di puluhan wilayah dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan hingga Februari 2026 terdapat 8.224 kasus suspek campak, dengan 572 kasus terkonfirmasi dan empat kematian.

Kementerian Kesehatan juga mencatat sedikitnya 58 KLB terjadi di 39 kabupaten/kota. Angka ini menunjukkan penyebaran yang tidak lagi bersifat sporadis, melainkan terjadi secara serentak di banyak wilayah.

Meski tren kasus mulai menurun pada Maret 2026, status KLB di sejumlah daerah belum dicabut. Pemerintah masih melanjutkan kewaspadaan dan pengendalian di wilayah terdampak.

Di tingkat daerah, lonjakan kasus juga terlihat signifikan. Dinas Kesehatan Banten, misalnya, mencatat lebih dari 2.000 kasus suspek campak hingga Maret 2026 yang mengarah pada KLB.

Celah Imunisasi dan Pergerakan Penduduk

infografis campak di Indonesia. [Suara.com/Aldie]
infografis campak di Indonesia. [Suara.com/Aldie]

Lonjakan kasus campak pada awal tahun ini tidak terjadi tanpa sebab. Sejumlah laporan menyebutkan adanya kesenjangan cakupan imunisasi yang masih terjadi di berbagai daerah.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menilai cakupan imunisasi yang belum optimal menjadi faktor utama meningkatnya kasus campak.

“Kita harus bertindak cepat untuk melindungi anak-anak Indonesia. Imunisasi adalah hak dasar anak dan kewajiban kita untuk memastikan setiap anak terlindungi." ujar Ketua Pengurus Pusat IDAI, DR Dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K).

Piprim menegaskan bahwa situasi darurat ini memerlukan langkah luar biasa dari seluruh pemangku kepentingan. Secara global, Indonesia menempati urutan kedua kasus campak tertinggi di dunia dengan 10.744 kasus, di bawah Yaman dan di atas India berdasarkan data WHO yang dirilis CDC per Februari 2026.

baca juga

Temuan serupa juga disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dalam laporan penanganan wabah di Indonesia, WHO menyebut kesenjangan imunisasi dan keterlambatan deteksi sebagai faktor yang mendorong penyebaran.

 Selain itu, mobilitas penduduk turut mempercepat penyebaran. Kementerian Kesehatan mencatat adanya warga negara asing yang terinfeksi campak di Indonesia, yang menunjukkan potensi penularan lintas wilayah.

Penyakit Sangat Menular dan Upaya Pengendalian

Campak merupakan penyakit dengan tingkat penularan tinggi, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Pada awal 2026, kasus ini bahkan tercatat menimbulkan kematian.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan adanya korban meninggal dalam lonjakan kasus tahun ini.

Sebagai respons, pemerintah memperkuat langkah pengendalian di wilayah terdampak, termasuk melalui imunisasi di daerah yang berstatus KLB.

Upaya ini dilakukan melalui investigasi epidemiologi serta percepatan vaksinasi untuk memutus rantai penularan.

Kementerian Kesehatan juga telah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan nasional untuk meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dan pemerintah daerah dalam menghadapi penyebaran campak.

Dengan langkah tersebut, pemerintah menargetkan penurunan kasus sekaligus mencegah perluasan KLB di wilayah lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bagaimana Hilangnya Hutan Tropis Memperparah Gelombang Panas Global?

Bagaimana Hilangnya Hutan Tropis Memperparah Gelombang Panas Global?

News | Senin, 06 April 2026 | 12:00 WIB

Aset IRRA Tembus Rp2,43 Triliun, Laba Bersih Naik 23,03 Persen pada 2025

Aset IRRA Tembus Rp2,43 Triliun, Laba Bersih Naik 23,03 Persen pada 2025

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 06:48 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Rumah Rasa Terapi: Tips Pilih Warna Cat Dinding Biar Mental Tetap Aman

Rumah Rasa Terapi: Tips Pilih Warna Cat Dinding Biar Mental Tetap Aman

Your Say | Sabtu, 04 April 2026 | 08:30 WIB

Mulai Sekarang! 5 Hobi Sehat yang Bisa Kamu Kuasai Kurang dari 7 Hari

Mulai Sekarang! 5 Hobi Sehat yang Bisa Kamu Kuasai Kurang dari 7 Hari

Your Say | Kamis, 02 April 2026 | 17:40 WIB

Emiten DVLA dan Astra Garap Pasar Alkes Berbasis AI

Emiten DVLA dan Astra Garap Pasar Alkes Berbasis AI

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 08:04 WIB

Perkumpulan Pengelola Klinik Kecantikan Berkumpul Bahas Permenkes, Dorong Standar Layanan Estetika

Perkumpulan Pengelola Klinik Kecantikan Berkumpul Bahas Permenkes, Dorong Standar Layanan Estetika

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 06:10 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Sektor Swasta Ini Diharamkan untuk Ikut WFH oleh Pemerintah

Sektor Swasta Ini Diharamkan untuk Ikut WFH oleh Pemerintah

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 13:22 WIB

6 Smartwatch Layar AMOLED dengan Pemantau Kesehatan dan GPS Mulai Rp300 Ribuan

6 Smartwatch Layar AMOLED dengan Pemantau Kesehatan dan GPS Mulai Rp300 Ribuan

Tekno | Rabu, 01 April 2026 | 15:10 WIB

Terkini

Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut

Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 00:10 WIB

Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka

Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka

Health | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Banten | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Sport | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:24 WIB

×