Respons Iran Usai AS dan Isarel Ancam Tingkatkan Serangan, Selat Bab el Mandeb Berpotensi Ditutup

Arif Budi | Suara.com

Senin, 06 April 2026 | 14:52 WIB
Respons Iran Usai AS dan Isarel Ancam Tingkatkan Serangan, Selat Bab el Mandeb Berpotensi Ditutup
Selat Bab el-Mandeb yang diancam bakal ditutup Iran jika AS dan Israel meningkatkan serangan. [Suara.com/Google Maps]
  • Ali Akbar Velayati memperingatkan bahwa konflik Iran dengan AS dan Israel dapat mengganggu jalur perdagangan global.
  • Ketegangan ini mengancam keamanan Selat Hormuz serta Selat Bab el-Mandeb yang vital bagi distribusi energi dunia.
  • Ancaman eskalasi konflik memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas arus perdagangan internasional akibat potensi serangan kelompok Houthi.

Suara.com - Ketegangan antara Iran dan aliansi Amerika Serikat (AS) dan Israel kian memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran dunia.

Iran memperingatkan bahwa ancaman tidak hanya terbatas di Selat Hormuz, tetapi juga dapat meluas ke kawasan lain yang memiliki peran vital dalam perdagangan global.

Peringatan ini disampaikan oleh penasihat senior pemimpin tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati.

Ia menekankan bahwa jalur-jalur strategis di Timur Tengah sangat rentan terhadap eskalasi konflik.

Menurutnya, kesalahan kecil dari pihak AS maupun Israel bisa berdampak besar terhadap distribusi energi dan arus perdagangan internasional.

Velayati menyoroti pentingnya Selat Bab el-Mandeb yang dinilai memiliki tingkat krusial setara dengan Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut muncul di tengah ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan 'melepaskan neraka' terhadap Iran jika tidak segera membuka kembali Selat Hormuz sebelum batas waktu Selasa (7/4/2026).

Ia juga menilai bahwa meskipun AS telah banyak belajar dari pengalaman menghadapi Iran, Washington dinilai belum sepenuhnya memahami 'geografi kekuatan' di kawasan tersebut.

Sebagai salah satu jalur vital dunia, Selat Bab el-Mandeb yang berada di lepas pantai Yaman menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Laut Arab.

Jalur ini menjadi titik sempit penting bagi kapal-kapal yang melintasi rute menuju Terusan Suez.

Gangguan di wilayah ini berpotensi menghambat distribusi energi dan aktivitas perdagangan global.

Di sisi lain, kelompok Houthi movement di Yaman yang bersekutu dengan Iran sebelumnya telah menyatakan kesiapan untuk menyerang jalur tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap Teheran.

Serangan yang pernah dilakukan kelompok Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah saat konflik Gaza sempat mengganggu rantai pasok internasional.

Peringatan terbaru dari Iran ini pun memperbesar kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah dapat meluas dan berdampak langsung pada stabilitas jalur energi dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fajar Berdarah di Teheran, Serangan Gabungan AS-Israel Tewaskan 13 Warga

Fajar Berdarah di Teheran, Serangan Gabungan AS-Israel Tewaskan 13 Warga

News | Senin, 06 April 2026 | 14:30 WIB

Iran Bersedia Buka Selat Hormuz jika Kerugian Perang Dibayar

Iran Bersedia Buka Selat Hormuz jika Kerugian Perang Dibayar

News | Senin, 06 April 2026 | 14:19 WIB

Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu

Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu

Lifestyle | Senin, 06 April 2026 | 14:05 WIB

Amankan BBM, Bahlil: RI Tak Pilih-Pilih Pasokan

Amankan BBM, Bahlil: RI Tak Pilih-Pilih Pasokan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 13:49 WIB

6 Anak-anak Meninggal Dunia Akibat Serangan AS-Israel di Teheran Iran

6 Anak-anak Meninggal Dunia Akibat Serangan AS-Israel di Teheran Iran

News | Senin, 06 April 2026 | 13:31 WIB

Terkini

Lapor Polisi Duluan, GRIB Jaya Tantang Putri Ahmad Bahar Adu Bukti

Lapor Polisi Duluan, GRIB Jaya Tantang Putri Ahmad Bahar Adu Bukti

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:05 WIB

Terungkap! Dana MBG Rp12 Triliun Mengendap di Rekening Yayasan, Stranas PK: Rawan Korupsi

Terungkap! Dana MBG Rp12 Triliun Mengendap di Rekening Yayasan, Stranas PK: Rawan Korupsi

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:00 WIB

Usulan DPR Masa Jabatan Kapolri 3 Tahun Dinilai Mereduksi Hak Prerogatif Presiden

Usulan DPR Masa Jabatan Kapolri 3 Tahun Dinilai Mereduksi Hak Prerogatif Presiden

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:46 WIB

GRIB Jaya Balik Serang Pihak Ahmad Bahar: Tuding Lakukan Doxing hingga Istri Hercules Trauma

GRIB Jaya Balik Serang Pihak Ahmad Bahar: Tuding Lakukan Doxing hingga Istri Hercules Trauma

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:37 WIB

Polisi Tetapkan Tersangka Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Ini Sosoknya

Polisi Tetapkan Tersangka Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Ini Sosoknya

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:34 WIB

PSI Semprot Israel Usai Tahan 9 WNI: Tindakan Pengecut, Langgar Konvensi Jenewa

PSI Semprot Israel Usai Tahan 9 WNI: Tindakan Pengecut, Langgar Konvensi Jenewa

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:22 WIB

Mendagri: Daerah Segera Realisasikan Tambahan TKD Rp10,6 T untuk Penanganan Pascabencana Sumatera

Mendagri: Daerah Segera Realisasikan Tambahan TKD Rp10,6 T untuk Penanganan Pascabencana Sumatera

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:16 WIB

Disiksa Pakai Taser dan Peluru Karet, 9 WNI Ceritakan Horor di Penjara Israel

Disiksa Pakai Taser dan Peluru Karet, 9 WNI Ceritakan Horor di Penjara Israel

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Nyanyian Staf Ahli Soal Uang Ratusan Juta, Budi Karya Sumadi Bakal Segera Dipanggil KPK?

Nyanyian Staf Ahli Soal Uang Ratusan Juta, Budi Karya Sumadi Bakal Segera Dipanggil KPK?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:01 WIB

Nyaru Jadi Manajer, 4 WNA China di Jakbar Ternyata Komplotan Scam Online Kelas Kakap

Nyaru Jadi Manajer, 4 WNA China di Jakbar Ternyata Komplotan Scam Online Kelas Kakap

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:55 WIB